Cinta Berujung Dendam

Cinta Berujung Dendam
PART 36


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Doni terlihat sangat senang. Doni semakin yakin kalau dia bisa mendapatkan cintanya Shella, karena Shella sudah bersedia diajak jalan dan menerima semua pemberiannya.


"Bagaimana sayang, apa kamu senang hari ini?"


"Senang, aku suka caramu memanjakan ku. Kamu tau apa yang aku sukai, tapi kamu gak bilang aku cewek matre kan?"


"Enggak dong sayang, aku justru senang dengan sikapmu yang terbuka seperti ini dan apa adanya gak dibuat-buat. Aku akan menuruti semua keinginanmu, untuk membuatmu bahagia. Aku sangat mencintaimu Shella, apapun akan ku lakukan untuk mu,"


"O ya, bagaimana kalau aku minta kamu menceraikan istrimu?"


"Kalau itu aku belum siap sayang, anakku sangat menyayangiku, aku tidak bisa begitu saja meninggalkannya. Tapi kalau kamu mau menikah denganku, aku pasti akan menceraikan istriku, karena aku sangat mencintaimu sayang," ucap Doni sambil mencium tangan Shella.


"Gak usah bimbang, aku cuma bercanda. Lagian siapa juga yang mau menikah denganmu," ucap Shella sambil melepaskan genggaman tangan Doni.


Doni hanya tersenyum mendengar jawaban Shella, dia tidak pernah perduli dengan ucapan Shella yang selalu cetus padanya, sedikitpun itu tidak mengurangi rasa kagumnya pada Shella, justru dia menyukai sikap Shella itu.


Tiba dirumah Shella, Doni mengantar Shella sampai didepan pintu.


"Kamu tidak menyuruhku masuk?"

__ADS_1


"Aku bukan istrimu, yang harus seharian denganmu. Pulanglah, kalau istrimu tau kamu gak di kantor, dia bisa curiga. Kamu mau dia kirim mata-mata buat kamu?"


"Enggak dong sayang, iya deh aku pulang. Kapan-kapan kita jalan lagi ya,"


"Ya...kita lihat saja nanti,"


"Ya udah, aku pulang ya. Bye sayang,"


"Bye,"


Erina pun langsung masuk ke dalam sambil membawa barang belanjaannya yang sangat banyak. Rossa pun langsung menyambut kedatangan Erina.


"Pastinya dong Tante, tapi ini baru permulaan Tante, aku akan melakukan yang lebih dari ini,"


"Bagus sayang, lakukan apapun yang kamu mau untuk menghancurkan Doni, jangan ada rasa kasihan, seperti waktu dia menghancurkan hidupmu, membuatmu menderita dan mencampakkan mu tanpa rasa belas kasihan sedikitpun,"


"Pasti Tante, aku pasti akan melakukan itu, dia harus merasakan bagaimana rasanya dicampakkan oleh orang yang sangat kita cintai,"


"Ya sudah, istirahatlah kamu pasti sangat lelah,"

__ADS_1


"Iya Tante, Erin ke kamar dulu ya,"


"Iya sayang,"


Sementara itu, Doni yang baru saja sampai di kantornya, langsung masuk ke ruangannya dan langsung memanggil Rita untuk menanyakan hasil rapat hari ini dengan pak Wahyu.


"Selamat siang pak,"


"Siang, duduk," jawab Doni yang langsung menyuruh Rita duduk


"Ini berkas laporan rapat kita hari ini pak. Pak Wahyu bilang, dia akan memberikan keputusan beberapa hari lagi. Beliau juga bilang, kalau bapak tadi hadir dalam rapat, mungkin dia bisa memberikan keputusannya hari ini juga, tapi karena tidak adanya bapak dalam rapat tadi, dia jadi harus mempertimbangkan keputusannya. Sepertinya dia sangat kecewa dengan sikap bapak, sementara saya hanya bisa berusaha semampu saya agar pak Wahyu mau bekerja sama dengan perusahaan kita, selebihnya kita hanya bisa pasrah pak,"


"Oke, terimakasih karena kamu sudah berusaha sebaik mungkin. Ya sudah, kita tunggu saja nanti hasilnya,"


"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu,"


"Ya, silahkan,"


Doni pun langsung memeriksa berkas yang baru saja dia terima. Tapi sepertinya doni tidak terlalu perduli dengan perusahaan istrinya itu, setelah melihat-lihat berkas tersebut, dia mengambil handphonenya dan langsung menelpon Shella, padahal dia baru saja bertemu Shella. Doni benar-benar sudah tergila-gila dengan sosok Shella, yang membuatnya merindukan Shella setiap waktu bahkan setiap detik.

__ADS_1


__ADS_2