Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
Cinta segi empat


__ADS_3

Akhir pekan tampak Manisa dan Yudha duduk santai di ruang keluarga, tampak seorang pembantu yg sedang membersihkan rumah, ya pembantu Yudha hanya datang pagi dan pulang menjelang sore


" Halo " Ucap Yudha pada seorang di ujung sana yg sedang menelpon nya


" mas Yudha di mana,? " suara lembut dan khas yg sudah tak asing lagi menyapa Yudha


" Mas di rumah Di.. Ada apa..? "


Jantung Manisa mulai sesak di buatnya, itu pasti Diana, terlihat dari wajah Yudha yg begitu berbinar-binar dibuat nya saat mengangkat telepon yg ia panggil di itu.


Yudha kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu teras di belakang rumahnya


Manisa tersenyum ketir sambil berbisak dalam hati " ngobrol lah sepuas nya, pasti mereka sedang sayang sayangan di telpon."


Dari kejauhan Yudha terlihat tersenyum bahkan tertawa sambil mengobrol dengan wanita yg memang benar-benar cantik dan elegant di ujung sana, sungguh tampak bahagia.


Manisa mengalihkan pethatiannya pada televisa yg ada di depan nya tak berapa lama Yudha menghampirinya dan duduk di sampingnya.


Dengan penuh basa-basi Yudha melemparkan pertanyaan pada Manisa " Akhir pekan gak kemana-mana Nis "

__ADS_1


Manisa kemudian mengkerucutkan bibirnya " emang Nisa boleh kemana..?


" Mungkin aja mau jalan-jalan dengan dua sahabat mu itu, siapa..? oh Dina dan Liyra. "


" Emang boleh..? tanya nya ragu


Yudha yg mood nya lagi bagus karena mendapat telpon dari Diana pun menjawab " tentu saja."


Mendengar respon Yudha Manisa pun buru-buru menghubungi Liyra,


Liyra yg ingin mendekatkan Manisa dan Angga pun langsung menjawab " o.k tapi sama Angga ya.? "


" iya, soalnya aku dah terlanjur janji mau ketemu hari ini, ada keperluan sama Angga." ucap Liyra beralasan.


Mata Yudha terbelalak kaget ketika Manisa menyebut nama Angga, dadanya mulai terasa sesak tak terima, namun nyalinya menciut saat mengingat apa yg baru saja ia lakukan pada gadis manis itu


" Ok lah, " jawab Manisa pasrah


" Mau pergi sama Angga.? " tanya Yudha memberanikan diri

__ADS_1


" Aku kan pergi bersama Liyra tapi Liyra akan menemui Angga dulu. " jawab nya


" Oo," Yudha bingung bagai mana cara melarang bocilnya itu untuk tidak menemui Angga " awas hati-hati kak Ardi marah." Ucapnya yg berharap Manisa tidak jadi keluar


" Tidak akan. " ucapnya yakin


Yudha mulai merasa kesal, ternyata ancamannya tidak berhasil menggugurkan niat Manisa untuk keluar, ia juga tidak menyangka basa-basinya malah membuat ia merasa kesal.


Manisa mulai mempersiapkan dirinya, selang beberapa lama ia tlah terlihat rapi dengan menggunakan celana jeans dan kemeja bermotif kotak-kotak berwarna biru yg ia gunakan di tambah lagi dengan rambut yg tergerai.


Manisa memang tidak pandai berdandan, ia selalu tampil apa adannya, selera bajunya pun biasa saja, yg penting nyaman menurutnya ia terlihat begitu natural,


Berbeda dengan Diana yg selalu mementingkan penampilannya, tentu saja, Diana kan seorang Disainer, bagi Diana penampilan adalah cerminan diri,


Itu lah yg membuat Yudha jatuh cinta pada Diana, ia begitu sempurna dan mandiri, walau terkadang keras kepala, karena keras kepalanya itulah yg membuat pernikahan mereka hancur.


Manisa kemudian tersenyum sambil berkata " Kakak Nisa pergi dulu ya, mungkin Nisa pulangnya agak sore, jangan tunggu Nisa."


Manisa kemudian berlalu, dan Yudha masih saja berdiri terpaku melihat kepergian Manisa,dadanya makin terasa sesak

__ADS_1


" Oh tuhaan perasaan apa ini, aku merasa Manisa itu milik ku, dan tak rela ada pria lain di hidupnya.


__ADS_2