
Sore menjelang..... suhu tubuh Manisa masih saja terasa panas, membuat Angga binggung di buat nya.
Manisa tampak begitu lemas dan pucat... ia tampak menggigil,
Angga mulai bingung di buat nya " Manisa ayo kita ke dokter."
" Tidak perlu, " tolak Manisa
" Antarkan aku pulang kerumah kak Ardi." pinta nya.
Angga langsung memapah Manisa menuju mobilnya...
Sampainya mereka ke tempat tujuan terlihat Yudha yg tampak resah di teras rumah bersama Ardi.
Sontak kedua sahabat itu meluruskan pandanganya pada mobil yg berhenti di depan mereka.
Tampak Angga keluar memapah manisa yg tampak begitu lemas.
Ardi dan Yudha pun buru buru mendekati mereka.
" Manisa kamu kenapa sayang??" tanya Yudha panik...
Yudha kemudian buru buru mendekati manisa mencoba untuk mengambil tabuh mungil gadis itu dari tangan orang yg tidak ia suka itu.
namun tiba tiba tangan manisa bergera menghalau tubuh Yudha yg mulai mendekat.
" Jangan sentuh aku." ucap nya cepat
" Niss jangan begini... aku sangat mengkhawatirkan mu."
__ADS_1
Manisa kemudian mengalihkan pandangan nya pada kakak nya.
" Kakak tolong, jangan biarkan dia disini."
Ardi kemudian melangkahkan kaki nya pada Manisa dan Angga untuk membantu Angga.
Yudha mencoba melangkahkan kakinya kembali untuk mendekati mereka.
Namun tiba tiba Ardi mengeluarkan suaranya dan berkata " Sebaik nya kau pulang dulu Dha... sepertinya adik ku butuh istirahat."
" kau mengusir ku.??" tanya Yudha kaget.
Namun Ardi tak menjawab pertanyaan sahabat nya itu. malah memilih berlalu memapah adik nya.
Setelah sampai di dalam, Angga dan Ardi meninggalkan Manisa di kamar.. yg kemudian di susul oleh kakak iparnya.
" Terimakasih Ngga. karena kamu sudah berbaik hati mengantarkan Manisa sampai rumah."
" Dan sebaiknya kamu pun segera pulang. kakak tak mau masalahnya akan semakin rumit dengan hadirnya kamu di antara mereka." pinta Ardi
" saya mengerti kak." jawabnya.
"tentu sayapun akan segera kembali... kalau begitu saya pamit kak."
" yaaa sekali lagi terimakasih." ucap Ardi lagi
Setelah semua berlalu... Ardi segera masuk ke kamar nisa Ardi yg sudah mengetahui yg terjadi dari pengakuan Yudha pun memandang pilu adiknya.
"kau baik baik saja nisa???" tanya Ardi ragu
__ADS_1
"aku hanya lemas saja kak" jawabnya.
Ardi kemudian memeluk manisa sambil berkata " semua pasti akan baik baik saja. kamu yg sabar ya".
tangis manisa pun pecah di pelukan kakaknya... ia sungguh tak sanggup menahan kekecewaan terhadap apaan yg Yudha lakukan.
" kau jangan bersedih, istirahatlah.
Sementara di tempat lain Yudha tampak frustrasi memikirkan manisa.. ia membating daun pintu kamarnya saat menutup pintunya.
" Ya tuhaaan... apa yg harus aku lakukan??."
tiba tiba ponsel nya pun berdering ia pun langsung mengangkatnya.
terdengar suara lembut dan manja mantan istrinya di tepi sana.
" maaf diana aku tak bisa menemani mu. aku sedang banyak urusan..." ucapnya sambil mematikan ponselnya.
Yudha kemudian mencoba menelfon istrinya... tanpa ia sangka manisa pun mengangkat panggilan nya.
" sayangg ya tuhaaaan... pulang lah aku sangat merindukan mu sayang."
Dengan suara lirih manisa menjawab " sebaiknya kakak bersiap, aku ingin mengajukan perceraian pada kakak."
bak tersambar petir, Yudha terpaku mendengar ucapan istrinya itu.
" niss jangan begitu... kita perlu bicara." pintanya.
" sudah tidak ada yg perlu di bicarakan lagi. tunggu lah karena yg terpenting untuk mu adalah Diana."
__ADS_1
manisa kemudian menutup pangalan itu dan merebahkan wajahnya di atas bantal.