
Yudha dan Ardi bebinar binar... mereka merasakan keberhasilan dari rencana mereka.
tiba tiba ponsel milik Yudha pun berdering...
" no baru.." bisik Yudha.
" halo Yudha... ini mama..." ucap ibu diana.
Terdengan suaralembut yg tak asing lagi bagi Yudha... " iya ma ada apa? " tanya nya
" begini setelah pulang dari rumag sakit diana tak mau makan.. dan tak mau meminum obatnya... mama mohon yaa kamu kesini dan bujuk dia.."
" Maaf ma Yudha tak bisa kesana Yudha lagi sibuk. " ucap Yudha beralasan
" Yud... mama mohon "
Akhirnya yudha menyetujui permintaan mantan mertuanya itu dengan terpaksa
" hemzz sudah ku bilang... kau kan sulit melepaskan diri dari mantan istrimu itu. " ucap ardi.
" kau benar... tapi bagai mana pun caranya aku harus menjelaskan pada mereka jika aku sudah menikah " ucap Yudha yakin
" pergi lah..! dan jelaskan pada mantan istri dan mantan mertuamu itu tentang status mu sekarang.. siapa tau mantan mertuamu itu mengerti. "
Yudha pun segera mengambil kunci mobilnya dan berlalu...
__ADS_1
Sesampainya di apartemen milik diana yudha langsung di sambut oleh mantan mertuanya itu
Yudha kemudian menyuapi Diana dan memberikanya obat
" jangan manja seperti andk kecil begini " keluh yudha pada wanita yg ada di hadapanya itu
" aku begini hanya padamu " jawab diana..
" aku tak bisa terus terusan menjagamu... aku sudah punya istri"
" Ya sudah... ceraikan saja istri mu..!" ucap diana kesal...
" tak mungkin diana... aku mencintainya... kau harus mengerti. hubungan kita sudah berakhir saat kau memutukan untuk ke paris."
Betapa kaget nya Dira ( ibu diana ) saat mendengar percakapan mereka.
" iya maa Yudha sudah menikah enam bulan lalu... jadi maaf ma.. yudha tak mungkin lagi bisa menjaga diana "
ibunya menganggukan kepalanya mengerti " yaa mama mengerti.."
" diana kau juga harus mengerti. Yudha sudah punya kehidupan sendiri "
diana terdiam mendengar nasehat ibu nya itu..
" yudha... pulang lah . maafkan mama yg tlah meminta mu kemari."
__ADS_1
Yudha pun tersenyum senang " tidak apa apa ma, kalau begit Yudha pulang dulu.." yudha pun berlalu meninggalkan meraka
setelah kepergian Yudha diana histeris ia mencoba melepaskan semua perban yg membalut tubuhnya sambil menangis.
ibunya pun panik " Diana tenang lah "
" kenapa mama menyuruhnya pulangg " keluh diana
" Yudha itu milik ku maa.. milik ku."
" tenang sayang kita bicarakan dulu baik baik "
setelah diana tenang ibunya mulai menanyakan apa yg putrinya itu mau
" aku ingin Yudha ma... bagai mana pun caranya ."
" ketas kepala mu itu memang tak pernah hilang " ucap ibunya yg sangat mengerti karakter anaknya itu
" aku ingin Yudha maa.... " tegas diana
" iya sayangg,, mama akan menelfon ayah mu untuk melakukan sesewatu untuk mu."
" mama tak kan biarkan anak kesayangan mama bersedih seperti ini"
Diana kemudian menghapus air matanya dan memeluk ibunya dengan erat dan berkata " terimakasih ma... mama memang selalu mengerti apa yg diana mau. "
__ADS_1
Pak Wiro ( ayah diana ) memang selalu bisa di andalkan... selain kaya raya ia juga cerdik dan licik... apapun ia lakukan untuk mendapatkan yg dia mau
ya mungkin sifat keras diana ia dapat dari ayahnya berbeda dengan ibunya yg lembut dan penyayang... tapi layaknya seorang ibu.... dia tak ingin melihat anak nya sedih dan selalu ingin memberikan apa yg putrinya mau