
Dua bulan berlalu, akhirnya Erina dan Dilan pun sudah benar-benar yakin dengan hubungan mereka. Mereka pun berencana akan segera menikah bulan ini. Inilah waktu yang ditunggu-tunggu Erina selama ini, pulang ke kampung halaman, menemui kedua orang tuanya untuk meminta maaf, melepaskan kerinduan sekaligus memohon restu kepada mereka.
Setelah seharian menempuh perjalanan, sampailah mereka disebuah rumah sederhana. Erina yang sudah tidak sabar ingin bertemu orang tuanya, langsung berlari menuju ke rumahnya, sementara Dilan menyusul dibelakang.
"Assalamualaikum," Erina langsung mengucapkan salam saat tiba di depan pintu rumahnya.
"Wa'allaikumsalam," sahut ibunya dari dalam.
Tidak lama kemudian, keluar seorang wanita yang terlihat sangat kurus dan kusam.
"Maaf, mbak siapa ya?" tanya Bu Santi yang tidak lagi mengenali putrinya.
Erina pun langsung bersujud pada ibunya sambil berlinang air mata.
"Loh mbak, ini kenapa? mbak siapa ya?" Bu Santi pun semakin tidak mengerti.
"Maafkan Erin Bu..., ini aku Erin Bu... maafkan Erin Bu..." Erina menangis sambil terus memeluk kaki ibunya.
"Erin? benarkah kamu Erin nak? Erin anak ibu," ucap Bu Santi yang kemudian ikut duduk di lantai sambil menyentuh wajah Erina dan menatapnya dalam-dalam.
"Iya bu, aku Erin anak ibu,"
"Erin anakku... akhirnya kamu pulang nak...ibu sangat merindukanmu Erin...kamu kemana saja nak... kenapa kamu tega tinggalin ibu...ibu menderita nak...ibu sangat merindukanmu..." ucap Bu Santi sambil menangis histeris.
Mereka berdua pun berpelukan erat, sementara Dilan hanya bisa menyaksikan keduanya dengan penuh haru. Dilan sengaja diam, untuk memberi kesempatan Erina dan ibunya melepas rasa rindu mereka.
"Bu...Bu...?" tiba-tiba terdengar suara pelan dari dalam.
"Ayah? itu suara ayah kan Bu?" tanya Erina
"Iya sayang, ayah sudah lama sakit semenjak kamu pergi, dia sangat kehilangan kamu nak,"
__ADS_1
Mendengar jawaban ibunya, Erina langsung berlari ke kamar ayahnya, betapa terenyuh nya hati Erina melihat keadaan sang ayah yang terbaring lemah dengan tubuhnya yang sangat kurus, benar-benar sangat memprihatinkan.
Erina langsung mendekati sang ayah, menatapnya dengan penuh rasa iba.
"Ayah? ini Erina yah, Erin pulang ayah," ucap Erina dengan air matanya yang terus berlinang.
"Erin? benarkah kamu Erin? Bu, apa benar ini Erin anak kita?" tanya pak Rahmat pada istrinya, yang belum percaya kalau yang dihadapannya itu putrinya yang sangat dia rindukan.
"Iya yah, ini Erina anak kita. Anak kita sudah pulang yah, lihatlah dia baik-baik saja yah, dia juga sangat cantik," jawab Bu Santi.
"Erin anakku...ayah sangat merindukanmu nak..." ucap pak Rahmat yang langsung memeluk putrinya dengan air mata kebahagiaan yang langsung menetes di pipinya.
"Erin juga sangat merindukan ayah dan ibu. Maafkan Erin yah, Erin salah, Erin sudah membuat kalian menderita,"
"Tidak nak, kamu tidak salah. Ayah yang salah nak. Ayah egois, ayah tidak memikirkan kebahagiaan mu," ucap pak Rahmat yang menyesali sikap kerasnya dulu pada Erina.
Setelah pertemuan yang mengharukan namun penuh kebahagiaan itu, akhirnya keluarga kecil ini pun bisa tersenyum ceria kembali, rasa sedih dan kehilangan telah terobati dan kini hanyalah kebahagiaan yang terpancar dari wajah keluarga kecil ini.
Selanjutnya, Erina pun menceritakan semua yang terjadi padanya. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Dilan, calon suaminya. Erina memperkenalkan Dilan sebagai calon suaminya yang sangat dia cintai dan mencintainya pada kedua orang tuanya dan mereka pun menerima Dilan dengan sepenuh hati.
Suatu hari, Erina dan Dilan pergi jalan-jalan. Dalam perjalanan pulang, tidak sengaja Erina melihat seorang pemulung yang wajahnya mirip sekali dengan Rudi. Karena penasaran, Erina pun menghampiri pemulung itu.
Ternyata memang benar, pemulung itu benar-benar Rudi, teman Doni yang dulu sering membantunya. Sudah lama Erina mencarinya, untuk membalas semua kebaikannya selama ini.
"Rudi?" sapa Erina.
"Siapa ya mbak?" tanya Rudi yang sudah tidak mengenali Erina.
"Aku Erina, masih ingat kan?"
"Erina pacar si Doni?"
__ADS_1
"Iya dulu, sekarang aku sudah menikah. Kenalin, ini suamiku Dilan,"
Keduanya pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri masing-masing, lalu mereka mencari tempat yang lebih nyaman untuk ngobrol.
"Kenapa kamu bisa seperti ini Rud, kamu udah gak kerja lagi di pabrik? aku ke kontrakan kamu juga kamu sudah gak ada, kamu pindah kemana?" tanya Erina yang prihatin dengan keadaan Rudi saat ini.
"Aku sudah gak kerja, pabrik tempat aku kerja dulu udah tutup, karena mengalami kebangkrutan. Sekarang aku kerja serabutan. Kalau pas lagi gak ada kerjaan, aku cari barang bekas untuk aku jual, pokoknya kerja apa saja lah Rin yang penting halal. Aku pindah kontrakan yang lebih kecil Rin, ya disesuaikan dengan pemasukan lah," jelas Rudi.
Melihat keadaan Rudi, tanpa pikir panjang, Erina dan Dilan pun langsung membantu Rudi. Rudi kini menjadi karyawan di perusahaan Dilan dan tinggal di kontrakan yang lebih layak.
.
.
Setelah beberapa bulan, Rudi yang sering berkunjung ke rumah Erina, tanpa sengaja suatu hari bertemu dengan Rossa yang juga sedang berkunjung ke rumah Erina. Itulah awal perkenalan mereka, yang akhirnya menumbuhkan rasa cinta dalam hati keduanya. Setelah beberapa bulan menjalin hubungan asmara, akhirnya mereka pun melangsungkan pernikahan. Ternyata kesederhanaan Rudi dan ketulusan hati Rudi, mampu meluluhkan kerasnya hati seorang Rossa, Rossa tidak perduli meski awalnya Rudi hanya seorang karyawan biasa, yang Rossa butuhkan dalam hidupnya, orang yang benar-benar tulus mencintai dan menyayanginya, serta menerima semua kekurangannya dan ternyata Rudi bisa memberikan itu semua, karena Rudi memang laki-laki yang baik, Erina pun tau itu.
Setelah menikah, Rudi yang dulu pernah bekerja di pabrik roti, mengajak Rossa membuka usaha pabrik roti sendiri. Rudi memanfaatkan keahliannya membuat roti dari pengalamannya dulu saat bekerja. Setelah usahanya berdiri, Rudi menyuruh Rossa menutup semua usaha Rossa yang dulu, dan mempekerjakan anak buah Rossa dipabrik mereka.
Rossa sangat bersyukur menjadi istri Rudi, karena selain menyayanginya dan bertanggung jawab, Rudi juga seorang imam yang baik, yang mampu membawa Rossa menuju ke jalan yang benar.
.
.
Sementara itu, kabar menyedihkan datang dari Doni. Doni yang sangat tergila-gila dengan Shella dan pikirannya yang kacau saat Shella mengatakan kalau dia adalah Erina, membuat Doni stres dan sangat sulit menerima kenyataan ini, yang membuatnya depresi dan pada akhirnya mengalami gangguan jiwa.
Suatu hari, tidak sengaja di jalan Erina melihat Doni, yang terlihat sangat memprihatinkan. Erina pun merasa kasihan pada Doni, akhirnya Erina pun meminta Dilan mengirimnya ke rumah sakit jiwa.
Erina menganggap semua yang terjadi pada Doni sebagai balasan yang setimpal atas apa yang sudah Doni lakukan padanya.
Pada akhirnya, Erina bisa merasakan indahnya cinta dan kebahagiaan dalam hidupnya, setelah mengalami berbagai macam penderitaan dan kekecewaan.
__ADS_1
Kebahagiaannya pun semakin lengkap, kala dia dikaruniai seorang buah hati yang sangat cantik yang diberi nama Elena rossalyn.
**# TAMAT#**