
Pagi pagi sekali nisa bangun dari tidurnya, hari ini hari pertama ia kesekolah setelah beberapa waktu ia meminta ijin ke pihak sekolah.
Setelah selesai memasak dengan bahan seadanya kemudian Nisa mandi dan bersiap kesekolah.
Yudha tampak tlah ada di meja makan saat Nisa turun dari kamarnya " Woww harum sekali masakan mu nis " pujinya sambil membalikan piring yg ada di depanya.
" Ahh kakak nisa hanya masak dadar telur dan tumis sayuran saja, tak ada bahan makanan lagi di kulkas."
" Ya kakak tahu, kakak kan belum belanja seminggu kemarin kakak kan tinggal di rumahmu." jelas nya
Setelah percakapan usai Yudha dan nisa keluar bersama Yudha mengantarkan Manisa ke sekolah sementara Yudha pergi ke cafe miliknya.
Sementara Nisa, kembali ia bertemu dengan teman-temannya dan dua sahabatnya Liyra dan Dina.
"Maafin kita ya Nis kita ga bisa datang waktu ayah kamu meninggal" ucap Dina
" Ga apa-apa, aku ngerti" jawab Nisa
__ADS_1
Sela mereka mengobrol Angga kakak kelas mereka datang menghampiri Nisa
"Turut berduka cita ya Nis" ucap nya
" Iya kak, makasih." hati Nissa sangat berbunga-bunga melihat Angga ada di hadapanya
" Oya Nis kenapa no hp kamu ga bisa di hubungi.?" tanya Angga
" Iya bener Nis" timpal Dina
"Hp aku hilang di rumah sakit, tapi udah ada yg baru kq. semua kontak hilang"
Nisa kemudian menyebutkan no hp barunya
" itu no ku" Anggapun mengirimkan pesan ke WA nisa pesan gambar hati yg bertuliskan i love you
Nisa tersipu malu membuka pesan itu, hatinya sungguh bahagia bahkan ia pun lupa dengan status apa ia kini.
__ADS_1
Liyra dan Dina tersenyum sambil meledek mereka berdua.
Sementara Angga, Angga tersenyum sambil berkata " Lebih dari 2 minggu tak bertemu ternyata aku rindu."
Betapa bahagianya hati Nissa jantungnya seperti mau copot sampai ia tersadarkan oleh suara lonceng sekolah.
Saat jam istirahat tiba Angga menunggu Nisa di kantin sekolah sementara Liyra dan Dina ia suruh pergi meninggalkan mereka.
"Nis aku sayang sama kamu." ucap Angga tiba-tiba yg membuat Nisa tersedak. " Aku tau ini mungkin mendadak atau bukan waktu yg tepat tapi aku semakin yakin kalau aku cinta sama kamu semenjak kamu gak ada kemarin". Angga kemudian menggengam tangan Nissa yg ada di meja " Kamu maukan jadi pacar aku..?"
Nisa tersenyum sambil memandang wajah Angga, tentu saja ia bahagia karena memang selama ini iyapun merasakan hal yg sama dengan perasaan yakin iya menganggukan kepala dan berkata " Iya aku mau jadi pacar kamu".
Angga kemudian meraih tangan Nisa yg ada di genggamannya dan mencium nya " Terimakasih Nis,"
Tiba-tiba Nisa tersadar atas cincin yg ada di jarinya " Ya Tuhann aku sudah menikah " bisiknya dalam hati. Manisa kemudian berlali ketoilet tanpa berkata sepatah katapun.
Angga mengira kepergian Manisa ke toilet karna dia malu dan bahagia jadi ia segera berlari menjauhinya, Tentu saja Angga tersenyum bahagia melihat tingkah Manisa, apa lagi ia tahu Manisa belum pernah pacaran selama ini
__ADS_1
Sesampainya di toilet iya menangis sejadi-jadinya dengan di iringi suara air kran yg mengalir " Apa yg harus aku lakukan, mimpiku hancur, cintaku rumit."