Cinta Aliya

Cinta Aliya
Bab 37


__ADS_3

Masih berada di kantor, dengan wajah letih Leonard menyadarkan tubuhnya. Ia mengusap wajahnya berulang kali sambil memikirkan apa yang sedang wanita itu lakukan.


Tok.. Tok...


Ceklek!


"Tuan, sudah saatnya pulang. Sekarang jam 7 malam" ucap Bagas memberitahu.


Leonard mengangguk, ia lalu membereskan meja kerjanya sambil bertanya kapan tanggal pemotretan akan berlangsung di jawab oleh Bagas besok sekitar jam 10 pagi.


.


Sesampainya Leonard dirumah, ia melihat Nindi berdiri di depan pintu membuat ia bertanya dalam hati apa yang sedang wanita itu lakukan disana. Tidak lama setelah itu, Nindi melihat kepadanya dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Leo!".


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?".


Nindi mengeluarkan ponselnya, "Kamu lihat ini. Siapa wanita ini Leo? Jangan bilang kalau dia adalah Sinta".


Leonard tersenyum, wanita itu benar-benar sangat picik seperti yang sudah ia bayangkan.


"Kalau kamu sudah tau kenapa kamu masih bertanya kepada ku? Benar, dia adalah Sinta adik kamu sendiri. Ais, aku tidak menyangka kalau wanita itu akan sepicik ini".


"Maksud kamu?".


Tertawa, "Lihatlah, bagaimana bisa dia mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sinta sekarang jadi model dari bren yang sebentar lagi kami terjunkan".


"Apa?" Nindi kaget tidak percaya kalau adiknya itu sudah melampaui dirinya. "Jadi...


"Mmmm, dan dia juga membuat persyaratan dengan ku hahahhaha... Lihatlah betapa liciknya adik mu itu. Aku tidak menyangka kalau dia membuat persyaratan seperti itu, dia mengajak ku berkencan selama 5 hari berturut-turut".


Nindi terdiam, ia terlihat sangat marah kepada adiknya itu yang sudah berani menikung kakaknya sendiri. Kemudian Nindi pergi meninggalkan Leonard, dan ia tidak peduli lagi untuk menyapa kedua orang tua Leonard yang sedang berada di ruang keluarga.


"Aku pulang" ucap Leonard.

__ADS_1


Zakira lalu tersenyum menyambut kedatangan putranya itu, "Loh, Nindi ya mana sayang? Katanya dia mau kemari".


"Dia baru saja pulang, ada urusan penting".


"Kamu bertemu dimana dengannya? Kalau sudah dirumah kenapa tidak... Tidak apa-apa, jika mama mengatakan itu mama seperti terlihat begitu sangat egois" Zakira tersenyum mengusap kedua lengan Leonard. "Naiklah, kamu pasti sangat lelah sekali".


Namun saat Leonard hendak melangkahkan kedua kakinya menaiki anak tangga. Reza datang memanggil namanya, "Paman!" Reza berdiri di hadapannya. "Paman! Dimana bibi yang kemarin? Aku sudah mencarinya sampai kemana-mana tapi aku tidak berhasil menemukan dia? Paman tidak mengusirnya dari rumah ini kan?".


Zakira penasaran, ia lalu bertanya siapa wanita yang Reza maksud. Kemudian Reza menjawab kalau wanita yang ia maksud adalah Aliya, dan bertanya kepadanya dimanakah wanita itu sekarang.


"Dia tidak di rumah ini lagi Reza. Dia sudah pergi jauh" jawab Leonard.


"Hhhmm? Dia sudah pergi? Paman mengusirnya? Kenapa paman mengusirnya? Kenapa paman tega mengusirnya?" kedua mata Reza menunjukkan kesedihan disana membuat Zakira semakin heran kepada cucunya itu.


"Reza! Ada apa? Kenapa kamu sedih seperti ini? Jangan bilang cucu Oma sedih hanya karna wanita pelayan itu?".


"Aarrkkhhh... Mmmmm... Reza sedih karna wanita pelayan itu Oma hiks.. hiks..".


Kemudian Sandro yang melihatnya dibuat tertawa gemas saat putranya itu benar-benar menangis dan itu hanya karna seorang pelayan yang tidak terlihat dekat dengannya.


"Astaga Reza! Oma tidak salah lihat kamu menangis hanya karna dia? Dia itu hanya seorang pelayan dan wanita itu juga tidak pernah melayani mu".


"Reza!" Leonard menarik dan langsung menutup mulut keponakannya itu dengan tangan. "Hahahaha.. Tidak usah mendengarkan anak kecil ini, dia itu hanya..


"Paman!" dengan kesal Reza menepis tangannya menatap Leonard dengan tajam. "Aku yakin pasti paman sendiri kan yang mengusir bibi itu dari sini? Ayo paman mengaku kepada ku, kalau tidak aku akan memberitahu mereka kalau paman....


"Baiklah! Iya paman sendiri yang mengusir wanita itu dari sini".


"Apa? Jadi paman yang mengusir bibi itu dari rumah ini? Paman benar-benar jahat, paman sangat jahat" Reza membentaknya.


Leonard terdiam, ia melihat anak kecil itu benar-benar sangat marah kepadanya dengan mata memerah.


"Paman minta maaf".


"Tidak, sebelum paman membawanya kemari aku tidak akan memaafkan paman".

__ADS_1


"Apa?".


"Iya, sebelum paman membawanya kemari aku tidak akan memaafkan paman. Sampai kapan pun".


Zakira lalu memberitahu kalau yang sebenarnya mengusir wanita itu bukanlah Leonard pamannya, melainkan dia sendiri yang sudah mengusir Aliya dari sana.


Reza yang mendengarnya mengusap air mata, ia bertanya kenapa Oma ya sendiri tega mengusir wanita sebaik Aliya yang terlihat begitu sangat polos.


Zakira melihat mereka semua, dan berkata kalau ia sangat berat sekali memberitahu alasan dirinya mengusir Aliya dari rumah itu. Namun melihat Reza yang penasaran alasan Oma ya mengusir Aliya terpaksa harus memberitahu mereka agar Reza tidak menyalahkannya.


"Oma sengaja mengusir dia sayang karna wanita itu sudah berani menginjakkan kedua kakinya kerumah ini dengan...


"Apa karna bibi itu hamil Oma?".


"Apa?" mereka yang mendengarnya di buat terkejut begitu juga dengan Zakira bagaimana bisa anak kecil itu tau. "Aku tau kalau bibi itu sedang hamil Oma".


Flashback


Saat itu Reza melihat Aliya berada di taman belakang duduk seorang diri sambil mengusap perutnya dan berkata. "Anak ku sayang, jika kamu sudah semakin membesar di dalam perut ku, kita pasti akan di usir dari rumah ini. Ibu mu ini tidak tau kemana kita akan pergi! Apakah kita akan hidup di jalanan?".


Reza merasa sedih, ia lalu pergi meninggalkan Aliya. Dan saat itu juga ia ingin sekali melindungi Aliya bagaimana pun caranya, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa selain menjaga rahasianya karna ia masih bocah kecil.


*******


"Reza!" kaget Sandro bersama istrinya. "Kamu baru saja bilang apa?".


"Iya pa, aku tau kalau bibi itu sedang hamil karna itu aku merasa kasihan kepadanya".


"Reza, jawab mama jujur bagaimana kamu bisa tau kalau bibi itu hamil? Dia tidak sedang menghasut mu kan?".


"Tidak ma, kemarin Reza tidak sengaja mendengar bibi itu berkata demikian saat berada di taman".


"Ya sudah, mama percaya sama kamu sayang. Tapi sebaiknya kamu tidak usah ikut campur urusan orang dewasa, dan kalau suatu saat nanti kamu bertemu dengan dia, kamu pura-pura saja tidak mengenalnya".


"Kenapa ma? Kenapa aku harus pura-pura tidak mengenal bibi itu? Bibi itu sangat baik ma, bibi itu bukan orang jahat seperti yang mama pernah lihat dimana-mana".

__ADS_1


"Reza, mama mohon kamu jangan keras kepala seperti ini. Kamu itu masih anak kecil dan kamu bisa saja di maafkan oleh dia. Kamu mengerti kan maksud mama sayang?".


Zakira pun langsung membenarkan perkataan istri Sandro kalau Reza tidak baik jika ia sampai bertemu dengannya.


__ADS_2