
Hari telah malam, Manisa dan Yudha telah berada di rumah, menikmati makan malam yg di bawa Yudha dari luar, di sela-sela makan manisa mulai memberanikan diri untuk bertanya
" Menurut kakak hubungan kita mau di bawa kemana.?"
" Maksud kamu??" tanya Yudha binggung
" Maksud Nisa kaka kan tau Nisa ga suka sama kakak, begitu juga sebaliknya., trus bagai mana kedepannya?"
" Nisaa terlalu cepat kamu bertanya dan menyimpulkan " ucap Yudha sambil terseyum " Kenapa nisa merasa terikat?"
Nisa menganggukan kepalanya
" Pernikahan itu bukan permainan, tentang kenapa atau bagai mana awalnya tetap saja pernikahan itu sah, Kakak belum bisa berfikir kedepanya, tugas kakak untuk saat ini hanya menjaga kamu, jikapun ternyata kakak tak bisa membahagiakan kamu kakakpun akan turuti apa mau kamu."
Pernyataan Yudha itu bagai angin segar bagi Nisa, tentu menurutnya sampai kapanpun Yudha tak bisa membahagiakan nya, karna Anggalah yg membuat ia bahagia.
Sementara di tempat lain Angga sungguh sangat bahagia dengan status barunya kini, iya merakai puisi indah untuk dikirimkannya ke Nissa
__ADS_1
Setelah selesai makan Nissa membereskan tempat makan dan mencuci piring di dapur ia lupa meletakan hpny di meja makan.
Yudha yg mengira itu hp miliknya karna memang ia yg membeli 2 hp yg sama untuk nya dan untuk nisa tak sengaja membuka pesan milik nisa
"Duhai sang mentari, cepatlah terbit...!!
karna dengan terbit mu aku bisa bertemu dengan bidadariku" isi pesan dari WA tersebut
Yudha begitu kaget membaca pesantersebut apa lagi nama Angga di kontak Nisa begitu sepecial tertulis dengan emoji cinta.
Yudha buru-buru menyimpan hp tersebut dan kembali duduk., Wajahnya mulai terlihat resah, bagai manapun nisa istrinya tapi ia mengerti Manisa masih terlalu muda dan ini bukan kemauan nisa,
Wajah Nisa begitu berseri-seri melihat isi pesan itu tanpa sadar kalau pesan itu tlah terbaca
"Mustahil aku tak apa-apa" bisik Yudha dalam hati pria mana yg tak menyukai Manisa, gadis manis berambut panjang dan berkulit putih itu memang cantik sebagai mana di pungkiri ia adalah laki-laki Normal.
Manisa tiduran di atas kasurnya sambil tersenyum dan saling balas pesan bersama Angga
__ADS_1
Yudha melewati depan kamar nisa karna memang kamarnya bersebelahan itu melihat nisa begitu asyik memainkan hpnya
Entah apa pesan yg di kirim Angga hingga membuat Manisa tiba-tiba lompat kegirangan dan terjatu "aww" rintihnya kesakitan
Yudha yg ada di depan pintu itu langsung berlari menolongnya. "Manisa kamu tak apa-apa?"
" Sakit " keluh Nisa
" Kamu sih ga hati-hati, sini biar kakak urut kakinya..!
Nisa tampak malu malu menyodorkan kaki nya pada Yudha
Yudha kemudian memijit kaki nisa sambil berkomentar " Kenapa malu, jangankan kaki, seluruh tubuh Nissa aja kaka berhak melihatnya atau memijitnya"
Nisa begitu kaget mendengar ucapan Yudha biasanya Yudha tak pernah bocara kotor seperti itu
Yudha kemudian mengambil minyak gosok entah dari mana " Tak apa- apa hanya terkilir sedikit, lain kali hati-hati besok pagi juga sembuh, Oya uang mingguan kamu udah lakak transfer kalau kurang bilang lagi aja."
__ADS_1
Manisa hanya menganggukan kepala dan melihat Yudha menghilang di balik pintu.