
Semakin hari masalah semakin banyak menimpa bisnis milik Yudha hingga ia pun datang menemui ayah nya ke kantor untuk minta pertolongan
" Papa sudah cari tahu tentang siapa yg mendalangi semua ini... tapi anehnya semua mengarah pada pak wiro, mantan mertua mu " ucap ayah yudha sedikit bingung...
" maksud papa?" yudha pun tak mengerti dengan apa yg terjadi
" Yaa... 2 tempat yg kau sewa untuk cafe semuanya tlah di beli oleh pak wiro... dan pemegang saham di beberapa cafe mu sedang di bujuk untuk mengambil saham nya..."
" Ya 2 patner bisnis Yudha mendadak meminta sahamnya kembali. tapi kenapa pak wiro melakukan ini... tak ada hubunganya bisnis ku dan bisnis beliau " ucap Yudha bingung
" papa juga belum tau... dan papa tak mau mengibarkan bendera perang pada ditektur PT Adi Kuasa tersebut, apa benar kau tak punya masalah apapun.? "
Yudha berfikir sejenak. " Ya mungkinkah ini ulah diana? " ucapnya menerka nerka
" Maksud mu?"
" Beberapa minggu yg lalu diana meminta ku untuk kembali padanya... tapi aku menolaknya " jelas Yudha
Ayah yudha pun terdiam sebentar " pak Wiro... dia adalah orang yg sangat bijak sana... tapi mungkin memang ini permintaan putrinya... dia tak kan bisa menolak permintaan putri semata wayang nya."
Yudha kemudian mengusap wajahnya kasar " lalu harus apa yg aku lakukan ?"
__ADS_1
Pak Tio kemudian menepuk pundak putranya itu sambil berkata " sebaiknya kau jangan gegabah menghadapi pak wiro... kita harus selidiki dulu ini matang matang..."
Setelah malam tiba Yudha melangkahkan kakinya dengan lemah ke rumahnya...
Manisa menyambutnya dengan manis " Ada masalah lagi ya " ucap manisa melihat ekpresi suaminya itu
" Yaa begitulah... kakak juga ga tau kenapa " Yudha kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi
" karna nisa " ucap nisa tiba tiba
Yudha terheran mendengar ucapan istrinya itu " kok karna nisa sih "
" Yaa karna yaaa" Manisa tampak ragu untuk mengatakan tentang ancaman diana itu
" Sebenarnya mantan istri kakak udah memperingatkan nisa... kalau nisa ga ninggalin kakak dia akan menghancurkan kakak." nisa merundukan kepalanya sedih
Yudha tersenyum mendengar kejujuran istrinya itu.." lalu "
" ini karna nisa egois.... apa sebaiknya kita pisah saja...?"
Dengan lembut Yudha menarik tangan Manisa... " sini duduk di pangkuan kakak "
__ADS_1
manisa pun menuruti permintaan suaminya itu
" apapun yg terjadi nisa ga boleh ninggalin kakak dan begitu juga sebaliknya."
" tapi bagai mana dengan bisnis kakak?"
" kakak masih punya cafe yg masih jalan kq... dan beberapa saham di distro milik teman kakak." ucap yudha
" benar kah " ucap manisa kegirangan
" yaa... walau mungkin ga seberapa aset kakak di bandung tak ada yg tau... jadi mungkin cukup untuk biyaya hidup kita. lagi pula papa tio masih bisa menghidupi kita jika kakak benar benar membutuhkanya "
manisa terdiam sejenak sungguh ini di luar dugaan mereka jika diana bisa berlaku jahat seperti ini
" maafkan nisa ya kak "
" tak ada yg perlu di maafkan " ucap Yudha menghibur
Yudha sungguh tak mengira jika diana bisa berlaku sejahat ini... mantan istrinya itu memang keras kepala dan ambisius... tapi jika sampai melakukan semacam ini sungguh di luar dugaanya
Yudha kemudian memeluk istrinya dengam erat " tetaplah bersama kakak... apapun yg terjadi "
__ADS_1
manisa menganggukan kepalanya dan membalas pelukan itu.