
Yudha mengejar manisa dan menarik tangan manisa " manisa pulang bersama kakak..! " pintanya
Anggapun langsung menarik tangan Yudha dari tangan manisa hingga terlepas " tidak perlu repot repot... lanjutkan saja kalian bercumbu.."
Yudha melebarkan matanya pada Angga " apa maksud mu... aku suami nya.. aku yg lebih berhak mengurus istri ku."
Angga melemparkan senyum gelinya pada yudha... "suami... hebat sekali... suami yg mempertontokan kemesraan nya dengan wanita lain?"
tanpa basa basi yudha melemparkankan pukulan pada perut angga
angga membalas dengan memukul wajah yudha
manisa pun berteriak "udah cukup "
mereka berdua pun berhenti
" kakak tak perlu mengantarkan ku.. aku bisa pulang sendiri "
" tapi nis " ucap yudha khawatir.
" kakak tak perlu khawatir. oya... terimskasih atas pernyataan kakak tadi pagi... membuat ku terbang kelangit dan kini jatuh k bumi." manisa kemudian melangkah meninggalkan yudha.
yudha terdiam ia tahu kalau dipaksakan ini akan menjadi masalah yg panjang ia pun membiarkan manisa pergi.
Diana tersenyum senang melihat perdebatan mereka " ini akan mempermudah langkah ku untuk merebut Yudha dari bocah itu " bisiknya dalam hati.
__ADS_1
Diana kemudian mendekati Yudha. jangan bilang kau takut kehilangan bocah itu.? " tanya nya
" bocah kecil itu istriku.. aku mencintai nya. " jawab yudha
" sejak kapan kau menyukai anak kecil seperti dia " tanya diana marah
" aku tidak akan membiarkan nya merebut mu dari ku."
" Diana mengertilah...! aku sudah menikah, jangan ganggu aku lagi "
mata diana mulai berkaca kaca " tidak aku tak akan mengijinkan mu meninggalkan ku."
Tanpa mempedulikan Dians yudha melangkah pergi dari hadapan Diana.
setelah malam menjelang Angga mengantarkan Manisa ke rumah Yudha
tanpa basa basi manisa mempercepat langkahnya ke kamarnya
Yudha pun mengejar manisa " manisa tunggu kita harus bicara."
manisa menghentikan langkah kakinya. " ada apa lagi ? semua sudah jelas."
" maafkan aku manisa..!"
manisa tersenyum tipis " baru tadi pagi kakak bilang kalau kakak mencintai ku... aku pikir kakak benar aku sangat bahagia" manisa berkata sambil berkaca kaca
__ADS_1
" apa kau juga mrncintai ku..?"
" ya.. beberapa jam yg lalu... tapi sekarang, sekarang aku muak melihat wajah kakak... sudah tak ada rasa cinta lagi untuk kakak. nisa terlanjur kecewa.."
yudha terdiam... ia tau benar dengan kesalahan yg ia lakukan
sementara manisa segera mengepiskan tangannya berusaha melapaskan tangannya dari cengkraman yudha..
manisapun berlari ke kamarnya dan menangiss
yudha masih saja terpaku menatap kepergian manisa entah apa yg harus ia lukukan untuk mendapatkan kepercayaan istrinya lagi.
Manisa masih saja tersedu membayangkan apa yg terjadi antara ia dan suaminya di rumah mertuanya itu... semakin teringat hatinya semakin sakit
begitu juga dengan yudha, ia tlah jatuh hati pada gadis berkulit putih dan berambut panjang tersebut
Yudha menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi... ia mengusap wajahnya dengan kasar
" arrhh " teriaknya kesal sambil memukul kursi sofa yg ada di samping nya...
" kenapa masalahnya serumit ini..."
sementara di tempat lain diana tampak kesal mengingat perkataan yudha tadi padanya,
" tidak yudha... tidak semudah itu kau meninggalkan ku... apapun caranya aku akan merebut mu dari bocah itu "
__ADS_1
Diana tampak berada di sebuah bar untuk menghabiskan waktunya dengan minum minuman keras