
Setelah meninggalkan cafe milik Yudha di pusat perbelanjaan tak sengaja Diana bertemu mantan mertuanya
" Mama apa kabar..? " ucap Diana senang
Mereka pun saling berpelukan.. " mama baik kamu apa kabar .? "
" Diana baik ma... " akhirnya mereka memutuskan untuk mencari tempat yg nyaman untuk ngobrol
Sambil menikmati makanan ringan dan minuman mereka kembali melanjutkan bincang bincang mereka
" Oya apa kamu sudah bertemu Yudha." tanya mantan mertuanya itu
" sudah ma... Diana sudah tau semuanya."
" ibunya tersenyum tipis... jangan di ingat yg lalu... mungkin kalian memang sudah tak jodoh." ibu Yudha berusaha menghibur mantan menantunya itu
" tidak begitu maa" ucap diana
" Lagi pula pernikahan mereka pun tak sehat kan."
Ibu Rima tak mengerti apa yg di maksud diana itu ia pun mulai bertanya lagi " tidak sehat... apa maksudmu dengan pernikahan yg tidak sehat?"
Diana pura pura terkejut tentang ketidak tauan wanita paruh baya itu. " apa mama tidak tau.. Yudha dan gadis itukan tidak tidur satu kamar"
Ibu rima mulai kesal mendengar kabar itu... jelas jelas iya ingin mendapabkan cucu...
__ADS_1
" Sudahlah maa jangan terlalu di fikirkan " hibur diana
" tidak Diana... mama harus menanyakan nya langsung pada mereka..." ibu rima kemudian mengampil tas nya dan berlalu meninggalkan Diana
Diana tersenyum puas " ingat Yudhaaa ini masih di awal... lihat saja apa yg dapat aku lakukan untuk menghancurkan hubungan kalian."
Menjelang malam Yudha pulang ke murahnya.... setiap pulang Yudha tampak murung... mengingat selalu ada saja masalah yg terjadi akhir akhir ini.
Manisa menatap Yudha hatinya merasa iba dengan keadaan Yudha sekarang..
" Ada masalah lagi ya .." tanya manisa secara pelahan
Yudha kemudian tersenyum " tidak... hanya ada sedikit masalah saja".
Manisa memahami jika suaminya itu tak ingin membuatnya khawatir...
Setelah selesai mandi Yudha di kejutkan dengan kehadiran Manisa kamatnya
" ada apa nis... emhh mau bobo sama kakak nya!? "ucapnya tersenyum genit
" ihh kakak apa apaan...,," jawab nisa kesal
" air di kamar mandi nissa belum di betulin...betulin yaa!!" ucap nisa manja
Yuda mengerutkan keningnya " emmhhh sepertinya ga perlu deh "
__ADS_1
" kenapa? " tanya nisa bingung
" nissa pindah ja ke kamar kakak jadi tak perlu di betulkan"
" ihh kakak. kamar mandi kakak pintunya juga rusak " keluh manisa..
"kalau itu kan biar kakak bisa ikut nisa mandi.."
" ihh kakak " ucap nisa kesall
Yudha kemudian mendekati manisa dan berbisik.. " kapan nisa akan pindah ke kamar ini... atau kakak yg harus pindah ke kamar nisa?."
" maksud kakak?"
" kamar itu lebih kecil... lebih baik nisa yg pindah ke kamar kaka."
jantung nissa mulai betdetak kencang ia mulai menyadari maksud suaminya... tapi sisa semalam nya masih terasa perih dan membuat seluruh badanya sakit sepertinya ia masih belum lupa agresifnya duda dari diana itu.
" Bagai mana.?" tanya Yudha yg masih saja terus menggodanua itu
" ihhh kakak mulai deh omes" ucap manisa dengan suara nyaring nya.
" sakit tau " ucap nya sambil merendahkan suaranya malu
" ayolahh sekarang pasti tak sakit " Yudha masih saja terus merayu manisa hingga membuatnya kesal
__ADS_1
" kaka sudahlah... aku minta kakak tolong panggil orang untuk membetulkan kamar mandi nisa." manisa kemudian melangkah menuju pintu kamar Yudha...
" jangan lupa..." ucap nisa mengingat kan suaminya itu