Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 20


__ADS_3

Malamnya, Erina duduk di depan cermin di kamarnya. Dia sedang menyisir rambut panjangnya. Dia perhatikan wajahnya yang sendu, sayup dan kusam karena terlalu banyak air mata penderitaan yang tertumpah di wajahnya. Dia seakan telah lupa dengan wajah cerianya yang dulu, wajah imut putri kesayangan pak Rahmat dan Bu Santi. Sebutir air matanya kembali menetes, merasakan sakit yang begitu sulit untuk disembuhkan.


Tiba-tiba Rossa datang, lalu memeluk Erina dari belakang sambil mencium rambut Erina.


"Hapus air matamu sayang, Tante tidak mau melihat kamu meneteskan air mata meski hanya sebutir debu. Sudah cukup kamu membuang-buang air matamu untuk laki-laki brengsek seperti Doni. Sekarang waktunya kamu bangkit untuk balas dendam kepada orang yang telah menghancurkan hidupmu. Buat dia tergila-gila padamu, bahkan bertekuk lutut padamu,"


"Tapi Erina tidak yakin bisa melakukan itu Tante,"


"Siapa bilang kamu tidak bisa, kamu bisa sayang. Manfaatkan wajah cantikmu dan tubuh seksi mu untuk membuat laki-laki seperti Doni mau mencium kakimu. Kamu harus yakin kalau kamu bisa melakukan itu. Tapi ingat, jangan ada lagi cinta dihati kamu, karena itu akan membuatmu menjadi wanita lemah. Kamu ngerti kan sayang?"


"Iya Tante, Erina mengerti,"


"Bagus, mulai besok kita ubah penampilanmu. Ikuti semua aturan yang aku berikan kalau kamu benar-benar ingin membuat Doni kembali mencintai kamu. Banyak yang harus kamu lakukan untuk bisa merubah penampilanmu, mulai dari menjaga pola makan yang sehat dan teratur, olahraga teratur, melakukan perawatan pada wajah dan seluruh tubuhmu yang harus kamu jalani secara rutin,"


"Tapi itu semua jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit Tante,"


"Kamu tidak usah pikirkan masalah biaya, itu urusan Tante. Kamu fokus saja dengan niatmu untuk balas dendam, tidak usah kamu pikirkan hal-hal yang lain, Tante tidak mau kalau sampai dengar kamu gagal menjalankan rencana kamu, ngerti kamu!"


"Iy Tante, Erina pasti bisa. Erina tidak akan mengecewakan Tante, Erina janji. Erina akan membuat Doni hancur dan sangat-sangat menderita,"


"Bagus, itu baru kesayangan Tante. Ehm, kalau kamu ingin langsung menghabisi Doni, Tante juga bisa melakukan itu, tanpa harus mengotori tangan lembut mu ini," ucap Rossa sambil menyentuh tangan Erina, lalu mencium telapak tangan Erina menggunakan pipinya, yang membuat Erina ketakutan.


Erina melihat Rossa dari cermin, dia benar-benar ketakutan. Terkadang dia melihat Rossa sangat ramah, tapi tiba-tiba juga Rossa bisa terlihat sangat menyeramkan. Membuat tubuh Erina panas dingin.


"Gak perlu Tante, kita gak perlu menghabisi Doni. Erina lebih puas kalau melihat dia hancur, Erina rasa terlalu mudah hukuman untuk Doni kalau dia langsung dihabisi tanpa merasakan apa yang dulu aku rasakan," ucap Erina dengan tegas, agar Rossa puas dan tidak sampai menghabisi Doni. Karena Erina benar-benar tidak sanggup kalau harus melakukan itu pada Doni. Erina tetaplah Erina, dia tidak bisa menjadi seperti Rossa.


"Oke, terserah kamu. Mana yang kamu inginkan dan yang membuat kamu puas,"


Erina pun menunjukkan senyum manisnya, meski hatinya merasa takut. Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar Erina diketuk. Sudah pasti itu mbok Minah.

__ADS_1


"Masuk aja mbok!" seru Rossa.


Mbok Minah pun masuk, lalu mendekati Rossa.


"Ada apa mbok?" tanya Rossa.


"Itu nyonya, ada tamu,"


"Kusuma?"


"Betul nyonya,"


"Belum habis uang dia," ucap Rossa yang langsung bergegas keluar tanpa bicara sepatah katapun pada Erina.


Setelah Rossa keluar kamar, barulah mbok Minah ikut keluar kamar. Namun dengan cepat Erina mencegah mbok Minah keluar.


"Tunggu mbok, Erina masih penasaran dengan Tante Rossa. Mbok Minah mau kan cerita sedikit saja tentang Tante Rossa,"


Erina pun tidak bisa memaksa mbok Minah, tapi dia berniat menanyakan lagi pada mbok Minah lain waktu. Mungkin saja lama-lama mbok Minah berubah pikiran dan mau bercerita.


Erina berniat melihat kebawah, karena dia penasaran siapakah tamu Rossa. Baru saja dia membuka pintu kamarnya, dia melihat Rossa dan seorang laki-laki menaiki anak tangga menuju ke lantai atas. Erina pun buru-buru menutup pintu kamarnya. Namun Erina yang penasaran, sengaja mengintip dari balik pintu. Erina benar-benar sangat terkejut ketika melihat Rossa membawa laki-laki itu masuk ke dalam kamarnya, yang letaknya bersebelahan dengan kamar Erina.


"Tante Rossa? ternyata dia masih melayani laki-laki hidung belang," ucap Erina lirih.


Sementara itu di kamar Rossa, Kusuma langsung meletakkan kopernya di atas kasur. Dia membuka koper itu lalu mengeluarkan uang sejumlah lima ratus juta, lalu memberikannya pada Rossa.


"Taruh saja di atas meja rias ku," ucap Rossa yang sedang duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya.


Kusuma pun meletakkan uang itu di atas meja rias Rossa, lalu dia memeluk Rossa dari belakang dan langsung mencium pipi Rossa.

__ADS_1


"Aku kangen kamu sayang," ucap Kusuma yang terus menciumi Rossa.


"Belum habis uangmu?"


"Belum dong, kamu tau sendiri siapa Kusuma. Tidak mungkin Kusuma kehabisan uang untuk wanita pujaannya,"


"Kamu tidak bosan datang kesini? memangnya anak-anak tidak ada yang bisa memuaskan mu, kamu juga tidak perlu membayar terlalu mahal kalau kamu ke sana," ucap Rossa.


Ternyata Rossa adalah seorang ger*o, dia mempunyai sejumlah tempat hiburan yang dijadikan tempat pela****n. Dia juga mempunyai PSK yang lumayan banyak. Sedangkan Dia sendiri juga masih melayani laki-laki yang mau membayarnya dengan tarif lima ratus juta keatas. Meskipun sangat mahal, masih saja ada yang datang menemuinya, karena selain para pelanggan setianya, sebagian juga ada yang penasaran dengan Rossa yang sangat terkenal di dunia PSK.


"Sayang, yang aku mau hanya kamu. Aku tidak mau dilayani mereka, bagiku kamu beda sayang, kamu spesial. Aku suka aroma tubuhmu, yang membuatku selalu menginginkanmu dan merindukanmu," ucap Kusuma yang mulai menyerang Rossa dengan ciuman-ciuman di leher Rossa, yang membuat Rossa mulai terangsang.


Tidak mengulur waktu, Kusuma yang sudah sangat menginginkan Rossa, langsung membawa Rossa ke atas ranjang lalu merebahkan tubuh Rossa, Kusuma pun mulai beraksi.


Meskipun usia Rossa tidak muda lagi, namun kemampuannya dalam bersenggama masih diacungi jempol. Dia benar-benar masih lincah, dan sangat lihai bermain di atas ranjang. Membuat Kusuma, laki-laki yang sudah mempunyai dua istri itupun kewalahan.


Setelah beberapa ronde, akhirnya Kusuma pun benar-benar puas. Keduanya bersantai di atas ranjang sambil menikmati minuman dingin yang sudah Rossa siapkan.


"Seandainya kamu mau menjadi istriku, pasti akan kuberikan semuanya untukmu sayang," ucap Kusuma yang membuat Rossa sangat muak mendengar nya.


"Tidak Sudi aku menikah denganmu, laki-laki brengsek. Kamu sudah punya dua istri, masih ingin menikah lagi. Gila kamu, aku paling anti punya pasangan model kamu,"


"Sepertinya kamu belum bisa melupakan masa lalu mu, kamu memang wanita keras dan juga kuat. Aku benar-benar menyerah sayang, begitu sulit mendapatkan cintamu,"


Rossa hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Kusuma, dia mengambil sebatang r***k lalu menghisapnya.


"Pulanglah, aku mau istirahat," ucap Rossa. Karena tidak terasa malam sudah larut.


"Gak ah, aku mau tidur disini malam ini. Boleh ya?"

__ADS_1


"Terserah, kalau kamu mau dilempar ke sungai sama anak buah ku,"


"Iya deh aku pulang," ucap Kusuma yang langsung memakai pakaiannya dan langsung bersiap-siap pulang.


__ADS_2