Cinta Aliya

Cinta Aliya
Bab 21


__ADS_3

Matahari kembali terbit, Aliya sekarang berada di taman belakang bersama dengan yang lainnya menyiram bunga. Ia terlihat senang, Aliya tak henti-hentinya tersenyum membuat yang lainnya merasa aneh kepada Aliya hingga salah satu diantara mereka bertanya.


"Aliya, kamu kenapa?".


Dan lagi-lagi Aliya tersenyum, "Tidak ada apa-apa. Aku hanya merasa bahagia saja hari ini bisa menghirup udara segar bersama dengan kalian. Apalagi saat ini kita berada di taman, lihat bunga dan juga kupu-kupu itu. Aku sangat menyukai mereka".


"Hanya itu saja?" tanyanya lagi.


"Mmmm, hanya itu saja hehehehe".


"Kamu sangat aneh Aliya" mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan itu. Tidak lama kemudian setelah mereka selesai, seseorang memanggil mereka untuk sarapan pagi. Dengan senang hati, ke lima orang itu segera meninggalkan taman belakang.


"Akhirnya, aku sarapan juga" batin Aliya.


Setibanya mereka disana, kedua mata Aliya langsung berbinar-binar melihat sarapan pagi yang terletak diatas meja itu begitu sangat menggodanya ingin segera melahapnya.


"Kenapa kamu masih berdiri disitu Aliya? Ayo duduk" ucap Tasya.


"Hehehehe... Iya kak. Tapi, Mawar dimana kak? Kenapa aku tidak melihatnya?".


"Dia sedang berada di dalam kamar tuan Leonard. Kita duluan saja, makanlah milik mu".


"Oh" tidak menunggu lama, Aliya pun segera melahap miliknya dengan sangat lahap dan tak henti-hentinya tersenyum senang. "Ini sangat enak sekali, aku menyukainya" ucap Aliya dalam hati.


Dan sambil menikmati sarapan pagi mereka, bi Siti datang mendekati Aliya memberikan sebuah baju yang sama dengan yang mereka pakai.


"Mulai hari ini kamu pakai pakaian ini".


"Wah, ini untuk ku bi? Cantik sekali".


"Sebenarnya kamu belum pantas memakai pakaian ini karna kamu masih orang baru di rumah ini. Tapi karna nyonya Zakira sendiri yang berkata makanya aku berikan pakaian ini untuk mu. Tolong kamu jaga dengan baik".


"Iya bibi, aku akan menjaga pakaian ini sama seperti menjaga diriku sendiri. Bibi tidak usah khawatir".


"Bagus, aku akan memegang perkataan mu".


"Siap bibi".


Aliya lalu menatap pakaian itu, ia mendapatkan dua pasang. Dan yang baru saja bi Siti berikan masih baru belum ada terlihat disana pakaian bekas.

__ADS_1


"Kamu harus menjaganya dengan baik Aliya. Jangan mengecewakan bi Siti, karna sebenarnya bibi Siti itu orang baik. Jadi kamu harus pandai mencari perhatiannya" ucap Tasya mengingat dirinya.


"Siap kak Tasya. Terima kasih".


"Mmmmm, ayo dimakan lagi".


"Iya kak".


Tidak lama setelah mereka selesai sarapan pagi, Aliya masuk ke dalam kamarnya segera menggantikan pakaian. Begitu ia memakai baju tersebut, ia melihat pantulan tubuhnya di depan cermin begitu sangat rapi dan cantik.


"Wah, aku terlihat cantik memakai ini heheheh".


Aliya keluar, ia telah melihat mereka kembali bekerja. Sedangkan Leonard yang baru saja meninggalkan kamarnya, ia menuruni anak tangga melihat Zakira menunggunya di lantai bawah.


"Leo" panggil sang ibu.


"Ada apa ma? Aku tidak punya banyak waktu lagi. Aku sudah terlambat".


Zakira tersenyum, "Ayo duduk sebentar saja sayang. Kan ada Bagas yang bisa mengerjakan pekerjaan mu di kantor. Duduklah dulu".


Leonard menghentikan langkahnya, ia menatap Zakira penuh tanda tanya curiga.


"Langsung ke intinya saja ma" ucap Leonard.


Dan lagi-lagi Zakira tersenyum melihat putra bungsunya itu begitu sangat tidak sabaran sekali. "Kamu belum sempat sarapan loh sayang. Tadi mama menyuruh bi Siti membuatkan bekal untuk mu. Ini, bawalah dan makan di kantor".


"Tidak usah ma, Bagas sudah menyiapkan sarapan pagi untuk ku. Terus, apa yang ingin mama bicarakan? Aku tidak bisa berlama-lama lagi".


"Baiklah kalau begitu. Begini sayang, mama sama papa berencana mengundang keluarga tuan Zelof makan malam di rumah kita. Kamu tidak akan keberatan kan sayang?".


Leonard memgeryitkan dahi, "Kenapa mama harus bertanya kepada ku? Itu hak mama sama papa mengundang mereka makan malam dirumah ini" jawab Leonard.


"Iya sayang, mama tau. Tapi ini...


"Jangan berusaha menjodohkan aku dengan salah satu putrinya" Leonard bangkit berdiri, lalu ia pergi meninggalkan Zakira sebelum Zakira menjelaskan yang sebenarnya.


"Astaga ya Tuhan anak itu. Aku belum selesai bicara dia sudah langsung pergi begitu saja meninggalkan aku. Leo.. Leo... Mau sampai kapan lagi kamu akan seperti ini? Kamu pikir mama sama papa tidak capek memikirkan mu? Ditambah usia mu yang selalu bertambah. Lalu kalau seperti itu, wanita mana lagi yang akan mau bersama dengan mu? Hhhmmss".


Zakira melihat Aliya berkeliaran tak jelas, ia pun memanggil anak tersebut. "Sedang apa kamu? Kenapa kamu tidak bekerja?".

__ADS_1


Aliya tersenyum tipis, "Itu nyonya, bi Siti menyuruh ku mencari keberadaan Mawar. Oh iya nyonya, terima kasih banyak sudah memberikan aku pakaian ini. Aku sangat menyukainya nyonya".


"Benarkah?" Zakira menatap Aliya dari atas sampai bawah. "Baguslah kalau kamu menyukainya. Ini, kamu berikan ini kepada bi Siti sekarang juga".


Aliya langsung menerima, "Ini apa nyonya? Kok Aromanya sangat enak sekali".


"Itu bekal tadi untuk putra ku. Tapi dia tidak mau memakannya, karna itu aku menyuruh mu berikan kepada bi Siti lagi".


"Oh, baik nyonya" Aliya segera membawa pergi dari hadapan Zakira memberikan kepada bi Siti yang sedang sibuk di dapur membantu para pelayan lainnya. "Bibi, ini bekal yang tadi bi Siti berikan kepada nyonya Zakira di simpang lagi bi" ucap Aliya.


Bi Siti langsung menerimanya, "Kenapa?".


"Tidak tau bi, tadi nyonya Zakira hanya berkata seperti itu".


"Ya sudah, kamu lanjut kan lagi pekerjaan mu. Terus, Mawar di mana? Aku tadi menyuruh mu mencari Mawar. Dimana dia?".


"I-itu bi, karna nyonya Zakira tadi memanggil ku, aku tidak jadi mencari keberadaan Mawar dimana. Kalau gitu, aku akan mencarinya lagi bi".


"Tidak usah, kamu bantu mereka saja".


"Baik Bi".


.


Sesampainya Leonard di kantor, ia memasuki ruangannya melihat sarapan pagi telah berada di atas meja sesuai dengan perintahnya.


"Ada meeting hari ini Bagas?".


"Jadwal meeting hari ini kosong tuan. Tapi untuk besok ada jam 9 pagi".


"Mmmmm" gumam Leonard. Ia lalu duduk diatas sofa menyambar sandwich yang berada di atas piring itu melihat Bagas berdiri di sebelahnya. "Kenapa kamu berdiri disitu? Duduklah. Kamu sudah sarapan? Makanlah sebagian, aku tidak bisa menghabiskannya".


Bagas pun mendudukkan diri, "Jam berapa tuan semalam pulang? Aku ketiduran sehingga aku tidak bertanya".


"Jam 10 malam".


"Apa karna itu tuan pagi ini datang terlambat tidak seperti biasanya?".


"Mmmmm" balas Leonard menghabiskan sandwich yang berada di tangannya. lalu meminum kopi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2