Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
Menjemput sang istri.


__ADS_3

Matahari pagi mulai menyapa, tapi setelah shalat subuh, Manisa tampak masih enggan meninggalkan tempat tidurnya...


Beberapa saat kemudian ponselnya berdering,,, tampak wajah manis sang mamah mertua terlihat di ponselnya.


" Assalamualaikum ma,,," sapa manisa


" Wa'alaikum salam Nis.." jawab mamah mertuanya.


" Manisa.... bisa ga manisa kerumah mama sekarang,,, mama butuh bantuan kamu dan Yudha..."


" Bantuan apa ma???" tanya manisa bingung.


" Mama akan membuat kejutan ulang tahun untuk papa... mama ingin kamu membantu mama... bisa kan sayang??"


" Tapi ma" ucap nisa bingung...


" Mama tunggu hari ini jam 10 di rumah, mama sudah menelfon Yudha tapi kata Yudha mama yg harus bicara langsung padamu. "


Manisa terdiam, tak mungkin ia menolak keinginan mertuanya yg sangat baik pada nya.


" Ya ma... manisa mau." ucapnya terpaksa


Wanita paruhbaya itu tersenyum puas..." Berhasil " ucapnya.


Yudha kemudian tersenyum senang dan berkata " Terimakasih... ma"

__ADS_1


" Yaa... sekarang jemput dia dan bawa ke rumah.. kalian perlu bicara..."


Yudha dan ibunya pun kemudian keluar dari rumah itu dan menaiji mobil masing masing...


*


Sesampainya di rumah Ardi langsung membukakan pintu rumah yg terdengar di ketuk.


" Kau, ada apa kau kemari.?.." tanya Ardi yg melihat Yudha di depan pintu rumahnya.


Yudha tampak sedikit gugup melihat wajah Ardi yg tampak penuh kekesalan itu. " aku... aku... mau menjemput Manisa."


" Apa..." Ardi tersenyum tak percaya mendengar apa yg di ucapan Yudha.


" Mau menjemput Adikku, apa aku tak salah dengar??"


" istri,,, sejak kspan kau anggap dua itu istrimu, berapa kali kau menyakiti nya hah." teriak Ardi kesal.


Namun tiba tiba Manisa datang dengan pakaian yg sudah rapi menghampiri kedua sahabat yg tampak sedang berdebat itu.


" kak Yudha, masuk lah dulu." Ucap manisa dengan wajah tampaj dingin.


Ardi kemudian memandang adiknya heran, " kau meminta nya masuk. " ucap Ardi tak percaya.


" sudahlah kak, manisa ada urusan dengan nya."

__ADS_1


" Apa kau juga akan pergi dengan nya..." tanya Ardi yg melihat manisa tlah berpakaian rapi.


" mama yg meminta. "


Ardi akhirnya terdiam,,, dia mengerti tak mungkin Manisa menolak keinginan mertuanya itu... mertuanya terlalu baik untuk di kecewakan.


" kakak tunggu sebentar,,, ada beberapa barang yg harus ku bawa..." manisa kemudian kembali ke kamarnya beberapa saat.


Setelah semuanya teratasi, Manisa dan Yudha masuk ke mobil milik Yudha, tak ada suara atau senyuman yg terdengar dari gadis yg biasanya ceria dan cerewet itu..


Yudha pun tak berani memulai percakapan mereka.


Tapi tiba tiba sebelah tangan Yudha mendarat di tangan istrinya yg tampak sangat canggung.


Manisa mencoba menarik tangannya walau penolakannya itu sia sia.. pria yg memiliki tubuh berotot itu jelas memiliki tenaga yg jauh lebih kuat dari nya.


Manisa mulai memberikan diri membuka suaranya. "lepaskan aku "


" Aku merindukan mu..." Ucap Yudha yg masih tetap menggenggam tangan istrinya itu


Namun Manisa masih saja mencoba melepaskan genggam tangan suaminya itu. " kakak menyakiti ku. "


" Tentu itak akan sakit jika kau tak mencoba untuk memberontak. "


Manisa akhirnya menyerah... lagi pula ia merasa emosi suaminya sedang tidak baik.. di tambah lagi Yudha sedang mengemudi, ia takut terjadi hal yg tak di inginkan.

__ADS_1


Melihat Manisa yg mulai tenang Yudha menjadi lebih tenang,, ia tau istrinya itu adalah gadis penurut. hanya saja dia lah yg selalu membuat masalah.


Hingga tak terasa... mereka tak sampai di depan rumah mewah milik orang tua Yudha.


__ADS_2