Cinta Aliya

Cinta Aliya
Bab 14


__ADS_3

Mawar masuk ke dalam, ia melihat Tiara menunggunya disana dengan tatapan tidak suka begitu juga dengan Mawar.


"Kenapa?" tanya Mawar menantang.


Tiara lalu tersenyum menyeringai, "Maksud kamu apa membawa dia kemari haahh? Kamu pikir...


"Lalu maksud kamu sekarang apa?" Mawar mendorong tubuh Tiara dengan benci. "Kamu pikir kamu pemilik kamar ini sehingga aku harus izin membawa dia tinggal di kamar ini haahhh? Asal kamu tau yah, aku tidak perduli mau kamu senang atau tidak. Dia tetap akan ada di kamar ini".


Kemudian Mawar melihat Aliya, "Kamu tidak usah mendengarkan apa kata mereka Aliya".


"Mmmmm" angguk Aliya.


"Ayo" setelah itu Mawar membawa Aliya pergi dari sana. Sedangkan Tiara yang di tinggal pergi begitu saja, ia terlihat sangat kesal mengepal kedua tangannya.


"Kurang ajar! Lihat saja nanti Mawar, aku akan membalas mu".


Lalu Mawar mendudukkan Aliya diatas kursi, ia menatapnya dengan tajam. "Meskipun kita baru kenal Aliya. Tapi aku tidak mau kamu di perlakukan seperti ini oleh mereka. Kamu harus bisa melawan, jangan sampai kejadian ini terulang. Kamu mengerti?".


Aliya tersenyum senang, "Mmmm, terima kasih Mawar".


"Bagus. Sekarang duduklah disana, sebentar lagi kita makan malam".


"Iya".


Aliya berjalan menuju meja makan itu, namun saat itu juga Bu Siti menghampirinya dengan berkata kepada Aliya. "Aliya, tolong kamu ganti sprei bedcover tuan Leonard sekarang juga di kamar. Cepat!".


Aliya bingung, ia tadi baru saja mendapatkan amukan dari Leonard dengan tidak akan pernah menunjukkan wajah itu lagi di hadapannya.


"Kenapa kamu masih berdiri disitu Aliya? Ayo cepat kerjakan".


"I-iya bibi" jawab Aliya langsung pergi menuju kamar Leonard yang berada di lantai dua. Dan setibanya ia disana, Aliya terlebih dahulu menarik nafas panjang sambil mengetuk pintu tersebut.


Tok... Tok...


"Tuan!" panggil Aliya.


Tidak ada jawaban.


"Tuan ini aku Aliya. Boleh aku masuk tuan?".


Lagi dan lagi tidak ada jawaban. Hingga akhirnya Aliya memberanikan diri membuka pintu kamar Leonard. Dan benar sekali, sang empunya kamar tidak ia temukan disana. Melihat itu, Aliya pun segera mengganti bedcover tempat tidur Leonard.


Tetapi setelah Aliya selesai melepaskan bedcover kotor itu, ia tidak tahu dimana ia menemukan sprei bedcover yang bersih, dan itu membuat Aliya kebingungan.


"Ck, kenapa tadi aku tidak bertanya kepada bibi Siti? Bagaimana ini?".


Ceklek!


Aliya mendengar suara pintu terbuka, tetapi suara itu berasal dari balkon membuat ia langsung melihat kesana. Dan orang tersebut adalah Leonard yang baru saja selesai merokok.


"Tu-tuan" kaget Aliya.

__ADS_1


Kemudian ia melangkah mundur hendak melarikan diri dari hadapan Leonard sekarang juga. Namun saat itu juga ia malah tersungkur jatuh diatas tempat tidur.


"Ya Tuhan, tamat sudah riwayat hidup ku" ucap Aliya dalam hati.


Kemudian ia mendengar suara langkah kaki Leonard mendekati dirinya.


"Kali ini aku benar-benar...


"Apa yang sedang kamu lakukan?" ucap Leonard.


Aliya segera turun, ia mencoba mengangkat wajahnya menatap Leonard yang sedang melihatnya dengan wajah datar.


"Tuan" panggil Aliya. "Apakah tuan mengenal ku?".


Deng!


Aliya menutup kedua matanya, ia tiba-tiba tidak sadar telah mengajukan pertanyaan konyol itu kepada Leonard yang sedang melihatnya dengan tanya.


"Maafkan aku tuan. Tolong jangan pedulikan pertanyaan ku tadi".


Aliya mengusap wajahnya, ia lalu mendengar suara Leonard tersenyum membuat ia langsung melihat wajah Leonard itu lagi. Tetapi wajah Leonard masih melihatnya tanpa ekspresi.


"Ooo, kenapa aku mendengar...


Tok... Tok....


"Leo, ini mama. Boleh mama masuk sayang?" tanya Zakira.


Leonard lalu berjalan membukakan pintu untuk Zakira. "Ada apa ma?".


Aliya tersenyum tipis, "Ini nyonya, aku sedang menganti sprei bedcover tempat tidur tuan Leo".


"Oh, ganti-lah. Sprei gantinya ada di dalam ruangan itu. Kamu masuk saja ke dalam".


Mengetahui tempat itu, Aliya pun tersenyum senang segera memasuki ruangan itu menemukan lemari khusus sprei tempat tidur Leonard dan juga ia melihat disana semua pakaian Leonard tersusun rapi.



"Wah, tapi disana kenapa ada sepatu wanita?".


Sedangkan Leonard melihat Zakira tersenyum sedari tadi kepadanya membuat ia heran.


"Ada apa ma?".


"Ayo turun, kamu kedatangan tamu spesial".


"Siapa?".


"Ayo turun, nanti kamu akan tau sendiri. Ayo sayang, sekalian kita makan malam bersama".


Sekeluarnya kedua orang itu, tidak lama kemudian Aliya keluar membawa sprei bersih dari dalam penyimpanan tidak menemukan Zakira dan Leonard lagi disana.

__ADS_1


"Mereka pasti sudah pergi. Sebaiknya aku selesaikan ini secepat mungkin sebelum tuan Leonard kembali".


20 menit lamanya, akhirnya Aliya selesai memasang. Ia pun pergi meninggalkan kamar Leonard membawa yang kotor ke belakang menemukan bibi Siti disana bersama dengan mereka yang tengah menikmati makan malam bersama.


"Aliya, kemarilah. Kamu taruh saja disitu dulu" ucap Mawar.


"Iya".


Aliya lalu datang menghampiri mereka, ia melihat makanan yang berada di atas meja itu begitu sangat enak yang belum pernah ia rasakan.


"Duduklah, ini untuk mu".


"Terima kasih Mawar".


Tanpa berlama-lama, Aliya pun segera melahap makan malamnya tanpa peduli dengan mereka yang sedang melihatnya sangat terburu-buru sekali sangking laparnya dirinya.


"Hahahaha... Pelan-pelan saja Aliya. Tidak akan ada yang mencuri makanan mu. Ini, kamu tambah lagi".


"Benarkah?".


"Iya, makanya aku bilang pelan-pelan saja. Tidak usah terburu-buru seperti itu".


"Tapi Mawar" Aliya menghentikan sendoknya melihat bekas bedcover kotor milik Leonard yang ia bawa dari sana belum semua.


"Apa?".


"Gawat, aku belum membawa semuanya Mawar. Dilantai itu masih ada yang tersisa".


"Ya sudah, ini sudah terlanjur. Lagian tuan Leonard pasti sedang makan malam ya kan? Kamu tidak menemukan tuan Leo disana?".


"Iya, tapi bagaimana kalau tuan Leo tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya? Tidak, sebaiknya aku ambil saja Mawar dari pada aku terkena marah olehnya lagi".


Mawar tersenyum, ia mengangguk tanda ia setuju sebaiknya Aliya mengambil barang kotor itu semua sebelum Leo tiba-tiba masuk kesana seperti kejadian tadi sore.


"Sepertinya kamu menyukai dia" ucap Tasya.


"Mmmmm, dia sama seperti aku waktu pertama kali datang kemari kak. Dia sangat polos".


Tidak menunggu lama, Aliya membawa yang tersisa itu menaruh di tempat pertama kali ia membawanya.


BBBRRRAAKKK...


"Aaakkhhh" Aliya terjatuh.


"UPS... Sorry" Tiara tersenyum mengejek kepadanya. "Aku tidak melihat mu ada disitu. Lagian kenapa kamu menaruhnya disini? Kamu pikir ini ruangan laundry? Sana bawa pergi".


Aliya melirik Mawar, "I-iya".


"Tunggu" Tiara mencoba menyentuh pakaian Aliya yang penuh dengan jahitan. "Ini, kamu pakai kain lap atau apa?".


Mendengar Tiara berkata seperti itu, mereka yang mendengarnya langsung tertawa membuat Mawar kesal kepada Tiara.

__ADS_1


"Yah...!".


"Kenapa?" balas Tiara kepada Mawar. "Apa aku salah? Aku mengatakan yang sebenarnya loh. Kamu lihat saja pakaian yang ia pakai. Bukankah ini seperti kain lap yang biasa di gunakan tukang bengkel jalanan hahahaha".


__ADS_2