Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 22


__ADS_3

Sepulangnya dari joging, Rossa dan Erina langsung mandi kemudian mereka berdua sarapan bersama dimeja makan. Rossa sudah menganggap Erina bukan orang lain lagi, dia benar-benar menganggap Erina keponakannya, bahkan seperti adiknya sendiri.


"Makan yang banyak Erin, biar badanmu agak gemuk dikit, gak kurus kayak gitu. Jangan banyak pikiran juga, biar otak kamu rileks dan kamu nya juga bisa terlihat lebih fresh. Apapun itu bisa mempengaruhi penampilan kita, kalau kamu ingin membuat Doni jatuh cinta lagi sama kamu, kamu harus benar-benar siap lahir batin, kamu ngerti kan apa maksud Tante?"


"Iya Tante, Erina mengerti,"


Wajar kalau sampai sekarang Rossa masih terlihat seperti anak muda, dia benar-benar sangat menjaga penampilannya, dia juga sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, semuanya harus ada aturannya dan berusaha melakukannya dengan sangat maksimal. Makan, tidur, olahraga maupun kegiatan lain, Rossa selalu memakai aturan dan sangat berhati-hati.


Setelah selesai sarapan, mereka pun bergegas pergi ke salon kecantikan dengan diantar oleh dua bodyguard Rossa. Kemana-mana Rossa memang tidak pernah sendiri, dia selalu membawa serta anak buahnya, untuk menjaga keamanannya. Lantaran masalah pekerjaannya yang tidak disukai oleh banyak orang, makanya dia selalu berhati-hati dan waspada dengan keselamatannya.


Berjam-jam mereka berada di salon, menjalani beberapa jenis perawatan pada wajah dan tubuh mereka. Akhirnya, setelah beberapa jam mereka pun selesai. Erina benar-benar terlihat sangat cantik dan tidak terlihat sedikitpun kalau dia seorang gadis desa. Dia terlihat lebih masa kini dan berkelas, membuat Rossa hampir tidak percaya kalau itu adalah Erina.


"Sayang, kau kah itu? kamu benar-benar terlihat sangat cantik sayang. Tante tidak percaya kalau ini kamu,"

__ADS_1


"Iya Tante, ini benar Erin Tante. Tante bisa aja bilang gitu. Erin jadi malu nih,"


"Beneran sayang, kamu cantik banget. Ini baru pertama kali kamu melakukan perawatan, kamu masih perlu beberapa kali lagi menjalani perawatan, agar kamu benar-benar berubah total sampai Doni tidak bisa lagi mengenalimu, oke sayang?"


"Oke Tante, Erina nurut aja apa kata Tante,"


Setelah selesai melakukan perawatan, Mereka pun langsung bergegas pergi ke mall. Sesampainya di sana, mereka langsung memilih-milih pakaian yang cocok sesuai keinginan mereka. Sedang asyik memilih, tiba-tiba mata Erina tertuju pada seseorang yang juga sedang memilih pakaian dengan anak dan istrinya, orang itu tidak lain adalah Doni. tubuh Erina langsung gemetar, dia langsung saja merasa emosi dan kesal melihat sosok Doni ada di depan matanya, sedang berbahagia dengan anak dan istrinya. Rossa yang melihat Erina menatap tajam kesatu arah, membuatnya penasaran.


"Erina lihat Doni Tante, itu dia. Sepertinya dia sangat bahagia dengan keluarganya, Erina benci Tante melihatnya, Erina tidak ikhlas kalau dia justru hidup bahagia setelah apa yang telah dia lakukan padaku, Erina benar-benar tidak rela Tante," ucap Erina yang akan mulai menangis, namun seketika Rossa melarangnya menangis lagi.


"No..no..no, jangan sampai kamu menangis Erin. Tante benar-benar tidak mau melihat kamu menangisi laki-laki seperti Doni, Tante tidak suka, jadi bisa gak kamu berhenti menangisinya,"


"Iya Tante, Erina gak akan menangis lagi untuk Doni. Erina tidak mau jadi cewek lemah, Erina pengen kuat seperti Tante,"

__ADS_1


Rossa langsung mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu dia buru-buru memotret Doni, karena jarak mereka tidak terlalu jauh. Erina yang sembunyi dari balik susunan pakaian, penasaran untuk apa Rossa mengambil foto Doni.


"Benar yang ini kan sayang si Doni?" ucap Rossa sambil menunjukkan foto yang barusan dia ambil.


"Iya Tante benar, buat apa Tante ambil foto Doni?"


"Dah gak usah banyak tanya kamu, buruan ambil mana saja baju yang kamu suka. Tapi kayaknya lebih baik Tante yang milih deh, soalnya kalau kamu yang milih gak akan dapat yang bagus," ejek Rossa.


"Iya deh, Tante aja yang milih. Erina bingung Tante," jawab Erina yang memang tidak bisa memilih pakaian yang modern dan masa kini.


"Iya, Tante cariin yang cocok buat kamu ya,"


Rossa lalu memilih dan mengambil beberapa pakaian yang cocok untuk Erina. Tidak tanggung-tanggung, dia membeli begitu banyak pakaian untuk Erina, tanpa perduli berapapun harganya. Sementara Erina tidak perduli dengan pakaiannya, dia masih saja teringat dengan Doni. Dia masih merasa sangat kesal melihat Doni bahagia dengan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2