Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 19


__ADS_3

Rossa menarik nafas panjang, dia pun mulai menceritakan masa lalunya yang hampir sama dengan Erina, yakni dicampakkan oleh orang yang mereka sayangi.


"Masa lalu Tante hampir sama sepertimu, di khianati oleh orang yang sangat kita sayang. Sama, Tante juga awalnya dari desa. Kami berangkat ke Jakarta ini bertiga. Tante, pacar Tante dan teman Tante perempuan yang ternyata mereka berdua selingkuh dibelakang ku. Mereka sama-sama brengsek, mereka juga menjual ku untuk mendapatkan uang. Setelah itu mereka pun menghilang. Setelah orang-orang yang membeli ku puas, mereka pun membuang ku seperti sampah. Berbulan-bulan Tante hidup menjadi gelandangan, tidak punya tempat tinggal sama seperti yang kamu alami. Sampai suatu hari, Tante bertemu seorang teman yang mengajak Tante menjadi seorang kupu-kupu malam. Dari situlah akhirnya Tante bangkit dan bisa membalaskan dendam Tante pada pacar dan teman Tante yang sudah membuat Tante menderita. Mereka tante buat saling membenci, lalu berpisah. Tapi itu belum juga membuat Tante puas, Tante buat teman Tante merasakan apa yang dulu dia perbuat pada Tante, sampai akhirnya dia depresi lalu bunuh diri. Sementara pacar Tante, Tante habisi dia, barulah bisa membuat Tante puas,"


Mendengar cerita Rossa, Erina menjadi ketakutan. Bagaimana Erina tidak ketakutan, Rossa dulu seorang kupu-kupu malam, dia juga tega bisa sampai membunuh. Erina pun langsung menangis histeris.


"Tante, Erina gak mau Tante. Erina gak mau seperti Tante, Erina gak mau jadi kupu-kupu malam. Tolong biarkan Erina pergi dari sini," ucap Erina yang langsung akan turun dari ranjang. Dia takut Rossa akan menjualnya.


Namun dengan cepat, Rossa menarik tangan Erina lalu menggenggam tangan Erina.


"Tenang sayang, tenanglah. Tante tidak sejahat itu. Tante tidak akan menjadikanmu seorang pe****r. Tante ikhlas bantu kamu, Tante sayang sama kamu. Jangan tinggalin Tante ya, Tante sendiri, Tante tidak punya siapa-siapa lagi. Tante mohon jangan tinggalin Tante ya,"


"Beneran Tante gak ada niat jahat sama Erina? Erina takut Tante. Erina sudah cukup menderita, Erina tidak mau lebih menderita lagi. Tante pernah mengalami hal yang sama seperti Erina, Tante bisa mengerti kan bagaimana perasaan Erina saat ini,"


"Iya Erin, Tante tidak ada niat jahat sedikitpun sama kamu. Meskipun masa lalu kita sama, bukan berarti Tante juga ingin kamu seperti Tante. percayalah, Tante sayang sama kamu, karena kamu gadis yang baik,"

__ADS_1


Erina terdiam, dia berusaha mencerna ucapan Rossa. dia berfikir, yang dikatakan Rossa memang sepertinya benar, kalau Rossa ingin menjualnya, tentulah dia tidak akan diperlakukan sebaik ini. Tapi dari awal bertemu sampai sekarang, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau dia akan dijual. Akhirnya Erina pun percaya, kalau Rossa benar-benar tulus membantunya, tanpa ada niat yang buruk.


"Baiklah Tante, Erina tidak akan tinggalin Tante. Erina juga sayang sama Tante. Nasib kita sama Tante, cuma Tante lebih kuat dibanding Erina. Erina lemah Tante, Erina selalu dihantui rasa takut yang mendalam, Erina trauma dengan semua yang terjadi dalam hidup Erina,"


"Kamu tenang saja, kamu bisa kok kuat seperti Tante. Kamu hanya butuh sedikit waktu untuk bisa menjadi kuat, jangan khawatir, Tante akan membantumu. Sudahlah, kita berhenti dulu membahas soal ini, aku kasihan sama kamu, kamu pasti sangat tertekan. Kita bahas yang lain dulu ya. Kalau gak kita ngemil dulu," ucap Rossa sambil mengambil beberapa makanan dan minuman di meja.


Mereka pun ngobrol, bercanda sambil ngemil. Erina terlihat sangat bahagia, dia tidak menyangka kalau Rossa bisa jadi apa saja dalam hidupnya. Bisa jadi ibu, yang bisa menenangkannya, bisa jadi seorang kakak yang bisa memarahinya dan bisa jadi seorang teman yang bisa diajak bercanda dan tertawa lepas. Masa lalu mereka yang sama, membuat mereka mudah akrab.


Setelah Erina terlihat lebih tenang, Rossa membahas lagi masalah Erina. Dia menanyakan apa yang ingin Erina lakukan selanjutnya. Apapun itu, Rossa akan siap membantu.


"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


"Ini nih, yang bikin Tante gak suka. Bagaimana kamu bisa kuat, tegar, kalau kamu saja tidak punya tujuan hidup. Kamu terlalu lemah Erin, kamu tidak bisa seperti ini terus, selalu pasrah dengan keadaan. Ayo dong sayang semangat, apa jangan-jangan kamu masih mencintai Doni?"


"Sama sekali tidak Tante, justru saat ini Doni adalah orang yang paling aku benci. Aku pun ingin dia merasakan apa yang aku rasakan. Aku benci dia Tante, aku benar-benar sangat membencinya. Aku tidak rela Tante, melihat dia bahagia dengan wanita lain, setelah apa yang sudah dia lakukan pada Erin,"

__ADS_1


"Kalau begitu, Tante akan membantumu mewujudkan keinginanmu. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, Tante mendukungmu. Katakan, apa yang ingin kamu lakukan?"


Sesaat Erina terdiam, Setelah itu dia pun mengatakan apa yang dia inginkan.


"Erina ingin Doni kembali mencintaiku Tante, benar-benar mencintaiku. Bahkan aku ingin dia tergila-gila padaku, seperti dulu aku tergila-gila padanya. Setelah itu, barulah aku akan buat dia menderita. Bisakah aku melakukan itu Tante?"


"Bisa saja, tapi kalau itu rencana mu, Tante tidak bisa berbuat banyak. Disini kamu sendiri yang harus melakukannya. Tante hanya bisa membantu mempersiapkan semuanya. Tapi Tante pesan satu hal sama kamu, kalau kamu ingin jadi wanita kuat, jangan ada lagi cinta di hatimu untuk laki-laki. Karena kamu bisa merasakan sendiri kan betapa menderitanya kita karena cinta. Kamu bisa lakukan apapun yang kamu mau, tapi ingat, jangan pakai cinta. Karena itu bisa menghancurkan kamu lagi, kamu mengerti kan maksud Tante?"


"Iya Tante, Erina mengerti,"


"Bagus, ingat, jangan ada cinta lagi di hatimu untuk laki-laki,"


Erina bisa memahami apa yang dimaksud Rossa. Sepertinya Rossa benar-benar tidak percaya lagi dengan cinta. Tapi Erina sendiri ragu, apakah dia bisa hidup tanpa cinta atau tidak. Kalau untuk Doni, sudah jelas tidak ada lagi cinta di hatinya. Tapi kalau untuk laki-laki lain, Erina belum yakin soal itu. Namun didepan Rossa, dia tidak menunjukan keraguannya. Dia berusaha yakin dan percaya dengan ucapan Rossa kalau cinta memang hanya akan membuat kita menderita.


Erina jadi berfikir, pantas saja Rossa tidak mempunyai seorang suami, meski dia seorang wanita yang sempurna. Cantik, kaya, baik dan mempunyai segalanya. Dia memilih hidup sendiri, yang justru membuatnya malah menjadi seorang wanita yang kuat dan tangguh.

__ADS_1


Tapi mungkin sebenarnya Rossa sangat kesepian, bisa dilihat saat dia sangat takut Erina meninggalkannya, karena memang dia tidak punya siapa-siapa lagi. Erina pun penasaran dengan orang tua Rossa, kalau masih ada mungkinkah Rossa dulu juga meninggalkannya sama seperti dia meninggalkan kedua orang tuanya. Namun setelah dia bertanya, ternyata Rossa sudah tidak mempunyai orang tua lagi. Ayahnya sudah lama meninggal, sejak dia masih kecil. Sementara itu, ibunya juga meninggal setelah dia pergi ke Jakarta dan tidak pulang-pulang. Bukan karena dia tidak mau pulang, tapi ibunya meninggal saat dia masih jadi seorang gelandangan, sehingga dia benar-benar tidak bisa pulang. Jangankan untuk ongkos, untuk makan dia sendiri saja susah. Ibunya sakit-sakitan ditambah yang juga sangat merindukan Rossa, lalu akhirnya ibunya pun meninggal.


Tapi itu baru masa lalu Rossa yang Erina ketahui, masih banyak lagi yang belum Erina ketahui tentang kehidupan Rossa saat ini.


__ADS_2