
Diperjalanan, Erina masih mengeluh pusing dan mual. Kedua anak buah Rossa ingin tertawa melihat Erina, namun mereka berusaha keras agar jangan sampai mereka tertawa sedikitpun.
"Non Erin sih, kebanyakan tadi minumnya. Jadi pusing kan,"
"Iya, tadi aku haus abis nikmati musik disko, aku minum lumayan banyak, lupa kalau itu minuman bikin mabuk,"
"Non Erin ada-ada saja, kalau non Erin sampai mabuk berat, bisa selesai kita dimarahi bos Rossa,"
"Bukan kalian saja, aku juga bisa selesai diomeli,"
"Coba banyakin minum air putih ini non, siapa tau bisa mengurangi rasa mual nya. Saya juga kurang paham bagaimana menyembuhkan orang mabuk, karena saya sendiri tidak pernah mabuk," ucap salah satu anak buah Rossa, sambil memberikan sebotol minuman mineral pada Erina.
Erina pun meminum air mineral yang diberikan oleh anak buah Rossa, Sementara itu, anak buah Rossa yang satunya memeriksa keamanan sekitar mobil mereka yang sedang melaju menuju ke rumah. Dia melihat dibelakang ada mobil yang sedang mengikuti mobil mereka.
"Non, sepertinya ada yang mengikuti kita. Jangan-jangan itu mobil Doni,"
"Biarin aja, dia pasti ingin tau dimana aku tinggal, biarkan saja. Justru itu yang aku inginkan,"
"Baik non,"
Benar saja, itu memang mobil Doni. Doni memperlambat laju mobilnya saat mobil Shella memasuki halaman sebuah rumah mewah. Doni merasa sangat senang, akhirnya dia bisa mengetahui dimana Shella tinggal.
__ADS_1
"Sepertinya Shella bukan orang sembarangan, selain memiliki bodyguard, dia juga tinggal dirumah semewah ini. Tapi aku tidak perduli siapa dia, aku suka dia dan aku suka gayanya, merpati ku...aku pasti bisa menangkap mu," ucap Doni lirih dengan penuh keyakinan.
Setelah mengetahui rumah Shella, Doni pun mengencangkan laju mobilnya, menuju ke rumahnya.
Sementara itu, Erina langsung masuk rumah. Tadinya dia mau langsung masuk kamar dan tidur, karena rasa pusingnya belum juga hilang. Tapi ternyata Rossa masih menunggu kedatangannya diruang tamu, sepertinya dia sangat cemas, takut terjadi apa-apa dengan Erina.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan sayang?"
"Gak pa-pa Tante, Erin aman kok, kan ada yang jagain Erin. Tante kok belum tidur sih, dah malam loh Tante,"
"Tante nungguin kamu pulang, Tante pengen masti'in kamu baik-baik saja. Erin, kamu abis minum ya?" ucap Rossa sambil mendekati Erin.
"Iya Tante, dikit kok cuma buat totalitas aja. Nih buktinya Erin masih aman, gak mabuk," ucap Erin yang berusaha menunjukkan kalau dia baik-baik saja meski kepalanya masih sangat terasa pusing.
"Oke, tapi lain kali gak usah pakai minum ya. Tante gak mau kamu kenapa-napa,"
"Iya Tante, kalau gitu Erin ke kamar dulu,"
"Ya sudah, istirahatlah,"
Erina pun melangkah menuju ke kamarnya yang terletak di lantai atas. Baru saja dia berjalan menaiki anak tangga, Erina yang masih sangat pusing, hampir saja terjatuh, membuat Rossa panik dan langsung membantunya berjalan keatas yang tentunya sambil ngomel. Sebenarnya Erina tidak mabuk berat, hanya saja dia tidak bisa menahan rasa pusingnya, karena tidak biasa minum.
__ADS_1
"Kamu bohongi Tante ya, kamu pasti minum banyak tadi,"
"Enggak Tante, dikit kok. Erin hanya pusing, karena gak terbiasa. Erin baik-baik saja,"
Rossa hanya diam, dia tidak mau memarahi Erina berlebihan meski dia sedang marah, karena dia sangat menyayangi Erina. Sesampainya di kamar Erina, Rossa pun langsung menyuruh Erina istirahat.
"Tidurlah, Tante tinggal ya,"
"Iya Tante,"
Rossa buru-buru keluar dari kamar Erina dan langsung menemui anak buahnya yang masih ngobrol diluar.
"Joni, Wawan, lain kali jagain Erin betul-betul ya. Saya tau, Erin minum lumayan banyak kan tadi, karena rasa pusingnya masih belum hilang. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Erin, aku akan beri hukuman buat kalian, ngerti kalian!"
"Iya bos maaf, tadi kami sedikit lalai,"
"Lain kali jangan biarkan dia melakukannya lagi, saya takut dia jadi terbiasa dan ketagihan,"
"Baik bos,"
rossa tidak berkata-kata lagi, dia pun langsung masuk dan menuju ke kamarnya.
__ADS_1