
Di perjalanan Yudha memutuskan untuk mengantar Diana ke apartemenya
Setalah sampai di apartemen Yudha membuatkan teh hangat untuk nya
" minum lah agar kau lebih tenang...!"
Diana meminum teh madu kesukaanya itu dengan pandangan kosong " kenapa, kenapa semua jadi serumit ini."
" Sudahlah jangan di bahas lagi" bujuk Yudha
" aku selalu meminta detektif untuk mencari tau tentang mu, walau aku tak menghubugi mu, mereka bilang kau tak pernah dekat dengan wanita manapun."
" setegah tahun belakangan aku memang tak melakukanya lagi, karna aku percaya padamu."
" Lalu kenapa kau meninggalkan ku waktu itu..?"
" aku fikir akan mudah mendapatkan mu lagi, karna ikatan cinta kita begitu kuat. kau tau kan aku tak kan tenang sebelum mendapatkan yg aku mau.??"
Yudha termenung sejenak melihat Diana yg tampak begitu syok
" ceraikan dia" ucap Diana dengan wajah tanpa ekspresi
" apa...? " tidak semudah itu diana" pekik yudha
" kenapa " tanya nya kesal
" sejak kapan kau menyukai anak kecil seperti dia?? "
__ADS_1
" Dianaa ... persoalanya tidak semudah itu." Yudha mengusap wajahnya dengan kasar
"Lalu apa..? " teriak diana marah
" Sudah lah Diana, sebaiknya kau istirahat dulu... aku akan kembali besok " Yudha lalu pergi meninggalkan Diana
Setelah melihat kepergian Yudha, Diana melempar cangkir teh yang ada di tangannya
" aahhh " teriaknya kesal
" Yudha... kau adalah milik ku aku tak kan membiarkan bocah itu menggantikan posisi ku."
Setelah sampai ke rumah Yudha langsung berjalan menuju kamar tidurnya dilihatnya manisa yg tlah tertidur nyenyak yg kebetulan pintu kamarnya sedikit terbuka,, lalu iya kemudian melanjutkan perjalanan menuju kamarnya yg memang bersebelahan
Sampai di kamarnya iya menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke atas tempat tidur nya,, ia menatap dinding kamarnya yg masih menggantung beberapa foto dirinya dan Diana
Pagi telah tiba, tidak biasanya Yudha belum bangun, biasanya sebelum jam 7 ia tlah ada di meja makan
Manisa memberanikan diri mengetuk pintu kamar Yudha padahal sebelumnya ia belum pernah melakukanya.
setelah memanggilnya berkali kali Yudha tak juga menjawab dan akhirnya ia masuk ke kamar Yudha " kak belum bangun."
Manisa datang mendekati suaminya itu namun pada saat tlah dekat betapa kagetnya ia melihat Yudha yg tampak pucat
" Ya ampun kak kakak kenapa..?" manisa memegang kening Yudha
" kakak demam."
__ADS_1
" emmhh" Yudha mencoba menjawab pertanyaan Manisa
Manisa buru-buru mengompresnya kemudian ia memesan bubur lewat aplikasi online
Dengan telaten ia menyuapi Yudha " apa perlu Nisa panggil dokter..?"
" Tidak perlu kakak hanya butuh istirahat.." ucap Yudha
Manisa kemudian memberikan obat demam yg ia beli dari apotek dekat rumah nya
" Nisa tak sekolah
" Tidak. nisa sudah ijin kq."
" Manisa.. terimakasih tlah merawat ku " tatapan Yudha begitu lembut hingga membuat Manisa terlena
" kakak, tak perlu sungkan,, aku yg harusnya berterimakasih pada kakak. kakak tlah memberi segalanya untuk ku. "
Ya kehidupan manisa kini memang tlah di tanggung oleh Yudha karna memang ia suaminya.
Yudha kemudian terseyum.." itu sutah kewaniban ku"
"dan ini juga kewajiban seorang istri " jawab nisa asal
Jantung Yudha tiba-tiba berdegup begitu kencang, yaa Manisa istrinya miliknya pikirnya.
" istirahat lah " ucap manisa setelah memberi Yudha minum dan menyelimuti nya.
__ADS_1
ia pun kemudian berlalu dari kamar yg baru hari ini ia berani menginjakan kakinya.