Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 11


__ADS_3

Pulang kerja Doni langsung mandi, selesai mandi dia duduk santai sambil menikmati sebatang r***k ditangannya. Tiba-tiba ponselnya berdering, dilihatnya panggilan suara dari nomor baru. Doni menebak, pastilah itu nomor Maya. Doni langsung mengangkat teleponnya dan benar saja itu telpon dari Maya. Sepertinya Maya benar-benar tertarik dengan Doni, dia begitu agresif mendekati Doni.


"Hai Don, ini aku Maya. Malam ini kita bisa ketemuan gak? aku pengen traktir kamu, aku belum tenang kalau belum membalas kebaikanmu," ucap Maya lewat telpon tanpa malu-malu.


Doni terdiam sesaat, entah apa yang dia pikirkan. Tapi yang jelas dia mulai penasaran siapakah Maya yang sesungguhnya.


"Oke kalau kamu memaksa, kita mau ketemuan dimana?"


"Tenang saja, aku akan menjemputmu. Kamu kasih tau aja alamat kamu,"


Doni pun menuruti permintaan Maya, karena dia juga bingung mau pergi pakai apa, motor Rudi pun sudah tidak layak untuk dibawa pergi kencan. Akhirnya, malam pun tiba, Doni pun memutuskan menunggu di depan warung di pinggir jalan raya, karena jalan menuju kontrakan Rudi melewati gang sempit yang tidak bisa dilalui mobil.


Setelah menunggu beberapa menit, Maya pun tiba. Dia datang sendiri dengan mengendarai mobil yang berbeda dari yang tadi siang dia pakai. Doni pun semakin penasaran, siapa Maya sesungguhnya.


"Kamu bisa menyetir?" tanya Maya.


"Hehe...enggak," jawab Doni malu-malu.


"Oke, gak masalah. Kita langsung berangkat," ucap Maya yang langsung menjalankan mobilnya.


Disepanjang jalan mereka mengobrol, ini kesempatan Doni untuk tau lebih banyak tentang Maya. Doni pun menghujani Maya dengan sejumlah pertanyaan masalah pribadinya. Maya pun menjawab semua pertanyaan Doni dengan santai dan jujur apa adanya.


Dari obrolan mereka, diketahui bahwa ternyata Maya seorang janda beranak satu yang memiliki salah satu perusahaan ternama di Jakarta. Suaminya sudah lama meninggal, sejak anak perempuannya masih berusia tiga tahun, sedangkan anaknya sekarang sudah duduk di bangku kelas lima SD.

__ADS_1


Tidak terasa, akhirnya mereka pun sampai di sebuah restoran mewah, salah satu tempat favorit Maya. Doni pun merasa sedikit minder, memasuki restoran mewah dengan hanya mengantongi uang seratus ribu rupiah. Dia mengira kalau Maya akan mentraktirnya di tempat makan biasa, sehingga dia bisa membayarnya dengan uangnya. Tapi ditempat ini, jangankan berniat membayar makanannya, masuknya saja dia tidak pernah bermimpi.


Setelah semua makanan dihidangkan, mereka pun menyantap makanan pesanan mereka yang tentunya masih sambil mengobrol.


"Aku sudah cerita semua tentang aku, sekarang giliran mu," ucap Maya yang mulai menanyakan satu per satu latar belakang Doni.


Doni pun menjawab semua pertanyaan Maya dengan jujur, kalau dia orang miskin dari desa yang datang ke Jakarta mencari pekerjaan, Doni juga mengatakan kalau dia sudah tidak mempunyai orang tua. Sampai pada akhirnya Maya menanyakan status Doni, apakah Doni sudah memiliki seorang pacar atau istri atau mungkin seorang duda.


Untuk pertanyaan kali ini Doni justru malah berbohong, dia mengatakan kalau dia belum mempunyai seorang pacar.


"Alah, kamu pasti bohong kan. Gak mungkin cowok keren kayak kamu gak punya pacar,"


"Beneran aku gak bohong, lagian siapa juga yang mau sama cowok miskin seperti aku,"


"Beneran juga gak pa-pa," jawab Doni sambil menatap wajah Maya, yang membuat Maya jadi serba salah.


Sepertinya Doni memiliki pikiran jahat, awalnya dia tidak punya perasaan apa-apa terhadap Maya, tapi setelah dia tau kalau Maya seorang janda kaya raya, dia jadi berubah pikiran. Dia sekarang justru ingin mendekati Maya, sampai dia melupakan Erina dan menganggap Erina tidak pernah ada dalam kehidupannya.


Sudah jelas, Doni mendekati Maya bukan karena menyukai Maya, melainkan hanya tertarik dengan kekayaan Maya. Dia membayangkan seandainya menikah dengan Maya, tentunya dia bisa menikmati seluruh kekayaan Maya, tanpa dia harus bersusah payah mendapatkannya.


Setelah selesai makan, mereka pun memutuskan untuk langsung pulang, karena Maya tidak bisa meninggalkan putrinya terlalu lama. Doni sangat terkejut, setelah ditotal harga makanan yang mereka makan sangat mahal, total semuanya hampir mencapai satu juta.


Inilah awal kedekatan mereka, semakin hari mereka semakin dekat. Sepertinya Maya benar-benar sudah jatuh cinta dengan Doni. Tapi untuk menikah, dia masih perlu waktu. Mengingat dia yang sudah menjadi seorang janda dengan satu anak, tentunya dia tidak hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri, melainkan kebahagiaan putrinya juga. Dia pun tergantung pada anaknya, apakah anaknya bisa menerima Doni atau tidak, itu yang membuat Maya tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan.

__ADS_1


Tidak terasa sudah satu bulan mereka menjalin hubungan, Doni pun berusaha menjauhi Erina. Sepertinya dia lebih memilih Maya yang kaya raya, ketimbang Erina yang selama ini mencintainya dengan sepenuh hati.


Doni yang sudah jarang menemui Erina, membuat Erina semakin gelisah. Erina bisa merasakan perubahan Doni yang begitu drastis, yang membuatnya hanya bisa menangis dan pasrah.


Di sisi lain, hutang Doni semakin menumpuk. Hampir setiap hari dia ditagih hutang. Bahkan dia sering mendapat keroyokan dari orang-orang yang kesal karena uang mereka belum juga dikembalikan. Malam ini dia kalah judi lagi, uangnya benar-benar sudah terkuras habis kali ini. Dia pun pulang dengan kekesalan dan kekecewaan yang mendalam serta rasa emosi yang meluap-luap.


Disepanjang jalan doni terus saja mengucapkan kata-kata kasar, sepertinya dia belum bisa menerima kekalahannya. Di tengah jalan dia bertemu dengan tiga temannya yang baru saja pulang dari kebiasaan mereka, yakni pergi ke tempat pelacuran. Ketiga temannya itu adalah Yudi, Niko dan Iyan. Mereka bertiga adalah orang-orang kaya yang kebetulan hobinya sama, yakni pergi ke tempat seperti itu untuk memuaskan hasrat seksual mereka. Mereka tidak tanggung-tanggung, terkadang sampai mengeluarkan uang jutaan hanya untuk bersenang-senang dengan wanita-wanita penghibur itu. Mereka menghentikan motor mereka, lalu menyapa Doni.


"Hai Don, kok kayaknya kamu lesu banget. Kenapa? kamu kalah judi lagi ya?" tanya Yudi.


"Iya nih, dan habis-habisan aku malam ini, sialan! kalian sendiri darimana? pasti abis ngabisin duit juga kan?"


"Iyalah kamu tau sendiri, tapi walaupun uang kita habis kita happy.Ya nggak bro?" tanya Yudi dengan kedua temannya.


"Yo'i, kita happy banget," jawab Iyan.


"Sudahlah aku mau pulang, pusing aku dah gak punya uang," ucap Doni yang langsung melangkah berniat meninggalkan mereka.


"Tunggu Don, kamu beneran butuh uang? kalau iya, kita kasih uang berapa pun kamu mau asal kamu mau menyediakan barang untuk kita. Tapi yang asli, bukan dari tempat hiburan. Kita ingin mencoba yang asli dulu, ya nggak bro?" tanya Yudi kepada kedua temannya lagi.


"Yo'i..." timbal Niko.


"Iya, nanti aku pikirkan. Aku mau pulang dulu, ngantuk," jawab Doni yang langsung pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Doni yang sedang kesal dengan kekalahannya, belum bisa memikirkan perkataan Yudi, dia mempercepat langkahnya dan setibanya di kontrakan dia pun langsung tidur.


__ADS_2