Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
Rasa bersalah


__ADS_3

Setelah dokter keluar Yudha dan Angga segera mendekati doktet itu


" bagai mana keadaan Diana dok " tanya Yudha panik


" ibu Diana mengalami retakan retakan tulang yg cukup parah... juga ada beberapa sendi yg bergeser.." jawab dokter


" lalu..." lanjut angga


" semua sudah di tangani... hanya saja ibu diana masih sangat lemah, kita lihat saja hasilnya beberapa hari kedepan."


"kenapa harus menunggu beberapa hari dok... apa separah itu?" tanya yudha


" kita belum tahu hasil selanjutnya... berdoa saja semoga semua baik baik saja"


Yudha sangat berasa bersalah, ia terus saja ada di samping diana hingga Diana tersadar...


Diana perlahan membuka matanya... ia melihat tempat di sekelilingnya " Di mana aku... ?"


" Diana kau sudah sadar... " ucap Yudha....


Diana berusaha bangkit dari tidur nya namun ia terkejut sahat menggerakan kakanya " kenapa aku tidak bisa menggerakan kaki ku " ucap nya panik


" Tenang lahh.. aku panggil dokter ya..? "


" Yudhaaa ada apa dengan kaki ku... aku tidak dapat menggerakannya..." teriak Diana histeris


" Tenang lahh... Dokter Dokter" teriak Yudha


Dokter pun segera datang dan memeriksa diana


Yudha menunggu dengan cemas di luar..


Selanh beberapa saat Dokter keluar dari ruangan Diana..

__ADS_1


" Bagai mana keadaan Diana Dok..?" tanya yudha terburu buru...


" Tidak apa apa... bu Diana hanya syok saja.." ucap dokter


" Lalu kenapa dia tidak bisa menggerakan kakinya?"


" Untuk hal itu kita perlu mrlakukan pemeriksaan lebih lanjut pak... yg terpenting kali ini kita harus bisa menjaga mental bu diana..."


" Baik dok " ucap Yudha


" Kami sudah memberinya obat penenang ia akan tidur untuk beberapa saat... "


Dokterpun pergi meninggalkan Yudha mereka.


Malam pun tiba... Yudha masih setia menemani Diana namun Diana tampak diam membisu...


Yudha memberanikan diri untuk bertanya pada mantan istrinya itu " apa yg kau rasakan..?"


" pulang lah... istrimu pasti tlah menunggu mu.! "


" tidak " jawab Yudha...


" aku akan menemani mu di sini "


" untuk apa kau menemani wanita tak berdaya seperti aku...?" ucap Diana sedih.


" Apa maksud mu "


" aku lumpuh... aku tak bisa berjalan lagi... aku tak berguna "


" Hai...." ucap Yudha lembut


" kau tak seperti itu.... aku yakin kau akan sembuh... percayalah " bujuk Yudha

__ADS_1


" kalau tidak... kalau aku tetap lumpuh untuk apa aku hidup"


Yudha kemudian memeluk lembut diana dan berkata... " Tenanglahh..... apapun yg terjadi aku akan menemani mu.... aku akan selalu ada di samping mu sampai kau pulih kembali,kita akan lewati ini bersama."


Diana menangis di pelukan Yudha


Sementara Yudha masih di liputi rasa bersalah... ia berjanji dalam hati akan mebemani Diana untuk melewati ini semua...


Sementara di tempat lain Manisa terus menunggu suaminya pulang hingga larut malam...


" kenapa selarut ini belum pulang yaaa...." bisik Manisa...


Manisa kemudian mengambil ponselnya dan segera menghubungi suaminya itu...


Yudha yg mendengar suara ponselnya langsung mengangkat nya " halo.."


" halo kak, kaksk dimana... kenapa selarut ini belum pulang..? " tanya manisa tanpa jeda


" kakak sedang di rumah sakit,,, maaf kakak lupa mengabari mu.." jawab Yudha...


"siapa yg sakit..?"


"Diana... tadi ia terjatuh dari tangga... kakak mungkin tak akan pulang malam ini... tidur lah dan jangan lupa kunci srmua pintu." ucap Yudha...


Manisa kemudian tersenyum sinis... " Diana ya... pantas kakak sampai lupa mengabari ku... bahkan lupa tentang aku "


" Bukan begitu nis " belum sempat Yudha menjelaskan apa apa manisa telah menutup telponya


" sial " bisik Yudha


Manisa kemudian menangis " aku bodoh... kenapa aku bisa mencintai nya... bukankah aku sudah di peringatkan tentang ini..."


manisa kemudian melempar tubuh nya ke tempat tidur dan menerudkan tangisnya.

__ADS_1


__ADS_2