
Sepertinya Doni tidak pernah kehabisan akal, untuk bisa bertemu dengan pujaan hatinya Shella. Saat jam makan siang, dia pun nekat pergi ke rumah Shella, untuk bisa bertemu dengan Shella karena nanti malam dia sudah janji pada Amanda dan Maya akan pulang lebih awal, itu berarti dia tidak punya kesempatan untuk bisa pergi ke mana-mana.
Sesampainya di rumah Shella, Doni tidak bisa langsung masuk. Anak buah Rossa terlebih dulu menemuinya, karena tidak sembarangan orang bisa memasuki rumah Rossa begitu saja.
"Maaf, anda mau cari siapa?" tanya salah satu anak buah Rossa.
"Saya ingin bertemu dengan Shella, boleh saya masuk?"
"Silahkan tunggu disini dulu, saya akan menemui non Shella dulu, apakah dia mau bertemu dengan anda atau tidak,"
"Oke, tidak masalah,"
Anak buah Rossa pun langsung masuk ke dalam, dia meminta mbok Minah untuk memanggil Erin, sementara itu dia menunggu di ruang tamu.
"Ada apa?" tanya Erin yang langsung menemui anak buah Rossa.
"Itu non, ada yang ingin bertemu non Erin,"
"Siapa?"
"Tidak tau non, laki-laki,"
"Suruh dia masuk,"
"Baik non," jawab anak buah Rossa yang langsung keluar dan menyuruh Doni masuk.
"Pasti dia Doni," ucap Erin lirih yang kemudian duduk di kursi ruang tamu.
Tidak lama kemudian Doni pun masuk.
__ADS_1
"Silahkan duduk," ucap Erin.
"Oke, terimakasih,"
"Berani juga kamu kesini,"
"Beranilah, kenapa tidak,"
"Tidak takut dicari istrimu,"
"Tenang saja, aman kok,"
"Mau apa kesini?"
"Kok nanyanya gitu, ya jelas mau ketemu kamu lah. Aku kangen sama kamu,"
"Emang kamu siapa bilang-bilang kangen,"
Sepertinya Doni benar-benar sudah jatuh cinta dengan Erina yang sekarang, dia tidak ragu lagi mengungkapkan apa yang dia rasakan. Dia pun tidak membuang-buang kesempatan yang ada untuk bisa lebih dekat lagi dengan Erina.
"Maaf, kamu ada waktu gak? kita keluar yuk, sekalian makan siang bareng,"
"Gak ah, aku juga sudah makan siang,"
"Gitu ya? tapi kalau lain kali bisa kan?"
"Gak tau tuh, emang kamu sudah benar-benar siap mau ngajak aku jalan,"
"Siap dong, siap orangnya, siap juga money nya. Kamu tenang aja, kamu mau kemanapun aku antar, mau apa saja pasti aku belikan. Apa sih yang enggak buat kamu,"
__ADS_1
"O ya? oke, next time kita jalan,"
"Beneran? makasih ya, kira-kira kapan itu? aku sudah tidak sabar ingin jalan sama kamu,"
"Yang jelas kalau aku sudah mau jalan sama kamu, gak tau kapan. Sudahlah, mending kamu pulang sekarang. Aku mau istirahat,"
"Gitu ya, oke lah gak pa-pa, aku akan sabar menunggu. Tapi jangan lama-lama ya, aku keburu kangen sama kamu. Iya aku pulang, tapi aku minta nomor ponselmu ya, please. Biar aku bisa telpon kamu kalau aku kangen,"
"Aku gak akan pernah kasih, tapi kalau kamu mau, kamu bisa minta sama anak buah ku,"
"O ya? oke, aku pulang dulu. Kalau bisa jangan biarkan aku menunggu lama ya, untuk jalan sama kamu, karena aku sudah tidak sabar lagi pengen berdua lagi sama kamu,"
Erina tidak menjawab, dia hanya tersenyum tipis. Kemudian mengantar Doni sampai ke depan pintu. Sementara di teras rumah, terlihat beberapa anak buah Rossa yang sedang berjaga-jaga.
"Itu mereka, mintalah nomorku pada mereka,"
"Oke, pasti itu,"
Doni pun berjalan mendekati mereka, sementara Erina memberi kode dari kejauhan pada mereka, dengan menganggukkan kepalanya, tanda setuju. Kemudian dia pun kembali masuk kedalam.
"Mau apa kamu?" tanya salah satu anak buah Rossa.
"Santai bro, aku cuma mau minta nomor ponsel Shella. Berapa nomornya?" ucap Doni yang langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan siap mencatat nomor ponsel Shella.
Dia pikir akan semudah itu meminta nomor ponsel Shella pada mereka, tapi ternyata tidak. Mereka meminta imbalan, berupa uang tunai yang lumayan banyak.
"Boleh, tapi serahkan lima juta dulu baru kami kasih nomor ponselnya,"
"Apa? lima juta, gila kalian,"
__ADS_1
"Ya itu kalau kamu mau nomor ponsel non Shella, kalau tidak mau ya sudah, tidak apa-apa,"
Doni pun akhirnya dengan sangat terpaksa memberikan uang lima juta pada mereka, hanya demi mendapatkan nomor ponsel Shella, karena dia benar-benar sangat membutuhkan nomor ponsel itu. Setelah mendapatkan nomor ponsel Shella, dia pun bergegas kembali menuju kantor. Sementara itu, anak buah Rossa pun tertawa puas bisa mengerjai Doni dan bisa mendapatkan uang dengan mudah.