
Yudha berjalan perlahan menuju rumahnya sambil menatap Angga dengan tajam " berani sekali anak ingusan itu datang kerumah ku " ucapnya dalam hati
Angga membalas tatapan nya itu dengan senyum manis " bagai mana keadaan diana ?" tanya nya basa basi.
" kau mengenal diana? " dengan nada sinis Yudha bertanya
" mungkin anda lupa siapa saya.. saya adalah anak dari NY nita.. bibi Diana "
Yudha mencoba mengigat ngingat tentang bibi dari mantan istrinya itu " oh ya kau adalah ana remaja SMP yg datang ke pernikahan ku bersama ibu mu itu."
" Ya.. aku adalah adik sepupu diana ."
" Diana jauh lebih baik sekarang.. " ucap Yudha menjawab pertanyaan yg sempat tertunda itu.
Yudha kemudian menatap istrinya itu.. matanya terlihat bengkak dan menghitam seperti panda...
Angga krmudian membalikan badanya ke arah manisa " manisa.. aku pulang dulu. kabari aku jika ada apa apa.."
manisa tersenyum manis dan Angga pun berlalu.
manisa mengikuti suaminya masuk ke rumah dengan suara berat nya Yudha bertanya " sejak kapan bocah ingusan itu di sini."
__ADS_1
manisa terus melangkahkan kakinya tanpa mau menjawab pertanyaan suaminya itu.
" manisa aku bertanya pada mu.." suara yudha mulai meninggi melihat istrinya tak mempedulikanya
namun gadis itu malah memilih melanjutkan langkah nya..
seketika yudha melahkah ke arah istrinya dan menarik tangan mungil gadis itu. emosinya sudah memuncak.. hari ini sungguh banyak hal yg tlah ia lalui.
dengan santainya manisa menjawab " sebaiknya kita tak mencampuri urusan kita masing masing."
mata Yudha mulai melotot emosinya mulai memuncak, rasa cemburu kecewa amarah mulai berkecamuk di dadanya.. " kau istri ku.. bagai mana kau bisa bicara seperti itu.? "
Dengan melempar senyum ketir manisa menjawab " istri... istri yg mana? yg menunggu semalaman kepulangan suaminya tapi suaminya malah bersama wanita lain."
" ohh... kau tak tega meninggalkan nya dan tega membuatku menunggu semalaman?. kakak yg bilang padaku kalau kakak pergi tak akan lama." sek
Yudha kehabisan kata kata mendengarkan kekesalan manisa.
" sekarang lepaskan tangan ku..!"
Yudha pun akhirnya melepaskan cengkraman tanganya pada tangan gadis yg kini benar benar ia cintai.
__ADS_1
manisapun segera melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.
Manisa membantingkan tubuhnya ke atas tempat tidur sambil menatap langit langit kamarnya untuk melepas lelah...
Yudha pun berjalan ke kamar nya... ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.. tubuh nya mulai terasa begitu gerah. di tambah emosi yg bergejolak di dadanya.
Di bawah shower ia melepaskan lepaskan beban di hatinya,, dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
Yaa mungkin air yg jatuh ke tubuhnya bisa mendinginkan hatinya yg panas...
setelah selesai mandi ia membantingkan pintu kamar mandi hingga membut pintu itu tak bisa terkunci lagi
sepertinya hatinya belum puas pada kemarahanya. Yudha mulai berfikir siapa yg dapat menyelesaikan masalahnya dengan manisa
" ya Ardi... " matanya berbinar binar ketika menemukan solusi untuk masalahnya " aku harus menghubungi nya
Yudha langsung menghubungi Ardi dari ponselnya. " bisa kita bertemu...?"
" hari ini... sekarang juga aku tunggu kau di cafe lama milik ku."
Yudha tak ingin buang buang waktu nya, ia yakin Ardi akan mampu jadi penengah antara masalah nya dan istrinya itu...
__ADS_1
Sementara Ardi, iasekega meninggalkan toko miliknya itu... dan meminta karyawannya untuk menjaganya.