Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 50


__ADS_3

Sudah dua hari Erina mengurung diri di kamar, dia sudah tidak bisa lagi bertemu dengan Dilan, karena Rossa telah melarangnya menemui Dilan. Rossa yang masih marah dengan keputusan Erina yang membuka hatinya untuk Dilan, dengan terpaksa melarang Erina keluar rumah, sampai Erina mau memutuskan hubungannya dengan Dilan. Erina tidak bisa berbuat apa-apa, karena para anak buah Rossa menghalangi Erina untuk keluar rumah. Sementara Erina sendiri tidak akan pernah bisa meninggalkan Dilan, karena dia sangat mencintai Dilan.


Erina sudah lelah memohon pada Rossa agar mau memaafkannya dan memahami perasaannya, kalau dia tidak bisa menuruti keinginan Rossa, dia tidak bisa hidup tanpa cinta, dia tidak bisa hidup dengan bayang-bayang masa lalu, dia ingin bahagia dengan kehidupan yang baru dan melupakan masa lalunya. Namun Rossa tetap belum bisa menerima apapun alasan Erina, keduanya sama-sama dengan keinginan dan pola pikir masing-masing, membuat mereka saling terdiam tanpa berbicara sepatah katapun, karena setiap mereka mulai berbicara, pasti berujung perdebatan, itu yang membuat keduanya memilih diam tanpa berbicara apa-apa.


Sementara Dilan yang sudah tidak tahan dengan sikap Rossa yang melarang Erina menemuinya, akhirnya memberanikan diri mendatangi rumah Rossa.


Dilan hanya bisa menunggu di teras rumah, karena anak buah Rossa melarangnya masuk, setelah beberapa menit, akhirnya Rossa pun keluar, setelah anak buahnya memberi tau kalau Dilan ingin menemuinya.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Rossa tanpa menyuruh Dilan masuk kedalam.


"Saya kesini dengan niat baik Tante, pertama saya ingin bersilahturahmi, yang kedua saya mohon izin, biarkan saya dan Erina bersama Tante, jangan halangi hubungan saya dan Erina, kami saling mencintai Tante, tolong mengertilah Tante," Doni berusaha meminta pengertian Rossa secara baik-baik, agar tidak sampai ada keributan.


"Pulanglah, percuma karena sampai kapanpun saya tidak akan mengizinkan kamu menjalin hubungan dengan Erina. Saya sangat menyayangi Erina, saya tidak mau dia disakiti lagi, saya tidak mau dia menderita lagi, jadi sekarang lebih baik kamu pulang dan cari wanita lain, jangan pernah ganggu Erina lagi, ngerti kamu!" tegas Rossa pada Dilan.


"Tidak Tante, sampai kapanpun saya tidak akan pernah memutuskan hubungan kami, karena kami saling mencintai. Saya akan tetap perjuangkan cinta saya dan akan berusaha membuat Erina bahagia. Tante sadar tidak, justru Tante yang membuat Erina menderita, karena Tante yang terus menekannya dan mengatur hidupnya. Harusnya Tante sadar, kalau sikap Tante ini sangat merugikan Erina dan membuat Erina semakin menderita,"

__ADS_1


"Cukup! pergi kamu dari sini, tau apa kamu tentang wanita. Kamu cuma anak kemaren sore, tidak usah sok menasehati aku. Kalian, bawa anak ini pergi dari sini," Rossa menyuruh anak buahnya mengusir Dilan.


"Tidak perlu Tante, saya bisa pergi sendiri. Saya tidak akan menyerah, saya akan kesini lagi sampai saya bisa bertemu dengan Erina dan satu lagi Tante, saya tidak akan pernah melepaskan Erina. Permisi," ucap Dilan yang langsung pergi meninggalkan rumah Rossa.


Rossa hanya terdiam, dengan perasaan kesal dihatinya, karena ternyata Erina dan Dilan benar-benar tidak ada yang mendengar perkataannya, masing-masing tetap dengan keinginan mereka untuk bersama.


Sementara Erina di kamar hanya bisa menangis, saat Dilan menelponnya. Memberi tau kalau saat ini dia belum bisa menemuinya.


Malamnya, Dilan yang benar-benar ingin menjalin hubungan yang serius dengan Erina, mencoba menceritakan masalahnya pada kedua orang tuanya, berharap mereka bisa membantunya menyelesaikan masalahnya secara kekeluargaan.


Tapi berbeda dengan Bu Ratna, dia tidak setuju dengan gadis pilihan Dilan, setelah tau kalau gadis itu keponakan Rossa. karena setau Ratna, Rossa bukan wanita baik-baik, dia yakin Erina pun sama seperti tantenya.


Namun Dilan tidak menyerah begitu saja, dia terus membujuk mamanya agar mau menerima Erina dan meyakinkan mamanya kalau Erina tidak seperti tantenya, dia gadis yang baik dan dari keluarga baik-baik juga.


Bu Ratna sangat menyayangi Dilan dan paham betul dengan sifat anaknya, anaknya tidak akan sembarangan memilih seorang calon istri, karena selama ini Dilan memang sangat berhati-hati dalam memilih seorang pacar, apalagi seorang calon istri.

__ADS_1


Melihat keseriusan Dilan dan rasa cinta Dilan yang begitu besar pada Erina, akhirnya Bu Ratna pun menyetujui keputusan Dilan memilih Erina sebagai calon istrinya, tanpa perduli lagi dengan Rossa.


Kusuma yang melihat Dilan semakin hari semakin terlihat murung dan tidak bersemangat, baik dirumah maupun di kantor, jadi tidak tega melihatnya. Kusuma pun memutuskan menemui Rossa untuk membicarakan masalah ini, karena Kusuma sadar, kalau kebahagiaan keluarganya itu yang terpenting saat ini dan hanya Ratna, Dilan dan adik dilan yang Kusuma punya saat ini, sebab dia telah menceraikan istri mudanya, yang hanya menginginkan hartanya dan tidak perduli dengannya, yang membuat pernikahannya tidak pernah bahagia.


Kusuma pun mendatangi rumah Rossa. Tujuannya bukan seperti biasa, melainkan ingin membahas tentang Erina dan Dilan. Berharap Rossa mau mendengar penjelasannya dan mengizinkan Dilan menjalin hubungan dengan Erina.


"Mau apa lagi kamu kesini? urus saja anak kamu itu, bilangin sama Dilan, jangan berani mencoba menemui Erina lagi, karena sampai kapanpun saya tidak akan memberikannya izin padanya untuk menjalin hubungan dengan Erina," ucap Rossa yang lebih dulu membahas soal Erina dan Dilan.


"Tidak bisa begitu dong Rossa. Sudahlah, jangan libatkan mereka dalam masa lalu mu. Mereka tidak tau apa-apa, yang mereka tau, mereka saling mencintai dan menyayangi. Mereka berhak bahagia Ros. Tolong, jangan usik kebahagiaan mereka. Aku pun mulai sekarang tidak akan mengganggumu lagi, aku tidak akan memaksamu lagi untuk menerimaku, karena sejatinya kebahagiaan itu adanya cinta dan keluarga dalam hidup kita. Aku sadar, kebahagiaanku adalah keluargaku dan ketulusan cinta istriku. Aku memang sangat mencintaimu, tapi kamu tidak pernah mencintaiku, jadi sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa bahagia dan aku baru menyadari itu. Jadi biarlah hanya kita yang tau semua yang terjadi pada kita selama ini, akan aku jadikan itu kenangan terindah dalam hidupku, yang tidak akan pernah aku lupakan, karena bagiku itu sesuatu yang sangat berkesan, meski bagimu itu tidak ada artinya sama sekali,"


"Jadi maksud kamu, kamu tidak akan pernah kesini lagi?" tanya Rossa yang belum yakin dengan keputusan Kusuma.


"Ya, aku tidak akan meminta jatah lagi darimu. Mulai sekarang aku akan melepaskan mu dan hanya akan mengurus keluarga ku, itu kan yang kamu mau? dan q minta sekali lagi sama kamu, biarkan anak-anak bahagia. Kalau kamu memang sangat menyayangi Erina, biarkan dia bahagia dengan pilihan hatinya dan jangan mengekangnya, kasihan dia, dia belum pernah merasakan kebahagiaan cinta dalam hidupnya. Aku minta, kamu pikirkan lagi masalah ini, pikirkan kebahagiaan Erina. Itu saja yang bisa aku sampaikan, aku pulang. Jaga diri kamu baik-baik dan semoga suatu saat kamu mendapatkan kebahagiaan mu, aku pasti ikut bahagia, walaupun itu bukan dengan ku," ucap Kusuma yang lalu meninggalkan Rossa.


Rossa pun hanya bisa diam melihat kepergian Kusuma, seakan dia tidak percaya seorang Kusuma bisa berubah seperti itu, Rossa pun langsung masuk ke kamar, mencoba merenungi lagi semua perkataan Kusuma.

__ADS_1


__ADS_2