
Setelah makan malam dan ngobrol santai Yudha lebih dulu masuk kamar selang beberapa lama manisa pun ikut ke kamar karna waktu memang telah larut...
Manisa melangkahkan kaki dengan hati hati,, pandanganya menyusuri semua sudut ruangan itu " Kak, Kak Yudhaa,,," panggilnya
Yudha tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk mini yg hanya menutupi bawah pusar sampai atas lutut
Manisa kaget bukan main melihat kemunculan Yudha tiba-tiba,, dan penampakan Yudha yg tak senonoh itu, dengan reflek Manisa berteriak.
Ayah dan ibu Yudha pun terkejut mendengar teriakan Manisa meraka langsung buru buru menuju kamar yudha.
" Manisa.. kenapa nakk "ucap mama Yudha sambil mengetuk pintu
Yudha langsug menarik tubuh manisa dan membekap mulut Manisa yg ada dalam pelukanya " tidak ada apa apa ma... hanya ada kecoa. " ucap yudha
" ohh Syukurlahh... mama fikir ada apa. "ucap mereka lega dan pergi menjauh dari pintu kamar Yudha
Manisa masih terdiam di pelukan suaminya itu, dadanya yg bidang, tubuhnya yg harum membuatnya jadi terpaku
Jantungnya berdetak begitu cepat di ikuti dengan desir aliran darah yg terasa begitu hangat baru kali ini ia di peluk pria yg telanjang dada begini " Ya tuhan perasaan apa ini.." bisiknya dalam hati
Yudha yg sempat panik mendengar suara ibunya yg ada di depan kamar nya mulai merasa lega mengetahui mereka telah pergi
Yudha baru menyadari apa yg terjadi pada nya ia sedang mendekap istrinya,,, tangan kirinya menahan tubuh gadis mungil itu hingga tepat ada di dadanya, dedangkan tangan kanannya membungkam mulut gadis manis berambut panjang itu,,,
__ADS_1
Jiwa kelakian nya mulai menjalar di seluruh tubuh nya,,, sebagai lelaki normal tak mungkin ia tak ingin ketika mangsa udah berada di dekapanya...
mereka terlihat terdiam beberapa saat hingga manisa meraih tangan Yudha dan melepaskan pelukan Yudha
" Maaf " ucap yudha..
Manisa pun segera duduk di tempat tidur dan menenangkan diri..
Yudha kemudian mengambil anduk lain dan mengeringkan rambutnya
" Kita tidur bersama,,?" tanya manisa..
Yudha pun tersenyum melihat Manisa yg terlihat resah. " kenapa... Nisa takut..? "
nisa hanya tersenyum tipis menjawab pertanyaan yudha itu
Manisa melihat sekeliling kamar Yudha.. tak ada satupun benda yg dapat menjadi alas tidur dan tak mungkin ia meminta pada mertua nya jika tak ingin semua terbongkar..
" Selimutnya hanya ada satu.. " keluh Manisa
" Pakai lahh.. kakak cukup gunakan bantal saja di bawah "
Manisa mulai berfikir tidur di lantai,, sedangkan suaminya itu baru pulih dari sakit. tapi ia juga tak mau tidur di lantai dia tak suka tempat dingin.
__ADS_1
" kita tidur sama sama saja di ranjang.." ucap manisa lirih
Yudha mengerutkan keningnya heran sambil tersenyum
" Nisa gak mau kakak sakit lagi... lagi pula tempat tidur ini cukup luas." ucapnya
" Baiklah " fikiran kotornya mulai berfungsi kenapa harus menolak tidur di atas ranjang di temani gadis cantik
Manisa mulai kesal melihat senyum Yudha yg seperti senyum licik pemeran antagonis di sinetron
" kenapa kakak senyum senyum, awas lho berfikir macam macam kakak akan tau akibat nya"
Yudha malah tertawa mendengar ancaman bocil yg sok berani itu,, padahal ia tau dari tadi tubuh gadis itu gemetar. " Emmmhhh bocil kakak mengancam...?
Yudha melemparkan anduk yg baru saja ia kenakan ke arah Manisa
manisapun memajukan bibirnya...
" Ayo tidur sudah malam" ajak yudha sambil menjatuhkan tubuh nya di samping istrinya itu.
Manisa mrngambil bantal guling dan meletakan nya di tengah dan mudian merebahkan tubuh nya
" Ya tuhannn kuatkan lah iman ku""" doa Yudha di dalam hati
__ADS_1
" Seminggu harus tidur bersama kak Yudha... semoga tak terjadi apa apa aamiin" doa manisa di hati
merekapun memejamkan matanya dan berusaha untuk tiduur.