
Malam telah tiba, suasana canggung mengisi suasana makan malam Manisa danml Yudha, " Bagai mana sekolah mu " tanya Yudha memulai percakapan.
" Baik " jawab Manisa singkat
" Emmmhh Soal kejadian tada pagi maafkan kakak ya, kakak tak bermaksud."
" Maksud kakak.? "
" Iya kakak ga ada maksud apa-apa, kakak hanya terbawa suasana sebagai laki-laki normal," Yudha begitu berhati-hati berbicara ia takut akan menyinggung Manisa " Tidak ada maksud kakak untuk mempermainkan ataupun memanfaatkan Nisa."
Ada sedikit kekecewaan di hati Manisa, sungguh ia berharap Yudha mencium nya karena ia menyukai Manisa " Ya Manisa tau " ucapnya kesal " Oya istri kakak yg tadi cantik sekali " ucap Manisa kesal
" Istri, istri yg mana.? istri kakak kan kamu.?" Ucap Yudha yg sedikit meledek Manisa
" Kakak jangan pura-pura ga tau deh, kakak itu curang tau, dengan seenaknya kakak berpelukan di depan aku seolah Nisa orang bodoh, Tapi aku, kakak melarang Manisa berhubungan dengan Angga. "
" Manisa , ini tak seperti yg kamu pikirkan, kakak mohon jangan seperti anak kecil begini, kakak bisa jelaskan."
" Oo Nisa seperti anak kecil, tentu saja, Manisa lupa, Manisa memang kekanak-kanakan, kakak benar, dan Manisa gak butuh penjelasan kakak."
__ADS_1
Yudha terkejut mendengar perkataan Manisa, padahal sebelumnya Manisa tak pernah bicara nada tinggi seperti itu. " Maafkan kakak, kakak tadi hanya reflek saja, hanya terbawa kebiasaan. ok mau Manisa apa.?"
" Manisa ingin kakak jangan ikut campur dengan urusan pribadi Manisa dan begitu juga sebaliknya, Manisa tak kan peduli dengan urusan kakak."
" apa kamu menyukai Angga.?" tanya Yudha
" Tentu saja. " ucap Manisa Yakin
" Seberapa besar.? "
" Sebesar kakak mencintai wanita yg datang pagi tadi." Manisa kemudian pergi meninggalkan Yudha di meja makan sendiri.
Yudha terpaku mendengar kata-kata yg Manisa ucapkan, Sungguh ia sangat menyesal ciuman tadi pagi membuat Manisa semarah itu
Di sela-sela tangisnya ponsel miliknya pun berbunyi, dengan suara serak ia menjawab telepon yg ternyata dari Angga
Angga yg panik langsung menanyakan keadaan Manisa, " Nisa, kenapa kamu nangis, pasti karna suami kamu ya.? "
Manisa begitu terkejut mendengar ucapan Angga " Angga, dari mana kamu tau sudah menikah.? "
__ADS_1
" Sudah, kamu gak perlu tau, yg perlu kamu tau adalah.... Aku mencintai mu, dan akan terus menunggu mu sampai kapanpun...? "
" Tapi ini tak se mudah yg kamu kira "
" Dan tak serumit yg kamu bayangkan. " Hibur Angga " Aku hanya butuh keyakinan bahwa kamu juga mencintai ku, dan semua masalah yg akan terjadi akan aku hadapin semua demi kamu, bersamamu. "
Manisa meneruskan tangisnya, ia sungguh terharu oleh kata-kata Angga, sungguh ia merasa menjadi wanita yg sepecial bagi Angga
" Hai.... kenapa malah nangis lagi.?
" Terimakasih, kamu membuat ku merasa jadi wanita tg sepecial saat bersamamu. "
" Apa kamu mencintai ku, ? "
" Yaaa aku mencintai mu." jawab Manisa
" Ya sudah, istirahat lah... Love you. "
" Love you to. " Angga kemudian menutup telepon nya
__ADS_1
Manisa mulai merasa lebih tenang,
Sementara Yudha, ia mulai merasa gelisah apa lagi setelah mendengar perkataan Manisa yg mencintai Angga, " Apa yg harus aku lakukan aku tak ingin Manisa dekat dengan pria lain, semarah itukah Manisa karena ciuman tadi pagi,?"