Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
Perdebatan Yudha dan Angga


__ADS_3

Tangan Yudha mulai aktif memcari dua tumpukan daging milik istrinya,,, sementara bibirnya masih terus berkutat cantik di mul*** gadisnya


Nanun tangan manisa tiba tiba menghalau tangan yudha yg mencoba merem*** rem** pay***** nya.


Yudha menghentikan aktivitas bib** nya dan tanya " kenapa "


Manisa hanya terdiam mendengar pertanyaan suaminya itu


Yudha mengubah ekspresi wajahnya memohon


Manisa masih terpaku melihat wajah suaminya yg memelas. ia mulai menggelengkan kepalanya dengan pelan.


kekecewaan tampak jelas tersirat di wajah tampan suaminya itu.


Hingga dering ponsel menyadarkan mereka.


Manisa buru buru mengangkat telepon yg ternyata dari orang yg pernah singgah di hatinya.


" Iya nga.... ada apa? " tanya nya


" kau sudah baik baik saja kan..? " tanya Angga.


" Aku sangat mengkhawatirkan mu. "


" Ya... aku tlah merasa lebih baik... kau tak perlu khawatir..."


" Ya... jangan pedulikan lagi pria labil itu, " Ucap Angga...

__ADS_1


Menahan rahangnya yg mulai mengeras mendengar ucapan Angga itu


" Kau harus bisa tidak peduli pada nya seperti dia yg tak peduli pada mu. " Lanjut Angga


Manisa terdiam mendengar ucapan Angga yg pasti di dengar oleh suaminya itu. ia menggigil bawah bibirnya untuk mengurangi rasa grogi nya.


" Bocah itu " ucap Yudha sedikit lirih...


" apa kau mau eskrim??? bukankah eskrim selalu bisa membuat mood mu lebih baik?? "


sebelum Manisa menjawab pertanyaan Angga, Yudha langsung menarik ponsel yg ada di telinga istrinya itu.


" Kau tidak perlu mengurusi istriku, aku bisa melakukannya."


Angga terkejut mendengar suara yg ada di ponselnya...


" Kau.. dasar bocah " teriak Yudha penuh amarah


" Berikan istrimu pada ku, aku akan membuatnya bahagia dan menjadikan nya satu satunya. "


" Jangan mimpi, menjauh lah dari istriku,."


" Jangan mimpi. " ucap Angga sambil mematikan telfonnya.


Emosi Yudha makin tinggi, penolakan Manisa da ucapan Angga membuatnya makin frustrasi,,


" Apa ini yg membuatmu menolak ku.." ucap Yudha yg sudah tak tahan menahan emosinya.

__ADS_1


" Ini tak ada hubungannya dengan Angga." ucap Manisa


" aku hanya belum bisa mempercayai kakak lagi "


Yudha mengacak rambutnya dengar kasar... iya terus bergelut dengan emosinya yg terasa mau meledak di dadanya.


Setelah Yudha mampu mengatur emosi dan nafasnya, ia terdiam sebentar.. " istirahat lah... aku akan keluar. "


Yudha kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan manisa .


Manusa merebahkan tubuhnya di atas kasur, bagai mana bisa iya melupakan kejadian demi kejadian yg ia saksikan di depanya,


Hatinya masih sakit dan kecewa pada suaminya itu.


Sementara di tempat lain Yudha menceritakan semua kejadian pada orang tuanya.


" Anak itu, masih keras kepala seperti dulu. " ucap ayahnya Yudha.


" Lalu bagai mana keputusan mu sekarang...?


"Yudha belum tahu... menurut papa Yudha harus bagaimana???"


" Sebenarnya papa malas berurusan dengan mantan mertua mu itu, Pak Wiro sama seperti Diana,, keras kepala dan nekad, tapi menurut papa mereka sudah keterlaluan, "


Ibu rima dan Yudha terdiam melihat ekspresi wajah pak Tio yg tampak kesal itu.


" Tinggallah dulu di sini.. biar papa carikan solusinya bagai mana... lagi pula papa khawatir Diana akan melakukan hal yg lebih nekad lagi dari ini."

__ADS_1


Yudha menganggukkan kepalanya mengerti.... Lagi pula ini satu satunya cara agar manisa mau tinggal bersamanya.


__ADS_2