Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
kemenangan Diana


__ADS_3

Setelah Manisa keluar dari kamar nya, Yudha pun bersiap untuk istrirahat namun ada satu chat masuk ke ponselnya


Diana menanyakan kenapa ia tak datang menemuinya sedangkan ia berkata besok akan kembali.


Yudha pun membalas chat dari Diana dan memberi tahu bahwa dirinya sedang sakit


Setelah mengetahui hal itu Diana buru-buru bersiap kerumah Yunda.


Sampai di rumah Yudha terlihat pintu tidak di kunci, hanya ada pembantu yg membersihkan rumah tiap pagi, kebetulan iapun mengenali pembantu itu.


Tampa basa basi Diana pun naik ke atas menuju kamar Yudha.


Langkah kakinya berheti saat sampai ke depan kamar Manisa, ia melihat bocah itu sedang duduk di meja belajarnya.


Dengan senyum penuh kemenangan ia maduk ke kamar manisa tanpa permisa " Kalian tidur terpisah.."


Manisa pun kanget bukan kepalang " anda, apa yg anda lakukan di kamar ku..? kenapa tidak mengetuk pintu dulu.?" manisa tsmpak kesal dengan perlakuan diana itu.


" oyaa.. maafkan aku aku lupa,,, aku begitu senang sampai lupa melakukanya." wajahnya masih saja berbinar binar meliat ini semua


" apa yg membuat anda senang..? " diana masih tak mengerti


" sudah ku duga, Yudha tak kan menyukai bocah sepertimu"

__ADS_1


Manisa tampak seperti kebingungan, kenapa ia merasa Diana begitu membencinya..?


Diana pun pergi meninggalkan kamar itu menuju kamar utama, sungguh dia tau benar detail rumah itu, rumah yg ia bagu bersama Yudha,,


Diana langsung saja masuk ke kamar Yudha tanpa basa basi,


" Hai kamu Di" ucap yudha yg tampak masih lemas


" Bsgai mana keadaan mu..?"


" sudah mulai membaik " jawab nya


Diana tampak tersenyum melihat dinding kamar Yudha tak ada satu pun foto yg ia turunkan di kamar itu.


" oh fotoo itu" yudha mengerti arah pembicaraan Diana ia memang hanya menurunkan foto diana di luar area kamarnya.


" Kau dan bocah itu, bukankah kalian sudah menikah, kenapa tidur terpisah??"


Yudha sangat kaget di buatnya dengan pertanyaan yg tanpa basa basi itu


" itu karna,, itu karna,, karna Manisa masih sma,, aku takut kita kebabblasan dan dia hamil,, ia bisa di keluarkan dari sekolah."


" ohh " alasan yg kurang masuk akal batin nya

__ADS_1


Tentu saja jaman sekarang banyak alat kontrasepsi


" kenapa?? tak percaya?" tanya yudha yg melihat ekpresi wajah Diana


" Aku pikir karna kau belum bisa move on dari ku." diana sambil tertawa kecil mengatakanya.


Yudha pun tersenyum tipis,,,


" Ya sudah cepat lah sembuh,, aku bawakan buah buahan u tuk mu " Diana kemudian meletakan buah buahan itu di meja kamar Yudha


" terima kasih kenapa kau repot- repot."


" tidak" aku kupas kan untuk mu ya.." dengan lembut Diana mengupaskan buah apel dan menyuapinya ia tahu betul buah apa yg mantan suaminya suka


Sementara dengan penuh rasa penasaran dengan polosnya Manisa mengintip kamar Yudha dari cela pintu yg tak tertutup rapat


Terlihat Diana menyuapi Yudha dengan lembut di tambah lagi gurauan dan senyum hangat mereka berdua yg membuat mata manisa ber embun


" kenapa aku jadi cengeng gini " ucap nya pada dirinya sendiri


" biar saja mereka begitu toh aku tak menyukai kak yudha,,, dia terlalu tua untuk ku"


Manisa berusaha menghibur hatinya yg sedang diliputi rasa cemburu, walau ada sesak di dadanya ia berusaha tak mengakui rasa yg perlahan tumbuh itu

__ADS_1


__ADS_2