
Setelah sampai di rumah mertuanya tampak sang ayah dan ibu mertua menyambut kedatangan mereka.... mereka pun mengobrol untuk beberapa saat.
Ibu Yudha menatap Manisa dengan tajam, wajah yg tampak tak ceria di tambah mata yg sembab tampak begitu tampak dari wajah menantunya itu
" Sayang... kamu sakit?? " tanya ibu Yudha
Ayah mertuanya pun menatap wajah menantunya itu " Benar wajah mu tampak sedikit sembab." timpal sang ayah mertua.
" Tidak ma..." jawab manisa
" Hanya sedikit kurang tidur saja. "
" ya sudah kalau begitu istirahatlah dulu biar Yudha yg menemani mu." perintah sang mama.
" Tidak perlu ma... manisa baik baik saja "
" ini perintah sayang.. bukan pilihan, lagi pula banyak hal yg harus kita lakukan setelah ini.."
Akhirnya manisa mengikuti keinginan mertuanya itu untuk istirahat...
" Keluarlah...! aku ingin istirahat sendiri. " ucap manisa setelah sampai di kamar
" Tidak mungkin aku meninggalkan mu, aku tak mau mereka tahu kita sedang bermasala " ucap Yudha beralasan.
__ADS_1
Manisa kemudian berjalan mendekati jendela kamar itu dan memandang jau keluar...
" Tidurlah ." perintah Yudha yg masih berdiri di depan pintu.
Dengan ekspresi wajah yg dingin dan pandangan tetap keluar manisa menjawab " aku tak mengantuk "
Yudha mendekati Manisa sejaca perlahan, dan tiba tiba memeluknya dari belakang.. " sebenci itukah kau pada ku,? hingga tak mau menatap ku."
Manisa mencoba memberontak,,, melepaskan pria berotot itu dari tubuh munggilnya. " lepaskan aku." ucapnya lirih
Yudha malah mengelus leher jenjang istrinya dengan bibirnya yg membuat istrinya kegelian.
" Lepaskan akuu. !" ucap manisa lagi..
Manisa meneteskan air mata nya.. " lalu aku harus apa?? harus seperti orang bodoh yg melihat suaminya lebih mementingkan mantan istrinya, dan setiap hari menunggunya dirumah.??"
" Tidak seperti itu sayang " jawab Yudha sambil memeluk manisa lebih erat
manisa terdiam sejenak dari tangis nya. " Aku mau kita pisah "
" Hai hai... " ucap Yudha panik.. Yudha kemudian menyandarkan dagunya di pundak manisa dan masih memelukya. " jangan bicara seperti itu.
" Lalu kakak mau Apa? " ucap manisa...
__ADS_1
" Kakak mohon... bantu kakak melewati ini semua kakak tidak akan mampu tanpa mu. !!! "
" kakak.. nisa harus apa??? ."
" Kita akan bicarakan ini pada mama dan papa... yg harus nisa tau adalah kakak benar benar mencintai mu sayang. " Yudha kemudian mencium pipi manisa
" kamu mau kan percaya pada kakak, dukung kakak dan bantu kakak."
Manisa mengangukan kepalanya perlahan...
Melihat tanggapan istrinya itu Yudha kemudian membalikan tubuh istrinya dan memeluknya dari depan.. " terimakasih sayangg"
Manisa tersenyum tipis melihat suaminya yg kegirangan itu.
Tatapan Yudha beralih ke senyum manis istrinya... sungguh bibir tipis yg terbalut warna pink stroberi itu tampak manis dan menyegarkan.
Secara ganas wajah Yudha mendekat ke wajah istrinya dan ******* bibir manis istrinya...
Manisa terpaku mendapat serangan mendadak dari suaminya itu ia merasakan lidah suaminya berusaha menerobos masuk ke sela sela bibirnya.
untuk beberapa saat manisa terdiam hingga akhirnya iya membuka mulut manisnya dan mengikuti permainan suaminya itu... walau tampak belum mahir tapi iya begitu menikmati pergulatan Lid*** yg mereka lakukan ingga membuat napasnya tersegal sengal.
Merasakan respon istrinya yg baik yudha malah semakin cantik memainkan lid***nya di dalam mul** istrinya.
__ADS_1