Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 23


__ADS_3

Sepulangnya dari mall Erina langsung masuk ke dalam kamar, dia berdiri di depan cermin. Dia memutar tubuhnya beberapa kali, melihat penampilannya saat ini. Dia menjadi begitu yakin kalau tidak lama lagi dia bisa mendekati Doni lagi tanpa Doni bisa mengenali siapa dia, karena penampilannya benar-benar berubah. Apalagi kalau dia melakukan perawatan beberapa kali lagi, pasti dia akan terlihat benar-benar sempurna.


"Kamu bisa bahagia di atas penderitaan ku Doni, tapi itu gak lama. Karena aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia. Aku sangat membencimu Doni, kamu sudah membuat hidupku menderita, aku pastikan kamu juga akan merasakan apa yang dulu aku rasakan. Aku belum puas kalau belum melihatmu hancur, sehancur-hancurnya," ucap Erina lirih sambil mengusap air matanya yang baru saja akan menetes. Dia berusaha untuk tidak menangis lagi untuk laki-laki seperti Doni.


Sementara itu Rossa masih duduk di ruang tamu, dia memanggil salah satu anak buahnya, kemudian dia menunjukkan foto Doni pada anak buahnya tersebut.


"Kamu perhatikan baik-baik foto itu, q ingin kamu cari tau tentang orang itu. Aku tidak mau tau, pokoknya aku ingin informasi selengkap mungkin tentang dia. Namanya Doni, dia laki-laki brengsek. Jadi cari tau juga dimana dia biasa nongkrong. Ya sudah, nanti aku kirim foto itu biar kamu lebih mudah mengingatnya. Lakukan tugasmu secepatnya dan aku ingin hasil yang memuaskan. Ngerti kamu?"


"Iya bos saya mengerti, saya tidak akan mengecewakan bos. Kalau begitu saya permisi,"


"Ya,"


Baru saja Rossa akan beranjak dari tempat duduknya, handphonenya berbunyi. Ternyata itu telpon dari salah satu anak buahnya yang bekerja di salah satu tempat hiburannya. Rossa pun buru-buru mengangkat teleponnya.


"Ya, ada apa?" tanya Rossa ditelpon.


"Maaf bos, ada sedikit masalah disini. Kami sedang berusaha menyelesaikannya,"


"Ya sudah, aku segera ke sana. jangan sembarangan mengambil tindakan tanpa perintah dariku,"

__ADS_1


"Baik bos,"


Rossa pun memanggil mbok Minah, untuk memberitahu kalau dia akan pergi keluar.


"Iya ada apa nyonya?"


"Saya mau keluar sebentar, kasih tau Erina biar dia tidak nyariin aku. Bilang juga pada Erina, jangan pergi keluar rumah tanpa aku. Ngerti kan mbok?"


"Iya nyonya, saya mengerti,"


"Baiklah, saya berangkat sekarang,"


Rossa pun bergegas pergi dengan beberapa anak buahnya, sementara mbok Minah melanjutkan pekerjaannya di dapur. Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya, mbok Minah pun berniat menemui Erina di kamarnya, untuk menyampaikan pesan dari Rossa. Baru saja mbok minah akan pergi ke kamar Erina, Erina lebih dulu menemui mbok Minah di dapur.


"Eh, non Erin. Baru saja si mbok mau ke kamar non Erin. Wah, non Erin beda banget non, si mbok pangling lho non. Non Erin cantik banget,"


"Ah, mbok Minah bisa aja. Memang ada apa mbok mau ke kamar Erin?"


"Itu lho non, mau menyampaikan pesan dari nyonya. Nyonya pergi keluar, dia berpesan non Erin jangan pergi keluar kalau gak sama nyonya. Udah itu aja,"

__ADS_1


"Memang kenapa kalau Erina pergi keluar sendiri?"


"Ya mungkin nyonya sayang banget sama non Erin, jadi dia gak mau terjadi apa-apa sama non Erin,"


"O... gitu,"


Mbok Minah kembali mengerjakan pekerjaan rumah, dia membersihkan barang-barang dari debu di ruang makan. Sementara Erina duduk di kursi makan sambil memperhatikan mbok Minah, lalu dia memberanikan diri menanyakan lagi tentang Rossa, karena dia benar-benar masih penasaran. Seperti biasa, mbok minah tidak mau bercerita apa-apa, tapi Erina terus memaksanya, mumpung tidak ada Rossa dirumah, pikir Erina. Akhirnya mbok Minah pun menyerah, dia lalu menceritakan tentang Rossa dan pekerjaannya.


"Jadi Tante Rossa itu seorang g***o?" ucap Erina yang baru tau apa pekerjaan Rossa. Erina sangat terkejut dan terlihat ketakutan.


"Non Erin gak usah khawatir, non Erin aman kok. Nyonya tidak akan berbuat jahat pada non Erin, karena dia sepertinya sangat menyayangi non Erin. Nyonya juga tidak pernah memaksa seseorang untuk bekerja padanya. Mereka semua yang bekerja ditempat nyonya atas dasar keinginan mereka sendiri, tanpa ada paksaan sedikitpun. Karena setau saya, nyonya itu orang baik, meski dia punya bisnis seperti itu,"


"Kenapa Tante Rossa bisa menyayangi Erin ya mbok, kan kita belum lama kenal,"


"Itu karena nyonya tau, kalau non Erin itu gadis yang baik dan mungkin karena masa lalu kalian yang sama. Tapi saya sangat senang dengan kehadiran non Erin disini, bisa untuk teman ngobrol nyonya, biar dia gak kesepian lagi. kasian nyonya, sebenarnya dia itu sangat kesepian, si mbok tau itu. Semoga non Erin betah tinggal disini ya,"


"Iya mbok, Erin usahakan untuk betah tinggal disini. Erin juga sangat menyayangi Tante Rossa, dia sangat baik pada Erin dan mau membantu Erin,"


Mereka pun terus melanjutkan obrolan mereka, tentang kehidupan Rossa yang penuh dengan lika-liku yang membuat Erina semakin mengagumi sosok Rossa.

__ADS_1


__ADS_2