
Setelah seminggu pernikahan mereka Yudha memutusjan untuk membawa Manisa kerumahnya
Ardi tentu saja sangat menyetujui usulan itu, lagi pula Ardi tlah memiliki istri yg bernama Indri dan anak berusia 2 tahun bernama lily.
Sesampainya di depan rumah Manisa begitu kagum melihat rumah Yudha yg tak begitu besar tapi begitu indah degan halaman dan taman kecil yg indah "ini benar-benar rumah kakak?"
"Ya" jawabnya singkat
"Indah banget"
"Ya kakak membangun ini dengan penuh harapan besar berharap bisa bahagia bersama istri kakak, tapi dia memilih pergi mengejar mimpinya dari pada menemani kakak." Yudha bercerta dengan penuh sesal dan kecewa.
" Kakak udah pernah punya istri?" Manisa begitu terkejut mendengar cerita Yudha "Kapan, siapa, kenapa aku baru tau?"..
"Banyak hal yg belum kamu tau tentang aku Nisa" Yudha kemudian tersenyum dan mengambil koper milik nisa " Ayo masuk...!."
__ADS_1
Setelah sampai kedalam rumah Yudha membawa nya masuk ke sebuah kamar di lantai atas dan menyuruhnya membereskan barang-barangnya
"Ini kamar mu, dan kamar ku ada di sebelah"
Manisa terheran mendengar penjelasan Yudha dengan pelan ia mengeluarkan suaranya " Kita tidaaak..."
Yudha kemudian tersenyum sambil memotong perkataan Nisa "Kamu tak perlu khawatir kakak tau posisi dan perasaan kamu, sama. kakak juga merasa aneh tiba-tiba harus menikah dengan orang yg tak terpikirkan sebelumnya, lagi pula kamu juga masih SMA kan? "
Sungguh hati nisa sangat lega mendengar pernyataan Yudha, ini tak seburuk yg ia pikirkan. Nisa kemudian masuk dan membereskan semua barang-barangnya.
Sungguh pemandangan yg membuat mata Yudha tak berkedip dibuatnya namun segera ia tersadar saat nisa bertanya pada nya " ya nis ada apa?"
" kakak masak apa?" ucapnya mengulang pertanyaanya
" Tidak kakak hanya masak nasi goreng saja"
__ADS_1
" Padahal kakak seharusnya menungguku, aku juga bisa masak ko."
"Oya, kamu bisa masak apa? " tanya Yudha tak yakin
" Ya kalau hanya masakan rumahan aku bisa, ibu meninggalkan pada saat aq berusia 7 tahun, jadi aku terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah." jelasnya sambil terlihat sedih
" Ya kakak percaya" ledek Yudha membuyarkan suasana " Lain kali kalau masak kakak pasti minta kamu buat masakin. sekarang ayo kita makan....!"
Nisa kemudian tersenyum dan duduk di depan meja yg tlah di siapkan.
Setelah selesai makan Nisa dan Yudha masuk ke kamar masing-masing
Nisa masih saja terdiam di kamarnya melihat langit-langit di atap kamarnya ini bagai mimpi yg belum usai, walaupun tak seburuk yg ia bayangkan, Tapi bagai mana kedepannya tentang sekolahnya, teman-temanya dan Angga pria yg ia sukai di sekolah, tapi apakah masih mungkin..? dengan statusnya kini sebagai istri.
Sementara Yudha, ia pun merasa ini terlalu cepat, kalau bukan karena ayah dan ibunya yg memaksa dan rasa segan nya pada pak Tio dan Ardi, bagai mana dengan hubungan nya dengan Manisa.? perasaan manisa..? juga perasaanya yg belum ia mengerti, sungguh sejak awal ia hanya mengganggap nisa sebagai adik. ia kemudian membanting tubuhnya ke tempat tidurnya sambil berkata " Sudahlah pikirkan nanti saja, jalani saja dulu " Yudha pun kemudian tertidur sambil memeluk bantal guling di depanya
__ADS_1