Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
Mama pahlawan.


__ADS_3

Manisa masih saja menangisi kisah nya bersama Yudha semalam suntuk, membuat seluruh isi rumah khawatir pada keadaanya.


" Manisa sudahlah... istirahat lah dulu" bisik kakanya dengan suara lembut.


" Manisa makan dulu ya..."


manisa hanya menggelengkan kepalanya dengan air mata yg masih bercucuran.


"kakak mohon, jangan membuat kakak khawatir!!" pinta sang kakak


Dengan rasa malas akhirnya manisa membuka mulutnya dan menerima suapan makanan yg berada di tangan sang kaka itu


Ardi kemudian tersenyum tipis dan berkata " adik kakak memang paling pintar... Nisa jangan khawatir.... semua akan baik baik saja.... kakak janji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan mu."


Sementara di tempat lain Yudha tampak kacau dengan keadaanya. di tambah lagi Ponsel nya terus saja berdering menandakan Diana menelpon nya.


Hampir semua bagian dari rumah nya tak luput dari amukanya....


sungguh ia tak dapat mengendalikan dirinya sendiri... padahal sebelumnya ia tak pernah begitu.


Tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Yudha.


" mama, " ucap Yudha kaget,


" ada apa mama kesini??"


Ibunya pun tersenyum mendengar pertanyaan anaknya itu.

__ADS_1


" kau ini... apa ada masalah kalau mama mampir kerumah putra mama sendiri???"


Yudha tampak cemas atas kedatangan ibunya... di tambah lagi keadaan rumahnya yg tlah seperti kapal pecah.


" Yudha """ teriak ibunya kaget ketika sampai di dalam rumah anaknya itu.


" ada apa ini, dan mana manisa???" tanya ibunya yg mulai menyadari ada hal yg terjadi.


" Manisa di rumah Ardi ma. " jawab Yudha sendu.


" kalian bertengkar???" tanya sang mama.


Yudha mengangukan kepala nya perlahan..


" Manisa marah pada Yudha karena Yudha mengacuhkan nya demi Diana ma."


Yudha kemudian menceritakan semua kejadian nya pada ibunya itu.


" kau ini.... benar benar keterlaluan Yudha." ucap ibunya.


" Maa Yudha hanya merasa bersalah pada Diana ma."


" Ya... tentu saja mama tahu." ucap ibunya


"pikiran saja perempuan itu. dan kau sudah tak perlu memikirkan perasaan istrimu sendiri."


" bukan begitu ma..."

__ADS_1


" Lalu bagaimana?? istrimu lebih berhak atas kepedulian mu dari pada Diana sayangg"


" Lalu bagaimana dengan Diana, Yudha yg sudah membuat nya celaka??." tanyanya bingung


" kenapa tak bilang pada mama, mama bisa membantu mu untuk menjaganya, dan meminta seorang perawat untuk membantu mama. dengan begitu kau tak perlu merasa terikat."


Yunda terdiam mendengar ucapan ibunya itu.


"Lalu sekarang Yudha harus bagai mana???" tanya nya bingung.


" istirahat lah,,, dulu... kau tampak sangat kelelahan sayang."


" Yudha tak bisa tidur ma... apa lagi setelah Manisa mengatakan akan mengajukan gugatan cerai pada Yudha."


Mata sang mama terbelalak mendengar ucapan anaknya itu " Apaa, manisa berbicara seperti itu."


" iya ma... tolong bantu Yudha ma.... Yudha sangat mencintai Manisa..." ucap Yudha sambil memeluk wanita yg melahirkan nya itu


ibunya pun tak kuasa menahan bulir air mata yg jatuh dari kelopak matanya itu. ia tahu benar bahwa anaknya bebar benar merasa terpukul atas cobaan yg di terimanya itu.


" sudah sayang.... jangan menangis lagi.... mama pasti akan bantu kamu.... dan mama pastikan mama akan membawa menantu mama kembali padamu."


" terimakasih ma...."


"sekarang istirahat lah.... matikan saja ponsel mu... dan bilang pada Diana kalau kau butuh istirahat agar dia tak menghubungi mu terus menerus."


Yudha mengangukan kepalanya dan mengikuti saran ibunya....

__ADS_1


"ibu akan menemani mu disini."


__ADS_2