
Manisa mengangkat telpon dari Angga dan bertanya " ada apa..? "
Dengan suara bimbang Angga menjawab " aku merindukan mu..."
Manisa mengerutkan keningnya mendengar kata kata Angga itu.. " Kau mengigau..? "
" mungkin "
" cepat lah ke kamar mandi.. Agar kau sadar..! " pinta manisa mendengar Angga yg tak seperti biasanya itu..
" hemzzz entahlah... aku sedang mengigau atau aku semakin sadar,,, aku merindukanmu... kapankah kau kan datang padaku dan berlari memeluk ku.." suara Angga terdengar penuh keputus asaan membuat hati manisa terhayut
" Angga sepertinya kau sedang mengigau... kau tau kan aku tlah menikah..? atau kau sedang mabuk..? cepatlah sadar..!" manisa kemudian mematikan ponselnya
" dasar... membuat kepala ku tambah pusing saja." gerutu manisa
Tanpa di sadari Yudha telah ada di dekatnya entah sejak kapan " apa yg kau fikirkan " tanya Yudha yg mengagetkan nya
" kakak, sejak kapan kakak disitu " tanya manisa
" baru saja... aku pikir kau sudah tidur... " ucap Yudha.
manisa tersenyum manis pada suaminya " kakak sudah makan.?"
" sudah.... hemzzz kakak lelah sekali... ayo kita tidur..!" ajak suaminya itu
manisa kemudian mengikuti langkah suaminya ke kamarnya...
__ADS_1
Yudha kemudian mengganti pakaian yg ia kenakan
" kakak tidak mandi dulu..? " tanya manisa yg melihat suaminya tak seperti biasa..
Yudha kemudian membantingkan tubuhnya ke tempat tidurnya.. " kakak sangat lelah.. " bisiknya
" kakak ingin istirahat."
Wajah suaminya tampak terlihat suntuk " ada lagi masalah ya...?"
" begitulah..." jawab Yudha
" kakak terpaksa memecat beberapa karyawan kakak."
" lalu....."
" sini temani kakak tidur...!"
jantung manisa berdegug kencang, ia tahu apa yg suaminya inginkan.. tak mungkin ia menolak dalam keadaan seperti ini
Manisa merebahkan tubuhnya di samping suaminya... tanpa menunggu lama Yudha mematikan lampu kamar itu
Yudha mulai membalikan tubuh manisa kehadapanya dan melahap rakus bibir mungil gadis itu,,,,
Nafas manisa tergengal sengal... tubuh nya mulai terasa hangat...
sementara tangan angga mulai aktif membuka kancing piama yg di kenakan manisa tanpa melepaskan pautan bibirnya
__ADS_1
manisa mulai mengerang nikmat atas perlakuan suaminya...
" kakak aach "
mendengar istrinya tlah terbawa suasana Yudha semakin ganas tak terkendali menjelajah leher jenjang istrinya hingga turun ke dua bukit dengan bibir halus nya...
Manisa pun di buat menyerah dan pasrah dengan apayg suaminya lakukan....
setelah beberapa waktu bergulat Manisa dan Yudha pun menghentikan aktifitas yg kedua kalinya bagi manisa...
Yudha memeluk tubuh polos gadis itu di dalam selimutnya " terimakasih... sambil mengecup pucuk kepala sang gadis."
Manisa tersenyum hangat merasakan pelukan sang suami " apa mungkin ia rela harus memberikan pelukan nyaman ini u tuk diana...?"
Pagi hari menjelang dada bidang yg mendekapnya itu terasa menjauh dari nya... andai bisa ku hentikan waktu sehari saja ingin rasanya tetap seperti ini... tapi mentari ternyata tetap bersinar membangunkan nya untuk kembali menyadarkan ya tentang masalah yg menerpa mereka...
Senyum manis menyapanya pagi ini... dengan handuk putih yg membalut pinggang nya.. tampak segar dengan aroma sabun di tubuhnya
" selamat pagi sayang "
Manisa tersenyum membalas sapaan suaminya itu... " kakak mau kemana.. semangat sekali..?
Yudha membuka lemarinya dan memilih baju yg akan dia kenakan " Ada klien yg ingin bertemu hari ini "
" doakan ya... semoga ini bisa jadi jalan keluar untuk masalah kakak "
manisa tersenyum dan menganggukan kepalanya...
__ADS_1
" jangan tunggu kakak... mungkin kakak akan pulang malam."