
Beberapa waktu setelah Yudha sembuh Yudha menemui manisa yg sedang asyik tiduran di tiba-tiba Yudha mendekati Manisa
Dengan wajah tampak resah Yudha menyebut nama Manisa " Manisa."
" Yaaa" jawab manisa lebut.
nisa menciutkan matanya seperti ada yg aneh pada " ada apa kak,, kenapa kakak tampak resah..?
" mama... nis mama..."
Manisa begitu terkejut mendengar sebutan mama " ada apa dengan mama kak Yudha"
" tidak nis,, tidak ada apa-apa, hanya mama meminta kita untuk menginap di rumah mama."
Manisa melotot di buatnya ia kanget bukan kapalang
" Sudah beberapa kali mama meninta,,, kakak tak bisa menolaknya."
" Ya manisa mengerti " ucapnya
" beberapa hari lalu mama juga membicarakan itu pada nisa... ya baiklah kita menginap semalam di rumah mama.
Yudha kemudian tersenyum " terimakasih... Nisa memang menantu yg baik."
" sore ini kita berangkat..!"
mereka pun bergegas menyiapkan barang bawaan masing masing
Di rumah orang tua Yudha,, ibu Yudha tampak senang menyambut kedatangan meraka, ia memasak aneka hidangan untuk makan malam
__ADS_1
" wahhh makananya banyak sekaliii.. " manisa tampak kegirangan melihat hidangan di meja makan.
di sela sela makan ibu manisa menanyakan sesuatu pada mereka dengan santai dan lembut. " kapan kalian memberikan mama cucu ...?"
Manisa dan Yudha pun tersedak bersamaan mendengar pertanyaan mama itu
" kalian itu segitu kagetnya dengan pertanyaan mama kenapa..? "
" Bukan begitu ma" kilah Yudha
" Manisa kan masih SMA, jadi kita belum merencanakan untuk punya anak. iyakan nisa.."
Manisa tersenyum sambil menganggukan kepalanya " emmhh iya ma "
" benar... mama lupa , Nisa kamu KB apa..?
" Manisa KB suntik maa " jawab Yudha cepat melihat manisa tampak bingung itu..
" Yang berapa bulann..? "
Mereka berdua tampak lebih panik lagi... mereka tak tau tentang KB apa yg harus mereka katakan
Di sela sela kebingugan mereka mama Yudha yg bernama ibu Rima itu melanjutkan kata-katanya, " saran ibu Nisa jangan keseringan suntik... takutnya nanti susah punya anak... lebih baik kamu Yud yg pake pengaman. "
Yudha mengerti apa yg ibunya maksud karena ia memang tlah pernah menikah.
" Ahh mama ini " ucap pak Tio, ayah Yudha
" Mana puas kalau pake pake pengaman gitu,, seperti terhalang sesuatu. iya kan Yud.? "
__ADS_1
Yudha mengangkukan kepalanya wajahnya yg putih tampak merah karena malu, walau ia belum pernah melakukan apa apa pada Nisa
Nisa hanya terdiam, ia sama sekali tak mengerti apa yg mereka bicarakan, sesekali ia terseyum agar tak terlihat bodoh.
mama Yudha kemudian memberi saran ke Manisa " kamu sebaiknya pake pil aja Niss , biar kandungan ga kering. "
" hemzz iya ma " jawab nisa sambil tersenyum bodoh
" Berapa lama rencana kalian menginap..?" pak Tio melanjutkan percakapan itu..
" Mungkin malam ini saja ma,,, kita tak banyak membawa pakaian." jawab Yudha
" tidak " ucap bu Rima " mama tak kan biarkan kalian pulang secepat itu,, paling cepat seminggulah kalian menginap."
" kejutan apa lagi ini,,," batin nisa
" Kita tak membawa pakaian ma " Ucap Yudha
" Soal pakaian kamu kan bisa mengambilnya besok., lagi pula sekolah Manisa tidak jauh dari sini. kamu mau kan Nisa "
Manisa tersenyum mendengar nya sambil ragu ia mengangukan kepalanya "iya ma nisa mau "
tak mungkin ia menolak keinginan mertuanya itu..
" tu kan manisa nya aja mauu."
" Ya baik lah maa"
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka.
__ADS_1