
Semakin hari, hubungan Erina dan Dilan pun semakin dekat. Meski Erina telah menceritakan semua tentang masa lalunya kepada Dilan, namun itu tidak mengurangi sedikitpun rasa cinta Dilan pada Erina. Dia terima masa lalu Erina, semua kekurangan dan kelebihan Erina dan tetap mencintai Erina sepenuh dan setulus hatinya.
Mereka berdua seakan tidak dapat dipisahkan lagi, hampir setiap hari mereka bertemu, meski hanya saat mereka berolahraga di pagi hari, backstreet adalah cara satu-satunya agar hubungan mereka bisa aman tanpa gangguan dari siapapun juga, termasuk dari Rossa yang melarang keras Erina membuka hati untuk seorang laki-laki manapun.
Namun meski mereka berdua sudah berusaha merahasiakan hubungan mereka, lama-lama Rossa pun mulai curiga. Semua terlihat jelas dari perubahan sikap Erina yang jarang ngobrol dengan Rossa dan memilih mengurung diri dikamar, bukan istirahat, melainkan berkomunikasi dengan Dilan lewat ponselnya, lantaran mereka tidak bisa sering-sering bertemu. Erina pun kini tidak lagi bersemangat untuk membalas dendam pada Doni, dia seolah tidak perduli lagi dengan Doni.
Semua tingkah Erina jelas membuat Rossa marah, akhirnya dia pun mencari tau apa yang membuat perubahan pada sikap Erina. Rossa pun menyuruh anak buahnya mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Erina sampai dia bisa berubah seperti ini.
Setelah beberapa kali mengikuti Erina, anak buah Rossa sangat yakin kalau yang setia pagi bersama Erina itu adalah kekasih Erina yang baru. Kemesraan, canda tawa keduanya kala bertemu membuktikan kalau mereka berdua benar-benar saling mencintai satu sama lain.
Setelah mendapat laporan dari anak buahnya, Rossa pun memberi perintah selanjutnya pada anak buahnya, yakni mencari tau siapa kekasih Erina itu.
Tidak butuh waktu lama, informasi lengkap tentang kekasih Erina pun sudah diperoleh Rossa dengan mudah. Rossa semakin marah saat tau kalau kekasih Erina ternyata anak dari Kusuma, laki-laki hidung belang yang selama ini menjadi pelanggannya yang paling setia dan yang tergila-gila padanya meski sudah mempunyai dua istri.
__ADS_1
Setelah mendapatkan semua informasi, dengan terus mencoba menahan amarahnya, Rossa menemui Erina di kamarnya.
Rossa mengetuk pintu kamar Erina, yang sekarang selalu Erina kunci.
"Tok...tok...tok..."
"Ya sebentar," seru Erina dari dalam yang langsung menutup telponnya. Seperti biasa, lagi-lagi Erina sedang berkomunikasi dengan Dilan di telepon.
"Tante kecewa sama kamu, sangat-sangat kecewa," ucap Rossa sambil menatap tajam ke arah Erina.
"Maksud Tante apa? kecewa kenapa? Erina salah apa Tante?"
"Sudah sejauh mana hubungan kamu dengan Dilan?" tanya Rossa tanpa basa-basi lagi.
__ADS_1
"Maafin Erin Tante, Erin sangat mencintai Kak Dilan. Er..."
"Cukup! sudah Tante peringatkan, jangan pernah bermain hati dengan pria manapun, jangan ada lagi cinta. Tapi apa ini? belum puas kamu disakiti ha? masih kurang kamu merasakan penderitaan karena laki-laki, semua laki-laki sama saja Rin, habis manis sepah dibuang. Jadi Tante minta sama kamu, tinggalkan Dilan, dia tidak lebih baik dari bapaknya si Kusuma itu, mereka sama saja, sama-sama brengsek!" kecam Rossa.
"Jujur, Erina baru tau kalau kak Dilan putra pak Kusuma, tapi Erin yakin Tante, dia tidak seperti ayahnya. Kak Dilan baik, penyayang, dia juga sangat menghargai seorang wanita. Erina cinta sama dia Tante, Erina gak bisa tinggalin dia, kita saling mencintai Tante, maafin Erin, Erin benar-benar gak bisa tinggalin kak Dilan," ucap Erina yang tidak bisa lagi menahan air matanya.
"Tante benar-benar kecewa sama kamu Erin, kamu tau, kamu sudah melukai hati Tante. Kamu gak perduli lagi sama Tante, kamu gak sayang lagi sama Tante. Balas dendam kamu, semua rencana kita, kebersamaan kita, kebahagiaan kita, semua sudah berantakan. Semua sudah hancur, kamu sadar itu semua karena apa? karena satu kebodohan kamu ini," Rossa tetap tidak bisa menahan rasa kesalnya pada Erina.
"Maafin Erin Tante, maafin Erin. Jujur, Erina sudah tidak tahan lagi dekat dengan Doni, sudah cukup Erina memanfaatkannya, sekarang kita tinggal tunggu istrinya menendangnya dari rumahnya, karena perusahaannya Erin dengar sudah mulai mengalami kebangkrutan, karena Doni selama ini memakai uang perusahaan untuk memberikan kemewahan untuk ku, perhiasan, mobil, barang-barang mewah lainnya. Juga rumah yang dia beli atas namaku, yang dia rencanakan untuk rumah yang akan kita tempati nanti kalau kita menikah. Aku yakin, Doni tidak akan lolos dari istrinya. Tante tidak usah khawatir masalah Doni, Erin sudah anggap selesai tugas Erin menghancurkan Doni. Kita tinggal menonton hasilnya," ucap Erina dengan rasa puas.
"Bagus kalau gitu, tapi tetap saja Tante tidak terima karena kamu sudah menghianati Tante, Tante tidak bisa memaafkan mu sebelum kamu meninggalkan Dilan," ucap Rossa yang langsung keluar dari kamar Erina.
Erina pun hanya bisa membiarkan Rossa pergi, percuma juga mencegahnya. Rossa kini sedang emosi, Erina tidak berani mengajaknya berdebat, takut hanya akan memperkeruh masalah. Erina akan bicara lagi, saat Rossa sudah mulai merasa tenang kembali, agar masalah mereka bisa terselesaikan.
__ADS_1