
Ke esokan harinya setelah pulang sekolah Manisa Liyra dan dina memutuskan mampir di sebuah Cafe,,
" Oya nis kemarin Angga menelpon ku dia bercerita tentang kejadian kemarin, sungguh dia sungguh menyesal. dia minta maaf. " ucap liyra
Dina yg tidak mengerti tentang apa yg mereka jawab pun bertanya " memang ada kejadian ap?"
" ihhh keppo, ledek manisa, " kenapa minta maaf, dia tak salah."
" Ya katanya dia telah membuat mu menangis dan marah."
" itu bukan salahnya, itu adalah salah aku,,,"
" maksud nya" tanya Liyra bingung
" aku takut Liyr " jawabnya
" Karna aku juga menyukainya aku takut jadi kebabblasan" jelas manisa
" Memang apa yg terjadi? " tanya Dina bingung
Manisa melanjutkan kata-katanya " ketika kejadian itu aku merasa jadi wanita yg tak bermoral, mungkin sebaiknya aku harus menjauhi Angga sebelum segalanya makin rumit."
" Makin rumit ģimana ?" tanya Liyra
Tiba tiba Manisa menangis dengan keras seperti anak kecil sabil berkata " kalian taukan aku menyukainya dari dulu, aku hanya ingin menjaga martabat aku sebagai istri, walau cuma sementara "
Liyra berusaha menenangkan manisa " Nisa jangan nangis gitu, lihat semua orang memperhatikan mu..!!"
Sedangkan Dina, dengan polosnya ia bertanya. " Kapan hubungan mu dan pria itu berakhir,?"
" Mungkin sampai kita lulus, setelah lulus aku bebas mengambil keputusan sendiri."
__ADS_1
" Liyra kau taukan aku menyukai Angga sejak lama aku tak mau memperkeruh keadaan."
Seorang pria yg duduk di sebelah meja mereka yg menggunakan sweater hitam dan membalakangi mereka tiba-tibak membalikan badanya sambil berkata " aku janji aku tidak akan melakukanya lagi "
Manisa pun terkejut melihat Angga di depannya " Angga..!"
Angga datang menemui mereka dan duduk di kursi tepat di hadapan Manisa, ia menggenggam tangan gadis itu seraya berkata " Manisa aku mohon maafkan aku, aku janji tidak akan melakukanya lagi."
" Tapi ini tidak benar Ngga "
" Baiklah kalau menurutmu tidak benar, aku bisa jadi sahabatmu, kakak mu atau apalah menurutmu yg benar, tapi jangan menjauh dari ku, aku mohon..! "
Manisa tersenyum melihat Angga yg begitu peduli padanya,
Angga masih terus menggengam erat tangan manisa wajahnya tampak mengiba seraya berkata " Yaa aku mohon. "
Sambil tersenyu ia menganggukan kepalanya dan wajah Anggapun tampak bahagia.
" iyaa aku janji. " Angga menggenggam tangan Manisa lebih erat sambil berjanji dalam hatinya tidak akan membiarkan ada seorangpun yg menyakitinya dan akan selalu melindungi gadis yg sedikit manja itu.
Dalam suasana riang tiba-tiba dering ponsel terdengar di tas Manisa, Manisa langsung mengangkat teleponnya dan menyapa seorang di ujung ponselnya
Tanpa basa basi pria itu menjawab " dimana kamu kakak jemput di sekolah katanya kelas sudah bubar dari tadi."
Suara Yudha terdengar berbeda seperti ada kekesalan di nadanya
" Nisa di cafe xxxx kak." jawabnya yg memang cafe tersebut tidak jauh dari sekolah
" Tunggu disana biar kakak jemput "
manisa mengerutkan keningnya dengan ekspresi yg smtak dapat di mengerti " iyaa nisa tunggu."
__ADS_1
" Siapa Nis " tanya Liyra
" Suami Nisaa dia mau jemput nisa sekarang " ucapnya panik
" Ya udah sebaik nya aku pergi dulu jangan sampai aku jadi pengeruh suasana kalian." Angga sungguh mengerti dengan posisi manisa membuat manisa terharu.
" terimakasih Angga"
Angga hanya tersemum dan pergi meninggalkan mereka,
karna terburu buru tak sengaja Angga menabrak seorang pria yg menggunakan turtleneck warna putih yg di padukan dengan jas krem
" Maaf" ucap Angga sambil buru buru pergi
Manisa sampai molotot di buatnya kenapa bisa Yudha bertabrakan dengan Angga
Sedangkan Dina ia tersenyum senyum melihat ada pria tampan menghampirinya.
" Manisa ayo pulang!!.." ajak pria itu
" Oh ka kenalkan ini sahabat sahabat nisa sering nisa ceritakan itu, Liyra dan Dina."
" ini suami nisa" ucapnya pada teman2 nya
Dina yg tak hentinya menatap pria itu sambil berkata " ohhh ganteng banget mirip pemeran utama pria yg aku tonton di drakor Goblin "
" Dina kamu malu maluin tau." keluh Liyra
" Ya sudah Nisa pulang dulu yaaa dahhhh "
Nisa pun berlalu dari pandangan Liyra dan Dina
__ADS_1