
Malam semakin larut Yudha masih enggan untuk ke kamarnya.. ia masih termenung di ruang tamu rumahnya
manisa yg lelah karna tangis nya perlahan merasakan tenggorokanya mulai kering... hingga membuatnya terpaksa keluar dari kamar nya.
sampai ke dapur yudha yg melihat keberadaan manisa langsung beranjak menemui nya " manisa kita perlu bicara "
tapi tiba tiba ponsel yudha berdering. yudha menatap ponsel iti " no baru.. siapa ya " bisiknya dalam hati..." yudha langsung mengangkat telpon itu
" halo apa ini suami nyonya diana." tanya se orang pegawai rumah sakit yg mendapatkan no yudha dari ponsel diana dengan nama suamiku
yudha akhirnya meng ia kan dan bertanya ada apa
" istri ada tadi terjatuh di sebuah bar dan kini sedang di tangani di rumah sakit xxx "
" diana terjatuh.." ucap yudha kaget
manisa pun di buat nya melotot ketika yudha menyebut nama pelakor tersebut.
tanpa basa basi yudha yg sanggat khawatir langsung mengatakan " baik saya akan kesana sekarang "
manisa masih terpaku melihat kepergian yudha " betapa berartinya diana bagi yudha " fikirnya dalam hati
yudha yg bergegas melangkah langsung menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya ke arah manisa. " ini tak seperti yg nisa fikirkan. kakak hanya kasian padanya. nisa mengerti kan.?"
dengan hati yg telah terluka dan di tambah lagi tersiram air garam manisa berkata " sangat mengerti... pergi lah."
Yudha mulai bingung melihat manisa malah mengalirkan air mata nya drngan deras tapi ia juga sangat khawatir pada mantan istrinya itu.
__ADS_1
" maafkan kakak. kakak janji tidak akan lama.." yudha pun berlalu di hapan manisa yg terpaku.
sampai di rumah sakit yudha menemui diana yg tampak mengukakan perban pada kepala tangan dan kaki nya.
" kenapa kau ?" tanya yudha
"tidak" jawab diana
" aku hanya mabuk dan kehilangan keseimbangan dan jatuh saat menuruni anak tangga."
" kau ini membuat orang cemas saja." ucap yudha
" hentikan kebiasaan mabuk mabukan mu itu" ucap yudha yg mengetahui kebiasaan diana yg selalu minum ketika ada masalah
" aku begini karna kamu.. kau tau itu.."
"apa kata dokter?? "
" kakiku terkilir untuk beberapa hari ini aku tak boleh berjalan."
" baik lah kalau begitu.. aku bisa pulang sekarang " yudha langsung melangkahkan kakinya dan membalikan tubuhnya dari arah diana
dengan cepat diana menarik tangan yudha dan berkata " aku mohon tetaplah disini."
"tapi.."
" aku mohon " ucap diana memotong perkataan yudha
__ADS_1
" aku takut disini sendiri..."
" aku akan menelpon ibu mu.."
" jangan.." ucap diana
" aku tak ingin membuat keluarga ku khawatir.. lagi pula kondisi kesehatan ibu sedang kurang baik. " diana mencoba beralasan untuk menahan kepergian yudha.
" ibumu sedang sakit.?
"tidak.. beliau hanya kurang sehat saja."
yudha akhirnya kembali duduk di kursi samping diana... ia tak bisa menalak permintaan mantan istrinya itu
diana tersenyum senang... kebohonganya berhasil menahan yudha tetap di sampingnya
di tempat lain manisa masih saja menanti kepulangan yudha...
di telinganya masih terngiang " kakak janji tidak akan lama "
detik jam terasa begitu cepat... tapi suaminya belum juga datang..
fikiran manisa pu berkelana entah kemana.. diana terluka parah kah? atau mereka malah sedang asyik berduaan
yudha pun mulai merasa cemas... pasti manisa menunggunya...
tapi bagai mana caranya untuk meninggalkan diana?
__ADS_1
sementara diana.. dialah orang yg paling bahagia.. mampu membuat yudha tertahan untuknya.