
Setelah puas berenang, Doni pun kembali ke tepi kolam lalu kembali duduk didekat Shella, sambil meminum segelas jus segar.
"Ahh... rasanya segar sekali habis berenang, ditemani cewek cantik lagi. Coba saja kamu ikut berenang, pasti tambah asyik,"
"Udahlah, gak usah banyak bicara. Pulang yuk, aku capek banget nih,"
"Oke, aku ganti pakaian dulu ya,"
Setelah ganti pakaian, Doni pun langsung mengajak Shella pulang. Diperjalanan, Doni yang sudah tergila-gila dengan Shella, mencoba meminta kepastian dari Shella tentang hubungan mereka. Sepertinya Doni tidak sabar lagi ingin segera memiliki Shella.
"Sayang, jadi bagaimana? kamu mau kan menerima cintaku, aku serius suka sama kamu, aku benar-benar mencintaimu Shella. Aku ingin kamu menjadi milikku, aku ingin menikahi mu. Mau kan kamu menikah denganku," tanya Doni serius.
"Kamu sudah gila ya, kamu kan masih beristri, bagaimana bisa kamu mau menikahi ku?"
"Aku sudah pernah bilang kan, aku tidak mencintai istriku, tapi aku juga belum bisa meninggalkannya. Aku tidak tega menyakiti hati putriku. Kamu mau ya jadi istri kedua ku, aku janji aku pasti akan lebih banyak menghabiskan waktuku bersamamu, karena aku sangat mencintaimu, aku benar-benar sangat menginginkanmu Shella. Sampai kapan kamu menggantung hubungan kita tanpa kepastian?"
"Beri aku waktu, aku belum siap menikah. Aku juga belum sepenuhnya yakin sama kamu, bagiku ini terlalu cepat, aku ingin kamu membuktikan lagi kesungguhan mu kalau kamu benar-benar mencintaiku,"
"Katakan, apa yang harus aku lakukan supaya kamu percaya padaku, supaya kamu yakin dengan perasaanku padamu. Katakan, aku harus bagaimana. Aku mohon, percayalah padaku sayang, aku benar-benar sangat mencintaimu sayang. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Tolong, mengertilah,"
"Iya aku mengerti, aku hanya meminta waktu padamu, itu saja,"
"Oke, maaf kalau aku sudah sedikit memaksamu, aku hanya ingin kepastian darimu, karena aku tidak mau kehilanganmu, aku benar-benar ingin memilikimu sayang. Ya, aku akan terus sabar menunggumu, sampai kamu mau menerimaku. Tapi jangan terlalu lama ya, karena aku tidak bisa lama-lama jauh darimu, aku ingin selalu bersamamu,"
"Hmmm," jawab Erina yang hanya tersenyum tanpa kata-kata.
__ADS_1
Akhirnya sampailah didepan rumah Shella, setelah mengantar Shella sampai didepan pintu, Doni pun langsung berpamitan pulang.
"Ya udah, aku pulang dulu ya,"
"Lho, gak masuk dulu?"
"Enggak lah, besok kalau ada waktu aku kesini lagi,"
"Gitu ya. Ya udah, makasih ya buat hari ini, makasih buat barang-barangnya,"
"Iya sayang, aku pulang dulu ya. Bye sayang,"
"Bye,"
Doni pun langsung buru-buru meninggalkan rumah Shella, sebelum pulang dia tidak lupa membeli ikan segar terlebih dulu, untuk dia bawa pulang, karena dia harus menunjukkan bukti pada Maya kalau dia benar-benar pergi memancing.
"Pa, kamu dari mana saja sih pa. Kenapa aku telpon berkali-kali gak juga kamu angkat. Jawab jujur pa, kamu beneran pergi mancing atau kamu pergi jalan-jalan dengan wanita lain? jawab pa!" ucap Maya dengan nada tinggi, karena dia ragu pada Doni, kalau dia benar-benar pergi memancing.
"Mama...kok nanyanya gitu sih ma, ya jelas aku pergi memancing dong ma, gak mungkinlah sayang aku pergi jalan dengan wanita lain, kenapa mama bisa sampai punya pikiran seperti itu. Kalau mama gak percaya, ni buktinya," ucap Doni sambil menunjukkan ikan yang tadi dia beli.
"Soalnya mama tadi di mall sekilas melihat orang yang mirip banget sama papa. Jawab jujur pa, papa sama siapa tadi di mall, jawab pa!"
"Mama, siapa yang ke mall. Papa tidak pernah ke mall ma, papa beneran pergi memancing sama teman-teman, ini ma buktinya,"
Maya mengambil bungkusan plastik yang dipegang oleh Doni lalu memeriksanya. Jelas saja bungkusan itu berisi ikan, yang tadi baru saja dibeli Doni.
__ADS_1
"Itu ikan hasil papa memancing, jadi jangan berpikir aneh-aneh lagi tentang papa, mama percaya kan sama papa?"
"Iya-iya mama percaya, tapi awas saja kalau papa beneran bermain perempuan lain dibelakang ku, aku tidak akan pernah maafkan papa. Bahkan kalau sampai itu terjadi, papa siap-siap saja angkat kaki dari rumah ini, karena papa harus ingat apa yang aku harapkan dari papa sebelum papa menikahi ku, aku hanya butuh cinta dan kasih sayang papa, mama tidak butuh yang lain lagi. Jadi kalau papa sampai memberikan cinta papa untuk orang lain, berarti tidak ada lagi yang bisa mama harapkan dari papa, maka silahkan papa pergi dari kehidupan mama, mama tidak akan pernah mencegah, justru itu yang mama inginkan. Papa mengerti kan maksud mama?"
"I...iya sayang, papa mengerti," jawab Doni gugup.
Jelas saja Doni takut dengan ancaman Maya, karena saat ini dia masih sangat membutuhkan Maya, dia masih perlu modal untuk bisa mendekati Shella dan mendapatkan cintanya.
"Ya sudah, papa mandilah. Mama mau bawa ikan ini ke dapur, biar dibersihkan bi Tutik,"
"Iya ma, tapi mama beneran percaya kan sama papa. Mama gak marah kan sama papa?"
"Iya mama gak marah, mama percaya sama papa,"
"Makasih ya ma. Ya sudah, papa ke kamar dulu ya,"
"Iya,"
Doni pun langsung bergegas pergi ke kamarnya, sampai di kamar Doni menggerutu tidak henti-hentinya.
"Huh, kalau saja aku tidak butuh lagi uangnya, pasti udah aku tinggalin dia. Sayangnya aku masih butuh banyak modal untuk bisa mendapatkan Shella. Maafkan aku Maya, aku benar-benar tidak bisa mencintaimu. Aku sudah berusaha keras untuk bisa mencintaimu, tapi tetap saja aku tidak bisa. Sekarang justru aku yakin kalau cintaku hanya untuk Shella. Shella, aku benar-benar sangat mencintaimu. Perasaan cinta ini begitu besar, jauh bila dibandingkan rasa cintaku pada Erina dulu," ucap Doni sambil menghempaskan tubuhnya ke kasur.
Doni sejenak terdiam, tiba-tiba saja dia teringat pada Erina. Kekasihnya yang telah dia campakkan begitu saja, setelah dia menghancurkan hidupnya.
"Kenapa tiba-tiba aku teringat Erina, tapi sekilas aku perhatikan Shella ada kemiripan dengan Erina, ah... mungkin itu hanya perasaanku saja. Bagiku Shella wanita tercantik yang pernah aku temui, dia benar-benar sempurna. Shella, kamu benar-benar membuatku tergila-gila, aku sangat mencintaimu Shella. Kamu harus menjadi milikku, bagaimanapun caranya, apapun akan aku lakukan untuk bisa mendapatkan mu Shella, apapun itu. Meskipun nyawa yang akan menjadi taruhannya, aku tidak perduli Shella, karena aku benar-benar sangat mencintaimu, aku sungguh-sungguh menginginkanmu Shella," ucap Doni sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Doni benar-benar sangat mencintai Shella, sepertinya dia sudah tergila-gila dengan Shella. Membuatnya menjadi terobsesi dengan sosok Shella yang tidak lain adalah Erina.