Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 31


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Doni yang sudah tergila-gila dengan sosok Shella, langsung saja menelpon Shella, meski dia baru saja pulang dari rumah Shella.


"Hai... merpati ku," sapa Doni di telpon.


"Dapat juga kamu nomorku," jawab Shella.


"Kamu pikir aku bakalan nyerah sama anak buah kamu itu, lain kali bilangin anak buah kamu, kalau minta uang jangan ragu-ragu, sekalian yang banyak, karena kalau untuk urusan kamu berapapun pasti aku kasih,"


"O ya? sudahlah aku mau istirahat, aku paling malas mendengar laki-laki yang cuma banyak omong aja tapi gak ada bukti,"


"Oke, aku akan buktikan. Apapun yang kamu minta pasti aku berikan, asal kamu jangan minta aku menjauhi mu, karena aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa kamu Shella,"


"Terserah," ucap Shella yang langsung menutup telponnya.


Doni hanya tersenyum, sepertinya dia tidak perduli sama sekali dengan sikap acuh Shella. Dia begitu yakin kalau dia bisa mendapatkan Shella dengan posisinya saat ini sebagai pemegang sebuah perusahaan ternama di Jakarta.


Malamnya, Doni yang sudah janji dengan istri dan anaknya pun tidak bisa kemana-mana. Dia benar-benar menghabiskan malam itu dengan menemani Amanda belajar dan bermain seperti yang sudah dia janjikan. Maya yang juga ikut menemani putrinya terlihat sangat bahagia, melihat putrinya bisa tersenyum bahagia kembali, setelah beberapa hari ini terlihat muram karena ulah Doni yang sering mengabaikannya.


"Pa, Amanda senang kalau papa bisa temani Amanda terus kayak gini. Papa jangan pulang malam lagi ya pa,"

__ADS_1


"Iya sayang, tapi papa gak janji ya kalau papa akan temani kamu tiap malam, kan papa kerja,"


"Iya pa, tapi kerjanya jangan sering-sering ya pa, nanti Amanda marah kalau papa banyakin kerja ketimbang temani Amanda main dan belajar,"


"Iya-iya, nanti papa usahakan banyakin waktu buat kamu, buat putri papa yang cantik ini, oke?"


"Oke pa,"


"Ya sudah, sekarang tidurlah sudah larut malam. Besok-besok kita main lagi ya. Jangan lupa siapkan buku pelajarannya untuk besok,"


"Iya pa," jawab Amanda yang langsung pergi ke kamarnya.


Setelah Amanda masuk, Doni dan Maya pun mengobrol. Maya pun yang juga sangat merindukan Doni, tidak membuang-buang kesempatan. Dia langsung saja duduk didekat Doni sambil memeluk Doni.


"Iya sayang, maafkan aku ya. Aku akan usahakan perbanyak waktuku untuk kalian,"


"Makasih sayang, karena hanya ini yang aku dan Amanda butuhkan, Kasih sayangmu,"


"Iya sayang,"

__ADS_1


"O iya, bagaimana kabar perusahaan, baik-baik saja kan sayang?"


"Iya sayang, kamu tenang saja, semua aman kok,"


"Baguslah kalau begitu, kamu sudah janji akan mengurus perusahaan sebaik mungkin. Jadi jangan pernah kecewakan aku,"


"Iya sayang, serahkan semua padaku. Kamu cukup duduk manis dan mengurus Amanda,"


"Oke, aku percaya kamu sayang," jawab Maya yang memang sudah percaya sepenuhnya dengan Doni untuk mengurus perusahaannya.


Malam ini seperti biasa, Rossa dan Erina ngobrol diruang tengah. Seperti itulah setiap malam, sebelum tidur mereka memang selalu ngobrol bersama, bercanda bersama, karena tidak ada lagi yang Rossa ajak ngobrol selain Erina, sementara mbok Minah sudah tidur dari sehabis Isak.


"Bagaimana perkembangan usaha kamu mendekati Doni sayang, sudah ada respon dari Doni?"


"Sudah dong Tante, laki-laki brengsek itu sepertinya sudah mulai tertarik sama aku Tante. Padahal aku belum melakukan apa-apa. Tapi memang begitulah Doni, dia memang sulit ditebak. Dulu aku yang sudah mati-matian mencintainya dan menyerahkan semuanya, tapi dengan mudah dia mencampakkan ku, tapi giliran sekarang aku acuh, dia sibuk deketin aku. Sebenarnya kalau dipikir, diluar sana banyak wanita-wanita cantik yang lebih dari aku, yang mungkin dengan mudah dia dapatkan dan mungkin justru mereka yang mengejar-ngejar dia, tapi dia tidak mau dan justru malah memilihku, sepertinya dia memang suka sesuatu yang menantang Tante,"


"Bagus sayang, kamu memang harus tau pribadinya, supaya kamu bisa lebih mudah mendekatinya, jangan sampai kamu melakukan kebodohan untuk yang kedua kalinya. Pesan Tante, tetaplah berhati-hati, karena laki-laki kalau sudah cinta kadang-kadang lebih berbahaya dibanding seorang preman. Dia bisa membuatmu tidak berdaya, apalagi Doni tidak mencintai istrinya, bisa habis kamu sama dia," gurau Rossa pada Erina.


"Tante apaan sih, gak akan aku biarkan ya si Doni menyentuhku sedikitpun. Sudah cukup dulu dia memperdaya ku,"

__ADS_1


"Iya Erin, Tante percaya sama kamu. Makanya Tante gak akan bosan mengingatkanmu untuk selalu berhati-hati,"


"Iya Tante, makasih ya Tante selalu berusaha jagain Erin,"


__ADS_2