
Sekarang hari sudah sore, kini waktunya mereka kembali pulang kerumah mereka masing-masing. Kemudian Bu Marni melihatnya, ia bertanya kepada Aliya kenapa ia belum pulang juga. Lalu Aliya menjawab kalau ia tidak memiliki rumah untuk tempat ia tinggal.
Si pemilik kedai nasi pun merasa kasihan, ia bertanya apakah ia mau tidur disana atau tidak, tapi tidak dengan alas tempat tidur, kalau Aliya mau, ia tidur di atas kursi panjang. Dengan senang hati, Aliya pun langsung mengangguk tanda ia mau.
"Ya sudah, kalau kamu mau menginap disini. Tolong kamu jaga kedai ini dengan baik. Kamu boleh memegang kunci ini".
Tetapi suaminya merasa kurang percaya kepada Aliya. Karna mereka juga baru mengenalnya, bahkan belum ada satu harinya lamanya. Namun karna itu permintaan istrinya, terpaksa ia mengalah membiarkan Aliya tinggal disana.
Hingga sekarang Aliya tinggal sendiri begitu mereka meninggalkan dirinya. Ia lalu tersenyum senang akhirnya ia mendapatkan tempat tinggal yang nyaman untuk ia tidur tanpa harus takut di ganggu oleh preman jalanan.
"Sebaiknya aku makam malam dulu sebelum tidur, karna sepertinya aku sudah mengantuk karna setengah harian aku bekerja. Tubuhku terasa pegal sekali".
Aliya membuka bungkusan nasi makan malamnya, ia melihat lauk pauk yang Marni berikan ayam panggang yang pastinya sangat ia sukai.
"Mmmmm, dari aromanya saja aku sangat menyukainya. Ini pasti sangat enak sekali".
Aliya memasukkan ke dalam mulut, seperti yang baru saja ia ucapkan. Rasanya benar-benar sangat enak sekali membuat ia tak henti-hentinya tersenyum senang.
"Aku tidak tau harus bagaimana lagi aku mengucapkan terimakasih banyak kepada Bu Marni. Dia baik sekali kepada ku, padahal aku baru saja mengenalnya hehehehe... Semoga saja rejeki Bu Marni selalu berlimpah. Amin".
Tidak lama setelah itu, ia selesai menikmati makan malamnya. Dan sebelum tidur, ia tidak lupa mencuci wajah dan menyikat gigi ratanya. Kemudian ia keluar, ia merasa sangat segar sekali setelah membersihkan tubuhnya.
"Sekarang waktunya aku tidur, semoga saja tidur ku nyenyak sekali" Aliya membaringkan tubuh, ia menggunakan tasnya sebagai bantal penopang kepala dan pakaian miliknya ia gunakan sebagai selimut menghangati tubuhnya.
Dan sebelum Aliya menutup mata, ia menyentuh perutnya. Ia merasakan sesuatu bergerak di dalam sana membuat ia tersenyum senang.
__ADS_1
"Wah, baru kali ini aku merasakan sesuatu bergerak di dalam perut ku. Selama ini aku tidak pernah merasakannya. Apa kamu juga merasa senang anak ku hehehehe... Terima kasih sudah ikut merasakan apa yang aku rasakan. Benar sekali, ibu mu ini sangat bahagia bisa mendapatkan pekerjaan disini dan juga tempat tinggal. Jadi untuk sementara waktu kita akan disini sampai kamu lahir ke dunia ini".
Dan lagi-lagi Aliya merasakan tendangan bayi kecilnya.
.
Sedangkan Leonard yang baru pulang dari kantor, ia melihat seisi rumah itu sudah terlihat sepi kecuali Zakira yang sedang menunggunya di ruang tamu.
"Leo, kenapa kamu baru pulang jam segini? Kamu mabuk?" ia mencium tubuh putranya itu berbau alkohol. "Kamu benar-benar minum ya Leo?".
"Mmmmm, ada apa ma? Kenapa mama menunggu ku jam segini?".
"Tidak apa-apa, mama hanya mengkhawatirkan kamu saja. Bagaimana bisa kamu menyetir mobil dengan keadaan seperti ini? Tolong jangan pernah mengulangi kesalahan ini lagi, mama mohon Leo".
"Mmmmm, aku sangat lelah sekali ma. Aku ingin istirahat".
"Tidak usah ma, aku ingin istirahat".
Leonard menaiki anak tangga menuju lantai kamarnya, dan di sana ia tak melihat seorang pun baik itu Naila dan Reza maupun Sandro dan kakak iparnya. Melihat itu, ia menebak kalau mereka semua sudah tidur. Ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
Ceklek!
Leonard membaringkan tubuhnya diatas ranjang, dengan kepala pusing ia mengangkat tangan kanannya diatas kepala. Ia tiba-tiba memikirkan Aliya, apakah anak itu sudah pergi meninggalkan rumahnya atau tidak. Merasa penasaran, ia bangkit berdiri keluar dari dalam kamarnya langsung menuju kamar Aliya.
Lalu melihat kamar tersebut tak sedikitpun dari dalam mengeluarkan bercahaya. Dengan rasa penasaran, ia masuk ke dalam melihat kamar Aliya begitu sangat gelap, itu tandanya Aliya tidak di sana.
__ADS_1
"Kemana perginya dia? Atau dia benar-benar pergi meninggalkan rumah ini?".
Leonard menyalakan lampu, ia melihat kamar itu tanpak begitu sangat sepi seperti tidak memiliki penghuni. Dan benar sekali, ia melihat pakaian dinas yang biasa Aliya pakai tergeletak diatas tempat tidur dengan bentuk terlipat.
"Jadi wanita itu benar-benar sudah pergi" ucapnya dalam hati. "Tapi kemana perginya dia? Apakah dia memiliki tempat tujuan?" Leonard merasa khawatir, bagaimana jika sesuatu terjadi kepada Aliya yang tengah mengandung? Atau tidak. Bagaimana jika hujan tiba-tiba turun seperti yang kemarin?.
Leonard lalu meninggalkan kamar Aliya, ia menuruni anak tangga menuju lantai basement rumahnya. Ia kemudian meminta kunci mobil kepada si penjaga disana sampai membuat si penjaga itu bingung ada apa dengan tuannya yang sedang buru-buru tidak ia tau arah tujuan Leonard mau kemana.
"Ada apa? Kenapa kamu melihatnya seperti itu?" tanya rekannya. "Biarkan saja, tuan Leo sudah lama seperti itu kalau tengah malam meminta kunci mobil".
"Iya, tapi ini berbeda. Kamu tidak melihat tadi kekhwatiran di wajah tuan Leo? Selama ini aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi? Bukankah begitu?".
"Tidak tau juga, semoga tidak ada sesuatu yang terjadi".
"Mmmmm, semoga saja".
.
Sekarang Leonard telah berada di jalan raya mencari keberadaan Aliya. Besar harapannya ia bertemu dengan wanita polos itu, karna mau bagaimana pun ia tidak tega kepadanya.
Namun sudah lebih 1 jam lamanya ia mencari keberadaan Aliya, tetapi ia belum juga menemukan tanda-tanda keberadaannya. Lalu Leonard menepikan mobilnya, ia melihat jembatan ada diseberang sana, ia lalu turun dari dalam, berjalan kearah jembatan tersebut untuk mencari keberadaan Aliya.
Dan begitu ia tiba disana, ia tetap juga tidak menemukan Aliya, bahkan dengan sangat jelas Leonard menyenter mereka satu persatu.
"Ck, kemana sebenarnya wanita itu pergi?" Leonard mulai merasa lelah, ditambah udara dingin di luar membuat ia tidak bisa berlama-lama disana. Leonard pun kembali masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Lalu kemana lagi aku mencarinya?".
Leonard terdiam, ia memikirkan kemana Aliya perginya. Dan sesuai dengan apa yang ia tebak, ia sangat yakin kalau Aliya masih berada di sekitaran tempat ia memarkirkan mobil. Hanya saja ia tidak tau cara harus bagaimana ia bisa menemukannya, karna ia sudah kelelahan.