
Di tengah kekhawatiranya pada Yudha. manisa ber inisiatif untuk menemui Diana di suatu tempat, dan Diana pun menyetujui nya...
" Ada apa.. ? " tanya Diana
Dengan tatapan kesal Manisa mulai bertanya " Apa kau yg membuat ulah pada bisnis kak Yudha.?"
Dengan senyum licik Diana menjawab " kalau iya kau mau apa..?"
Manisa metap Diana tajam " apa yg kau inginkan??"
Dengan santai Diana menjawab " kau tau apa yg ku inginkan... atau kau masih terlalu bocah untuk mengerti ? "
" aku tak mengerti... jika kau benar benar mencintai Kak Yudha kenapa kau tega menghancurkanya? "
Diana kemudian tersulut emosi mendengar ucapan Manisa itu " kau yg memaksa ku melakukan ini semua... kau yg menginginkan ya... jikau tak keras kepala.. tentu semua ini tak kan terjadi. "
Manisa kemudian ikut menaikan nada bicaranya " kak Yudha itu suami ku... ingat kau yg telah meninggalkannya... kenapa sekarang kau menginginkannya lagi ?"
" Kau " ucap diana kesal
" aku tak pernah bermaksud untuk meninggalkan nya selamanya. perjodohan bodoh kalian lah yg menghancurkan segalanya. "
Kedua wanita itupun terdiam menahan emosi melihat orang yg di sekelilingnya mulai memperhatikan mereka...
__ADS_1
beberapa saat kemudian Diana melanjutkan pembicaraanya " kapan kau meninggalkannya ? "
" aku tak bisa aku mencintainya " jawab manisa
" kau " ucap Diana kesal
" bukan kah sejak lama kau menyukai Angga...? "
" Tapi kak Yudha suami ku aku... akuu" Manisa bingung bagai mana cara menjelaskannya
" terserah padamu... aku bisa melakukan lebih dari ini jika kau tetap tak mau mengalah "
Manisa terdiam mendengarkan ancaman Diana tersebut.
" kau tahu kan siapa aku, ayah ku bisa melakukan apa saja untuk membantuku..."
Angga yg sejak tadi memperhatikan mereka datang menemui Diana setelah kepergian Manisa...
" Ada urusan apa kau pada manisa?" tanya Angga
" Tidakk, Aku hanya memperingatkannya saja untuk segera meninggalkan suaminya. " jawabnya santai
" kau ini keterlaluan... kenapa kau bisa setega itu pada mereka?"
__ADS_1
Diana tersenyum mendengar kata kata Angga... " kau sendiri, apa yg sudah kau lakukan untuk mendapatkan gadis itu..? hanya menunggu seperti orang bodoh..?"
" aku tak seperti mu.." ucap Angga...
" aku menyayanginya, bukan hanya menyukai nya.."
" jangan berfikiran picik... andai kau dan aku... jika kita bekerja sama aku yakin kita dengan mudah mendapatkan keinginan kita."
Angga terdiam mendengar bujukan saudara sepupunya itu...
" coba fikirkan... sampai kapan kau akan terus menunggu hal yg tak pasti seperti itu..?"
Angga tiba tiba terdiam memikirkan apa yg di katakan Diana...
" kau tau harus mencari siapa jika kau ingin merubah pemikiran mu itu.." Diana kemudian berlalu meninggalkan Angga...
Angga masih terpaku memikirkan apa yg saudara sepupunya itu katakan...
" Benar kata Diana... mustahil jika aku hanya berkeinginan melindungi dan melihat manisa bahagia.. Aku juga ingin memilikinya.."
Di tenpat lain manisa masih memikirkan kata kata Diana..
" Wanita itu bisa bertindak nekad untuk mendapatkan apa yg dia inginkan... apa aku harus mengalah..? " fikirnya dalam hati
__ADS_1
Manisa mulai merasa ragu untuk melanjutkan hubungan nya... ia tak ingin suaminya itu terus tertimpa masalah... walau Yudha tlah berusaha meyakinkan nya, tapi sungguh ia merasa bersalah karena atas kehadiranya jadi penyebab masalah bertubi tubi menimpa suaminya.
Dering suara telpon pun menyadarkanya dari lamunan panjang nya " Angga... ada apa? tidak biasanya dia menelfon malam malam begini." bisiknya dalam hati.