
Beberapa hari setelah bertemu Diana ibu nita masih memikirkan tentang kata kata diana itu..
ia memutuskan untuk datang menemui Yudha di rumahnya
Di tempat Yudha terlihat ada Ardi dan istrinya... sedang berkujung yaa keponakan kecilnya merengek ingin bertemu dengan bibinya.
" Mana Manisa " dengan wajah marah mertuanya itu mencari menantunya...
" Ada apa ma.? " tanya Yudha
" Manisa sedang keluar bersama Aura sebentar untuk cari cemilan. "
ibu nya Yudha langsung melangkahkahkan kaki ke kamar atas...
Benar saja barang barang mereka di simpan di kamar yg berbeda
Yudha buru buru menyusul ibunya dan bertanya " ada apa ini ma..? "
Suasana hening menyambut kedatangan Manisa... tampak semua orang duduk bersams mertuanya yg tampak marah
" mama... kapan mama kesini.." ucap manisa sambil menyalami ibu mertuanya itu
" baru saja, ibu bertemu dengan diana beberapa hari lalu diana bilang pernikahan kalian tidak sehat. kalian tidur terpisah. kenapa? "
Yudha yg mendengar ucapan ibunya itu mulai kesal pada diana.." diana awas kau " bisinya dalam hati
__ADS_1
" maafkan Nisa ma.." ucap nya sedih
" kalau begitu impian mama untuk mendapatkan cucu berakhir " ucap ibunya sedih
melihat mertuanya sedih dengan reflek manisa menjawab " tapi kemarin kita melakukanya ma "
Yudha yg sedang duduk di kursi itu langsung menundukan kepalanya dan bemegang keningnya berusaha menutupi wajahnya yg merah itu " bocah ini... polos sekali dia " bisik nya
Ardi yg sedang minum pun di buat tersedat oleh ulah adiknya itu
Sementara kakak iparnya menutupi mulutnya untuk menahan tawa...
" tapi mama liat kamar kalian terpisah "
Ibu Yudha tersenyum melihat kepolosan menantunya itu " Yudha "
" iya ma. " jawab Yudha sambil menahan malu
" Jangan kasar kasar dg sama anak perawan.." sindir ibu nya
" mama pulang dulu yaa... maafkan mama yg sudah mencurigai kalian."
Setelah kepergian ibunya Yudha langsung menyusul Manisa yg menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
Dengan suara lembut ia menyentuh manisa dan berkata " Manisa... Aura mencari mu di bawah, ayo turun!!"
__ADS_1
" Manisa malu kak manisa "
Belum juga manisa selesai melanjutkan kata katanya Yudha sudah memotong nya " Sudah.. tak ada yg perlu membuat mu malu... kita suami istri.. apa yg kita lakukan membuat orang senang.. terutama mama... iyakan? "
" iya... " jawab nisa " tapii..."
" tidak ada kata tapi... bagai mana jika untuk menyenangkan mama dan bikin mama tidak curiga lagi.. manisa pindah ke kamar utama bersama kakak" ucap Yudha merayu
" tapi kak "
" Ayolah nis... kakak ingin pernikahan kita itu normal layaknya pernikahan sesungguhnya saling mencintai dan selamanya." bujuk Yudha
" apa kakak benar benar mencintai ku " tanya manisa meyakinkan diri
" yaaa tentu saja...." kakak benar benar mencintai nisa kakak kan sudah pernah katakan."
Manisa mulai berfikir " sepertinya sudah saatnya... apa lagi kata Diana Yudha sudah menolaknya." fikir manisa
" Baik lahh." jawab manisa lirih
" benarkah " ucap Yudha senang
" sepertinya memang sudah saatnya kita menjalani pernikahan yg sehat dan normal... lagi pula nisa percaya sama kakak"
Yudha kemudian memeluk gadis yg sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur itu " terimakasih... i love you sayang "
__ADS_1