Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
Es krim manis untuk si manis


__ADS_3

Manisa duduk di meja makan dengan memakan eskrim di tanganya, berbagai rasa eskrim juga tersedia di hadapanya, entah berapa banyak eskrim yg Yudha beli untuknya


" Kakak gak kepingin...? " tanya nya sambil menikmati eskrim dengan lahapnya


Pertanyaan Manisa itu menyadarkan dari lamunannya, ternyata betapa manis dan lugunya Manisa, berbeda sekali dengan mantan istrinya dulu yg cantik, dewasa, dan pintar. " Apa, emh tidak, tentu tidak kakak ga suka eskrim"


" Ih kakak dari tadi mandangin Nisa terus, awas nanti jatuh cinta lho,"


Yudha kemudian membelai pucuk kepala Nisa dengan lembut " ihhhh Nisa itu bukan tipe perempuan idaman kakak, ga mungkin kakak suka sama kamu"


" Memang seperti apa tipe perempuan yg kakak suka..??"


" Kakak suka perempuan yg dewasa, pintar, mandiri, dan ga manja seperti kamu,,," yudha mencubit hidung Nisa dengan lembut.


" Bagus lahh jadi mungkin cepat atau lambat bila kita udah tak sejalan lagi kita bisa mengakhiri hubungan ini." ucap Nisa

__ADS_1


" Ini adalah pernikahan yg sakral, " Yudha mengubah intonasi bicaranya dengan nada serius " Bertahanlah dulu setahun atau dua tahun, kita bisa saling mengenal dan memahami, tapi jika sampai saat itu rasa kita tetap sama kakak hanya menyayangimu sebagai adik dan begitu juga sebaliknya kita akhiri hubungan ini... DENGAN BAIK-BAIK " Tegasnya


Manisa menganggukan kepalanya sambil menikmati eskrim.


Dering suara ponsel tak henti-hentinya berbunyi di kamar Manisa, Angga sangat khawatir apa yg terjadi pada Manisa dari tada ia yak mengangkat ponselnya


Setelah puas memakan eskrim dan berbincang santai dengan Yudha, Manisapun masuk ke kamarnya terlihat ponselnya yg sedang berdering, ia langsung mengangkat telponnya dan menyapa Angga dengan cepat " Halo"


" Manisa akhirnya kamu mengangkat panggilan ku juga," Ucapnya lega " kamu gak apa-apakan sayang??"


" Tidak... aku baik-baik saja, kamu tak perlu khawatir,"


Tanpa basa basi dan jeda manisa langsung berkata " Angga kita putus...!!"


" Apa, " teriak Angga kaget "Tapi kenapa dan ada apa... ?" tanyanya bingung dan panik

__ADS_1


" Ini yg terbaik buat kita Nga, buat aku dan kamu, terimakasih buat waktumu seminggu ini, aku sangat bahagia." tanpa basa basi Manisa langsung mematikan ponsel nya dan menangis


Angga sangat kecewa dengan keputusan manisa, ia tau ini pasti ada hubungannya dengan kemarahan kakaknya di mall tadi,


Tapi tak semestinya manisa menutuskannya tanpa penjelasan seperti ini. Angga terus saja menghubungi ponsel Manisa namun Manisa tak mau mengangkatnya " Sebenarnya ada apa ini??" ucapnya kesal


Manisa merebahkan wajahnya di atas bantal sementara suara tangisnya terdengar sayup-sayup di ruangan kamarnya


Yudha melangkahkan kakinya kekamar Nissa, Baru saja ia ingin beristirahat dikamarnya. tapi begitu mendengar suara tangis gadis bocil itu ia membelokan langkah kakinya. setelah sampai di depan ranjang Manisa, ia menepuk bahu nisa dengan lembut " Hai, ada apa lagi masih belum puas nangisnya?"


Manisa membalikan badannya ke hadapan Yudha iya mengencangan tangis nya " Aku memutuskan Angga "


Bibir Yudha tersenyum puas mendengar itu " Sudahlah, kalau jodoh pasti gak kemana kq, lagian kalian masih SMA jangan memikirkan itu dulu.


Manisa masih saja terus menangis walaupun Yudha tlah berusaha menghiburnya, Manisa meletakan kepalanya di pangkuan Yudha, ia masih saja menangis tapi sungguh bersandar di pangkuan Yudha dapat sedikit menenangkanya seperti ia sedang bersandar di pangkuan Ardi kakaknya.

__ADS_1


Yudha membelai rambut Nisa sambil tetap mencoba menghiburnya, namun setelah bebarapa saat tangis sendu Manisa sudah tak ia dengar lagi, berganti dengan suara nafas yg beraturan, " Dasar bocil," ucapnya yg menyadari Manisa tertidur


Yudha kemudian mengubah posisi tidur Manisa ke atas bantal, ia tersenyum sambil berkata " tidur yg nyenyak gadis manisku " ia membelai pipi manisa, mebyelimutinya, kemudian meninggalkannya.


__ADS_2