Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 35


__ADS_3

Rita dan yang lainnya tengah sibuk menyambut kedatangan tamu penting mereka, yang akan mengadakan meeting dengan Doni hari ini. Tamu itu tidak lain adalah pak Wahyu, seorang pengusaha ternama yang cukup berpengalaman dan sukses di bidangnya. Pukul sepuluh pagi, akhirnya rapat pun akan segera dimulai. Pak Wahyu yang bingung karena Doni belum juga datang pun menanyakan kepada Rita, sekretaris Doni.


"Maaf Bu Rita, kok pak Doni nya belum datang juga ya, rapatnya kan sebentar lagi akan segera dimulai,"


"Maaf sebelumnya pak, rapat kali ini tidak dihadiri oleh pak Doni, karena dia ada kepentingan mendesak pak, sehingga beliau tidak sempat hadir,"


"Oh...begitu ya, sebenarnya sangat disayangkan rapat sepenting ini tidak dihadiri oleh pemilik perusahaan, terus terang saya kecewa dengan sikap pak Doni yang tidak profesional seperti ini, saya jadi ragu ingin bekerja sama dengan perusahaan ini, diawal saja pak Doni sudah meremehkan, apa lagi kalau sudah bekerja sama. Begini saja Bu Rita, kita langsung mulai saja rapatnya meski tanpa kehadiran pak Doni, kita harus tetap profesional meski sebenarnya saya sudah tidak bersemangat lagi melanjutkan rapat ini. Masalah saya mau bekerja sama atau tidak, nanti akan saya putuskan dalam beberapa hari ini,"


"Baik pak, terimakasih sebelumnya karena bapak masih berkenan melanjutkan rapat ini meski tanpa kehadiran pak Doni, saya sangat salut dengan sikap bapak yang sangat profesional dan bertanggung jawab, wajar kalau bapak bisa memiliki perusahaan yang sangat maju dan berkembang, dengan sikap bapak yang seperti ini. Kami sangat berharap bapak mau bekerja sama dengan perusahaan kami, kami akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan bapak,"


"Kinerja Bu Rita sangat bagus, tapi sangat disayangkan, sepertinya Bu Rita bekerja pada orang yang salah. Bagaimana Bu Rita, bisa kita mulai sekarang rapatnya?"

__ADS_1


"Bisa pak, baiklah semua, kita mulai rapat kita hari ini," ucap Rita yang langsung membuka acara rapatnya.


Sementara itu, Doni dan Shella telah meninggalkan taman, selanjutnya Doni mengajak Shella ke mall. Shella tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengerjai Doni, dia membeli semua barang yang dia inginkan, tidak perduli seberapa mahal harga barang tersebut.


"Gak pa-pa kan kalau aku beli barang-barang ini, kamu gak keberatan kan?"


"Enggak sama sekali, apapun yang kamu mau pasti aku berikan. Aku akan sangat senang kalau aku bisa membahagiakanmu sayang,"


Sudah hampir dua jam Shella berkeliling kesana-kemari, Doni pun sudah terlihat kelelahan membawa barang belanjaan Shella yang sebegitu banyaknya. Namun meski lelah, Doni sama sekali tidak mengeluh, dia terus saja mengikuti Shella.


"Kayaknya udah semua deh, kamu mau bayarin ini semua kan?"

__ADS_1


"Iya dong sayang, beneran udah nih, gak mau cari lagi yang lainnya?"


"Kayaknya enggak deh,"


"Oke, kecil kalau cuma segini,"


Setelah membayar semua belanjaan Shella, Doni tidak menyangka, kalau barang-barang belanjaan Shella harganya selangit. Doni hampir tidak percaya dengan jumlah uang yang harus dia keluarkan untuk membayar semua barang-barang Shella.


"Gila, ternyata ini barang gak ada yang murah. Tapi gak pa-pa lah, aku harus berani berkorban untuk bisa mendapatkan hati Shella," ucap Doni lirih, saat berada agak jauh dari Shella.


Selanjutnya mereka menikmati makan siang disebuah restoran mewah, lagi-lagi Doni harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membayar makanan yang mereka pesan. Baru sekali berkencan dengan Shella, Doni sudah menghabiskan uang yang cukup banyak.

__ADS_1


__ADS_2