
Sesampainya di tempat hiburan miliknya, Rossa dan anak buahnya langsung masuk kedalam. Di dalam sudah ada dua anak buahnya dan lima orang preman yang tengah membuat onar. Ada seorang perempuan lagi, yang sedang ketakutan, karena salah satu dari preman itu yang tidak lain adalah mantan suami perempuan itu memegang tangannya dan akan membawanya pergi secara paksa, namun anak buah Rossa berusaha menahannya secara baik-baik.
Rossa selalu berpesan kepada mereka agar tidak selalu memakai cara kekerasan untuk menyelesaikan masalah, kecuali sudah tidak ada jalan damai lagi dan terpaksa harus memakai jalan kekerasan. Begitu melihat Rossa datang, perempuan itu langsung melepaskan pegangan tangan mantan suaminya, lalu berlari ke arah Rossa dan langsung berlindung di belakang Rossa.
"Rossa, akhirnya kamu datang juga. Benar kata orang-orang, kamu memang masih sangat cantik, meski usiamu sudah tidak muda lagi,"
"Langsung saja, mau apa kalian kesini?"
"Sebelumnya kenalkan, saya mantan suami Dina. Saya kesini dengan tujuan yang baik, saya hanya ingin membawa Dina pulang karena kami akan rujuk lagi dan ini masalah rumah tangga kami, jadi kalian semua jangan ikut campur,"
"Dina, apa kamu mau ikut orang ini pulang?"
"Enggak mam, Dina gak mau. Dina gak mau masa lalu Dina terulang lagi, tolong Dina mam. Dina gak mau ikut laki-laki brengsek seperti dia, Dina tidak Sudi!"
"Kamu dengar sendiri kan, Dina tidak mau ikut denganmu. Jadi sekarang lebih baik kalian pergi dan jangan pernah kembali lagi kesini,"
__ADS_1
"Oke, kami akan pergi asalkan kamu mau menggantikan Dina ikut denganku,"
Belum sempat Rossa menjawab, semua anak buahnya yang tidak terima dengan ucapan mantan suami Dina menjadi sangat emosi dan langsung akan menyerang kelima preman itu namun Rossa melarangnya.
"Tunggu!" ucap Rossa yang membuat anak buahnya seketika kembali ke tempat mereka.
"Kamu mau aku ikut denganmu? punya apa kamu, menghidupi Dina saja kamu tidak sanggup, bahkan kamu menelantarkannya, menyiksanya dan kamu memaksanya mencari uang. Kamu memang laki-laki tidak tau diri. Cuih, aku benar-benar jijik melihat orang seperti mu!" ucap Rossa yang sangat benci dengan kelakuan mantan suami Dina, karena sebelumnya Dina sudah pernah bercerita tentang mantan suaminya itu.
"Sombong kamu Rossa, sialan! tunggu apa lagi, kita habisi patung-patung ini lalu bawa dua wanita itu," perintah mantan suami Dina pada anak buahnya.
"Ampun Rossa, aku menyerah. Ampuni aku, lepaskan kami,"
"Oke, aku lepaskan kamu, tapi dengan satu syarat. Jangan pernah mencoba lagi mengganggu Dina dan jangan sekali-kali membuat keributan di tempatku. Kalau kamu berani melakukan nya lagi, aku tidak akan memberi ampun lagi padamu. ngerti kamu!"
"Iya, aku janji tidak akan mengganggu Dina dan membuat keributan lagi di tempatmu. Aku janji," ucap mantan suami Dina sambil meringis menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, yang babak belur.
__ADS_1
"Lepaskan mereka," perintah Rossa pada anak buahnya.
Anak buah Rossa pun melepaskan preman-preman itu, mereka pun langsung berhamburan keluar ruangan. Sementara Dina langsung memeluk Rossa sambil menangis.
"Terimakasih mami, Dina takut. Dina benar-benar tidak mau berurusan lagi dengan Toni, Dina masih trauma mami,"
"Iya sayang, tenanglah. Kamu aman kok, mami tidak akan biarkan Toni menyakitimu lagi, tenang ya. Sekarang lebih baik kamu istirahat, tenangkan pikiranmu, jangan takut kamu aman kok, ya sayang,"
"Iya mami," jawab Dina yang langsung pergi meninggalkan Rossa.
"Kalian jangan lengah, awasi terus Toni. Jangan biarkan dia mengganggu Dina lagi dan berbuat onar. Ngerti kalian,"
"Baik bos, kami mengerti,"
"Bagus,"
__ADS_1
Setelah dirasa semua sudah aman, Rossa pun mengajak anak buahnya pulang, karena sebenarnya dia juga butuh istirahat, setelah seharian jalan-jalan dengan Erina dan belum sempat istirahat sama sekali.