
Hari-hari berlalu, Erina semakin terlihat kurus. Tidak ada yang dia lakukan selain berdiam diri di kamar. Beberapa kali Doni mencoba menemuinya, namun Erina tetap tidak mau keluar kamar dengan alasan tidak enak badan, yang membuat Doni semakin gelisah dan kecewa, dia sangat takut kehilangan Erina.
Sementara Rossa, sudah tidak sanggup lagi melihat keadaan Erina, akhirnya dia pun menyerah, mengalah dan tidak lagi memaksakan kehendaknya. Rossa pun menemui Erina di kamarnya dan langsung memeluknya.
"Sayang, lihatlah dirimu. Kau kurus sekali, maafkan Tante Sayang. Mulai sekarang Tante tidak akan melarang mu lagi menjalin hubungan dengan pria manapun, Tante sadar selama ini Tante salah. Semua yang Tante anggap benar justru membuatmu semakin menderita. Tante janji, mulai sekarang Tante tidak akan melarang mu bertemu dengan Dilan. Kamu sudah sering menderita, kamu pantas bahagia sayang," ucap Rossa sambil terus memeluk Erina.
"Tante beneran Tante? Tante gak bohong kan, Erina gak salah dengar kan Tante?" tanya Erina yang masih belum percaya dengan ucapan Rossa.
"Iya sayang, Tante beneran, Tante gak bohong. Tante sayang sama kamu, Tante ingin kamu bahagia, maafkan Tante ya sayang, Erin mau kan maafin Tante?"
"Sudahlah Tante, berhenti meminta maaf. Iya, Erin udah maafin Tante, makasih ya Tante, Erin juga sayang banget sama Tante. Dilan laki-laki baik Tante, Erin yakin Dilan tidak akan menyakiti Erin, Tante tidak usah khawatir, Erin pasti bahagia bersama Dilan, itu kan yang Tante mau?"
"Iya sayang, Tante hanya ingin melihat kamu bahagia," tanpa disadari, air mata Rossa pun menetes.
Tidak ada lagi kini yang menghalangi hubungan Erina dan Dilan, mereka kini semakin serius menjalin hubungan. Dilan pun sudah mengenalkan Erina pada kedua orang tuanya dan mereka menerima Erina dengan sangat baik.
Sementara itu, Maya yang baru saja pulang dari kantornya terlihat sangat lemas, dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.
__ADS_1
Dia sengaja pergi ke kantor saat Doni sedang keluar kota, untuk mengetahui bagaimana perkembangan perusahaannya. Namun betapa terkejutnya Maya saat mengetahui kalau perusahaannya sedang diambang kebangkrutan. Selama ini karyawannya tidak ada yang memberi taunya karena Doni melarang mereka dan mengancam akan memecat mereka kalau sampai mereka memberi tau Maya. Saat Doni memakai uang perusahaan untuk urusan pribadinya pun mereka tidak ada yang memberi tau Maya, sampai keuangan perusahaan benar-benar terkuras, bahkan gaji pegawai bulan ini pun Doni belum membayarnya.
"Mama, kenapa mama menangis?" tanya Amanda yang melihat Maya menangis di kursi ruang tamu.
"Gak pa-pa sayang, mama baik-baik saja. Sudahlah, sana mainlah,"
"Gak mau, mama jawab dulu mama kenapa? mama kangen ya sama papa? Amanda juga kangen ma sama papa, kapan papa pulang?" tanya Amanda yang mengira Maya menangis karena merindukanmu Doni.
"Sayang, sekarang kamu sudah besar nak. Mama mau tanya, Amanda sayang gak sama mama?"
"Amanda dengar mama ya, mama menangis karena papa sudah menyakiti mama. Papa gak sayang sama mama dan juga Amanda, papa mau cari mama lagi dan kasih uang perusahaan mama untuk mama baru itu, papa gak sayang lagi sama kita. Jadi kalau mama suruh papa pergi Amanda jangan cari papa ya, Amanda jangan nangis, Amanda bisa kan sayang?" tegas Maya pada Amanda agar Amanda tau siapa papanya dan bisa menerima kenyataan kalau dia harus kehilangan papanya.
Amanda sudah duduk dikelas enam SD, diusianya sekarang, dia sudah cukup mengerti dengan penjelasan Maya mengenai keluarganya, dia pun bisa menerima keputusan mamanya meski tadinya dia sangat menyayangi Doni.
"Iya ma, Amanda gak pa-pa kalau harus kehilangan papa, karena Amanda sangat menyayangi mama, Amanda gak mau mama menderita gara-gara papa. Papa jahat, Amanda benci papa, Amanda gak terima papa sakitin mama," ucap Amanda sambil memeluk mamanya.
Maya tidak menyangka, Doni akan melakukan semua ini padanya. kecurigaannya selama ini benar, kalau Doni ada wanita lain dibelakangnya. Karyawannya, menceritakan semua apa yang mereka ketahui, kalau Doni sering terlihat jalan dengan wanita lain dan uang perusahaan sudah jelas dia pakai untuk berfoya-foya dengan wanita itu.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, setelah Doni pulang dari luar kota pun Maya langsung mengusir Doni dan akan langsung mengurus perceraian mereka.
Doni yang belum siap kehilangan semuanya, semua kemewahan dari Maya berusaha membujuk Maya agar jangan sampai dia diusir, namun Maya yang sudah terlanjur sakit hati dan geram dengan ulah Doni tetap dengan keputusannya dan tidak ada seorangpun yang bisa mengubah keputusannya itu.
"Sayang, dengar dulu penjelasan ku. Ini semua tidak benar sayang, aku tidak punya wanita lain sayang dan mengenai perusahaan, memang perusahaan kita sudah kalah saing dengan perusahaan-perusahaan baru, sehingga jarang yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita lagi, itu yang membuat perusahaan kita tidak berkembang dan justru mengalami kebangkrutan,"
"Cukup! saya tidak mau dengar apapun penjelasan mu, semua sudah jelas, kamu hanya memakai kekayaanku untuk kesenanganmu semata. Yang sesungguhnya kamu tidak pernah mencintaiku, jadi aku minta sekarang juga kamu angkat kaki dari rumah ku, aku tidak mau lagi melihat muka kamu dirumah ini lagi dan secepatnya akan aku urus perceraian kita. Aku tidak Sudi punya suami seperti mu, tidak punya hati, pergi kamu dari sini, pergi!" bentak Maya yang sudah tidak mau lagi melihat Doni ada di rumahnya.
"Baik, aku akan pergi. Aku yakin, suatu saat kamu pasti akan menyesal dengan keputusanmu ini," ucap Doni yang lalu berjalan keluar rumah.
"Justru yang membuat aku menyesal karena telah mengenalmu dan menikah dengan mu, itulah penyesalan terbesar ku," ucap Maya yang langsung menutup pintu rumahnya tanpa melihat kepergian Doni dan Maya berusaha kuat menghadapi semua ini tanpa meneteskan air mata untuk laki-laki tidak berguna seperti Doni.
Dengan berjalan kaki, Doni meninggalkan rumah Maya tanpa membawa apa-apa, seperti saat dia dulu datang ke rumah Maya.
Dengan naik taksi Doni pergi ke rumah yang dia beli untuk Erina dan berencana tinggal disana. Setelah sampai, Doni pun langsung menempati rumah itu.
Keesokan harinya, Doni pergi ke rumah Shella untuk menceritakan semuanya dan berencana mengajak Shella menikah, karena sekarang dia akan segera bercerai dengan Maya.
__ADS_1