Cinta Aliya

Cinta Aliya
Bab 7


__ADS_3

Sandro masuk ke dalam, ia melihat Leonard sedang sibuk dengan komputer yang berada di atas mejanya. Kemudian ia memanggil nama sang adik sambil tersenyum berkata, "Kamu sedang sibuk?".


"Mmmm" balas Leonard dengan gumaman saja.


"Oh, terus bagaimana dengan tamu disana?".


"Siapa?".


"Katanya mereka yang pernah mengajak mu berinvestasi di perusahaan mereka. Apakah kamu tidak mengingatnya?".


Leonard menghentikan tangannya, ia melihat Sandro dengan tatapan serius.


"Sebaiknya kamu temui saja mereka".


Tidak lama kemudian Bagas masuk ke dalam membawa dua gelas kopi untuk mereka.


"Bagas" panggil Leonard langsung.


"Iya tuan?".


"Suru mereka kemari".


"Baik tuan" jawab Bagas mengerti maksud dari perkataan Leonard. Ia pun segera pergi meninggalkan ruangan itu. Lalu Leonard menyuruh Sandro duduk sambil bergegas dari kursi kebesarannya.


"Terus bagaimana dengan acara makan malam nanti Leo? Kamu benar-benar tidak mau?".


"Mmmm, aku tidak punya waktu kesana".


"Kenapa?".


"Pekerjaan ku banyak".


"Ayolah Leo, malam ini saja kamu menuruti permintaan papa sama mama Leo. Tidakkah kamu kasihan kepada mereka?".


Leonard terdiam.


Tok... Tok...


"Masuk!" jawab Leonard.


Ketiga orang itu langsung masuk ke dalam melihat Leonard duduk di kursi sofa bersama dengan Sandro. "Ayo silahkan duduk" ucap Sandro tersenyum ramah.


"Terima kasih tuan".


Lalu Sandro bangkit berdiri, "Kamu pikirkan sekali lagi. Aku berharap keputusan kamu tidak mengecewakan papa sama mama. Aku pergi dulu".


Leonard tidak peduli, kemudian ia melihat ketiga orang itu dengan wajah serius. "Ada hal penting apa kalian ini kemari?" tanyanya.

__ADS_1


"Begini tuan, sebelumnya kita sudah pernah membicarakan mengenai tuan Leonard yang mau bergabung di perusahaan kami. Jadi kami disini meminta jawaban tuan Leo, bagaimana dengan keputusan tuan? Kami sangat berharap sekali".


Leonard terdiam, ia memainkan kelima jarinya di samping sofa sembari memikirkan apa yang baru saja mereka katakan. Setelah itu ia melihat Bagas, "Baiklah kalau begitu, saya bersedia bergabung dengan perusahaan kalian" jawab Leonard.


Ketiga orang itu pun langsung tersenyum bahagia tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih banyak kepada Leonard telah bersedia bergabung di perusahaan mereka.


Tidak lama kemudian mereka pergi, Leonard menyandarkan kepala di balik penghalang sofa menatap keatas langit-langit dengan suara helaan nafas berat.


"Ada apa tuan?" tanya Bagas.


"Tidak ada apa-apa. Jam berapa sekarang?".


Bagas melirik jam tangannya, "Jam 10:5 menit tuan".


"Meeting pagi ini jam berapa?".


"Jam 11.00 tuan".


"Baiklah".


Setelah itu Leonard kembali ke kursi kebesarannya.


.


Hari semakin siang, matahari begitu sangat cerah ditambah angin sepoi-sepoi mengipasi wajah cantik Aliya yang sedang berteduh di salah satu pohon besar yang berada di pinggir jalan.


"Aku pengen jadi orang kaya. Rasanya pasti sangat bahagia".


Aliya menutup kedua mata itu lagi, "Terus apa yang harus aku lakukan? Sedari tadi aku berkeliling-liling mencari pekerjaan tapi tak kunjung aku temukan. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Kenapa begitu banyak toko yang ku jalani tak satu orang pun yang berniat menerima ku bekerja" Aliya menangis dalam hati.


Setelah 20 menit lamanya merenung, Aliya bangkit berdiri. Ia menarik nafas panjang sambil berkata dalam hati, "Aku pasti mendapatkan pekerjaan itu. Ayo semangat Aliya".


Namun saat Aliya hendak melangkah pergi, tiba-tiba seseorang berdiri di hadapannya dengan cara menghalangi jalan Aliya. Lalu pria itu tersenyum kepadanya di balas oleh Aliya dengan polos.


"Kamu mengenal ku?" tanya Aliya.


Dan lagi-lagi pria itu tersenyum, "Perkenalkan nama saya Anton dari perusahaan CJ Group" jawab Anton memberikan kartu namanya di hadapan Aliya.


"Lalu?" Aliya bingung.


"Begini, saya sedang menerima karyawan wanita sebagai....


"Aaarrrkkkhh" teriak Aliya membuat Anton kaget. "Hahahaha... Benarkah bapak ini mau menerima aku bekerja di perusahaan bapak?".


"I-iya".


"Aaarrrkkkhh.. Yeeee.... Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan juga hahahaha.. Terima kasih Tuhan, terima kasih hehehehe.. Terus, kapan aku mulai bekerja pak?" tanya Aliya bersemangat.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kalau boleh tau pengalaman apa yang sudah pernah kamu dapatkan sebelum bekerja di perusahaan kami. Karna kami tidak semudah itu juga menerima karyawan".


"Apa?" kaget Aliya.


"Iya, tadi saya sangat tertarik kepada saudari..


"Aliya pak".


"Iya sadari Aliya. Kamu memiliki postur tubuh yang bagus dan juga memiliki wajah yang cantik. Karna itu saya datang kemari menghampiri mu".


Aliya pun kembali lemas, "Oh begitu ya pak. Maaf, aku belum pernah mendapatkan pengalaman kerja ditempat mana pun. Tapi, tadi bapak bilang bapak ini tertarik kepada ku karna aku memilih postur tubuh yang bagus dan juga memiliki wajah yang cantik. Kenapa bapak tidak menerima ku saja? Aku berjanji akan bekerja dengan baik".


"Iya, tadi itu saya tertarik kepada mu karena memiliki selera perusahaan kami. Tapi saya harus minta maaf karna Aliya tidak mempunyai pengalaman yang kami butuhkan. Kalau begitu saya permisi dulu".


"Tapi pak... Hhhmmss, main pergi saja. Bagaimana ini? Tadi itu aku sudah sangat bahagia sekali akhirnya aku mendapatkan pekerjaan juga. Tapi nyatanya tidak seperti yang aku inginkan. Ya sudahlah, mungkin belum waktunya. Kalau gitu aku akan mencari pekerjaan di perusahaan lain saja".


Aliya kembali melanjutkan perjalannya, ia melihat sebuah toko pakaian anak bertuliskan menerima karyawan/karyawati. Berkata dalam hati semoga di terima, Aliya langsung masuk ke dalam menemui salah satu karyawan itu.


"Permisi bang" ucap Aliya menyapa.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


"Begini bang, tadi dari luar aku melihat disini menerima pekerjaan ya bang. Apa itu benar?".


"Iya itu benar".


Aliya tertawa senang, "Kalau begitu bang aku mau bekerja disini. Terus kapan aku mulainya bang?".


Si pria itu bingung, "Maksudnya?".


"Hhhmmm? Akh, tadi kan Abang bilang kalau di toko ini menerima karyawan. Jadi aku mau bekerja disini bang. Karna itu aku bertanya kapan aku mulai bekerja".


Kemudian salah satu karyawan lainya menghampiri mereka. "Ada apa?" tanyanya.


Pria yang tadi Aliya ajak bicara tertawa kecil, "Jaman sekarang ada-ada saja. Bagaimana mungkin dia di terima bekerja di toko ini tanpa membawa berkas-berkasnya? Sebaiknya anda ini pergi saja".


"Tapi bang..


"Sudah sana pergi, dasar wanita aneh" ia pun mendorong tubuh Aliya pergi keluar meninggalkan toko mereka.


Namun, "Tunggu" ucap si pria itu menghentikan Aliya dan rekannya itu. "Kamu mau bekerja disini?".


"Apa? Akh iya, aku ingin bekerja disini bang" jawab Aliya langsung.


"Baiklah, kalau begitu kamu datang lagi kemari besok pagi bawa semua formulir yang kami butuhkan. Setelah itu HRD kami akan memeriksanya dan melakukan interview, jika kamu berhasil kamu akan bekerja di toko ini mmmm".


Aliya pun terdiam, setelah itu ia pergi begitu saja meninggalkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2