Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
pelukan hangat


__ADS_3

Hari mulai senja... di tambah lagi cuaca yg tampak mendung.. seperti biasa Yudha menjemput Manisa dan pulang bersama...


Orang tua Yudha sangat senang sekali atas keberadaan manisa mereka selalu memasakan makanan y special untuk menantunya.


setelah malam tiba... Manisa dan Yudha bergegas memasuki kamarnya.


" Apa itu...? tanya manisa melihat kantong belanjan di atas meja


" ohh ini... ini baju yg di berikan diana untuk menghadiri pameran busana nya.... ia akan mengadakan pameran busana akhir pekan ini "


Hati Manisa sedikit terusik.. " spesial sekali... sampai harus menggunakan baju nya." bisiknya dalam hati sambil memajukan bibir mungilnya.


" kenapa... cemburu yaa.." ledek Yudha yg melihat ekspresi wajah istrinya itu.


" tidak " ucapnya cepat... manisa kemudian duduk di atas tempat tidur sambil membaca buku pelajaranya...


Yudha kemudian duduk di tempat tidur sebelah Manisa.. " sedang apa.?"


" tidak... hanya sedikit menghafal " jawab nya...


Tiba tiba terdengar rintik hujan turun dari langit

__ADS_1


Manisa tampak resah mendengar suara hujan di luar... ia masih mengingat saat kematian ibunya malam itu..


Malam itu hujan deras... listrik pun tiba tiba mati dan suara petir mengiringi suara ambulan yg datang kerumahnya.


Saat itu.. usianya masih 8 taun saat ia menunggu ibunya pulang... dan tak di ijinkan ikut ke rumah sakit oleh ayahnya


Yudha sangat tahu betul keresahan istrinya itu.. karena dulu saat ia menemui Ardi di rumahnya Ardi buru buru menemani adiknya kala hujan dan mati lampu di rumahnya. ia bercerita kalau adiknya itu fobia gelap apa lagi di iringi hujan..


Manisa meletakan bukunya di sebelahnya... ia melai mengepalkan tanganya dan tampak semakin resah


" Kenapa..." tanya Yudha pura pura tidak mengerti..


Manisa langsung melompat ke pelukan Yudha dan menangis ketakutan


Yudha pun langsung memeluk lembut istrinya itu dan berusaha menenangkannya.


" tenanglah tidak apa apa.. ada kakak di sini.."


Manisa masih saja menyembunyikan wajahnya di dada yudha sambil tersedu sedu


Yudha membelai belakang rambut istrinya itu sambil terus menenangkanya..

__ADS_1


" tidak akan ada apa apa... ada kakak di sini..."


Manisa mulai merasa tenang tapi ia tidak melepaskan pelukannya pada yudha..


Suara detak jantung Yudha yg beraturan dan kehangatan pelukan tubuh yudha mulai membuatnya tenang...


Sedangkan Yudha... Yudha masih saja membelai rambut gadis itu " Tidurlah... semua akan baik baik saja "


Manisa secara perlahan terlelap dalam prlukan yudha dan Yudha pun masih enggan bealih posisi


Lampu pun menyala.. Yudha kemudian memandangi bocil yg sedang tidur di dada bidang nya..


Suara nafas yg beraturan wajahnya yg tampak tenang dan polos... dengan di barengi dengan kecantikan alami gadis itu..


" Ternyata kau sangat cantik.. apa kh aku tak begitu memberhatikan mu hingga aku baru menyadarinya sekarangg..." ia kemudian membelai pipi sang isti dengan lembut ..


Yudha mulai berfikir..." apakah harus kebersamaan kita itu akan berakhir begitu saja.. sepertinya aku tak akan rela melepaskan semus yg tlah aku miliki.. apa lagi jika harus menyerahkannya pada orang lain.."


Hatinya mulai resahh. kemudian Yudha mencium kening gadis itu dan mencoba memejamkan matanya..


apa lagi tak bisa di pungkiri sebagai lelaki normal mustahil rasanya jika kejantananya tak terusik.. apa lagi sebagai pria yg pernah menikah semakin membuatnya ingin melakukan lebih pada gadis yg ada di pelukanya.

__ADS_1


__ADS_2