
Hari menjelang siang Yudha masih saja memeluk Manisa dengan erat... gadis itu mulai bingung.. bagai mana caranya ia melepaskan pelukan suaminya itu...
" kak.... tidak kah kakak kerja hari ini..." tanya nya lirih....
" kakak sedang malas... di cafe banyak sekali masalah..." ucapnya sambil memejamkan mata...
" nisa ga sekolah..? " tanya nya ragu
" temani kakak hari ini... lupakan rutinitas kita dulu... "
manisa menganggukan kapalanya " ok lah " fikirnya
" lagi pula seluruh tubuh ku sakit bagai di pukuli warga sekampung... di tambah lagi ada yg tetasa perih di sana "
Yudha kemudian terbangun dengan sanyainya walau dengan keadaan polos tanpa sehelai benang.. dan mengambil piyama handuk di lemaranya...
" nih pakai lah ini " Yudha juga memberikanya satu pada manisa...
Manisa memakainya sambil tak keluar dari seliutnya...
Yudha kemudian mendekatinya dan membuka selimutnya
" sayanggg jika kau menggunakan nya begitu akan sulit."
Wajah manisa kembali merona mehat Yudha membatunya menggunakan piyamanya itu.
__ADS_1
Yudha tersenyum melihat tubuh manisa " ternyata buas sekali ia melahap gadis itu semalam... hingga banyak gigitan cinta pada leher dan area tumpukan daging di dadanya."
Manisa mencoba bangun dan berdiri... " rasanya aneh " fikirnya
" selain sakit rasanya juga membekas "
manisa melangkah dengan terlihat sangat aneh
" kalau kau melangkah begitu seluruh dunia akan tau apa yg terjadi semalam " ucap Yudha..
Manisa mulai kesal mendengar komentar suaminya itu
" Kakak pikir nisa ga sakit apa.? seluru tubuh nisa sakit... perih... dan banyak yg nisa rasaka."
Yudha tersenyum tak seharusnya ia melakukan adegan selama itu pada anak perawan,, tapi birahinya tak tertahakan...
" bukan nisa yg seneng... kakak yg puas..." ucap manisa sambil meninggalkan yudha...
beberapa saat ia pun kembali sambil membawa pakaian ganti. " kakak... kran air di kamar nisa kan mati... boleh nisa ikut mandi disini.."
Yudha tersenyum jahat melihat manisa " boleh... tapi kakak juga mau mandi..."
" ya sudah... kakak dulu saja... " ucap nisa
" biar menghemat waktu kita mandi bersama saja.." ucap yudha sambil menaikan sebelah alisnya...
__ADS_1
" ihhh kakak apa apaan " ucap nisa kesal..
tapi ternyata pria yg lebih tinggi 15 senti dari istrinya itu bukan hanya basa basi mengajak mandi bersama ia mendekati gadis itu dan memeluknya dari belakang
" oyolahh..... kakak mohon.."
manisa mengerutkan keningnya. " dasar pria dikasih hati minta jantung..." fikirnya
manisa memutar bola matanya sambil tersenyum manis seolah merespon permintaan suaminya itu... tiba tiba manisa merubah ekspresi wajahnya sambil berkata.. " dasar omes. manisa capek manisa mau mandi sarapan dan istirahat.
manisa lalu bergegas ke kamar mandi
Yudha kemudian tersenyum melihat tingkah istrinya.
Beberapa saat kemudian ponselnya pun berdering....
Yudha kemudian mengangkat ponselnya yg di ketahui dari menejer salah satu cafenya itu....
entah apa yg mereka bicarakan wajah Yudha tiba tiba murung sambil berbicara di telfon
Manisa yg sudah keluar dari kamar mandi pun menyadari suasana hati isuaminya
" telfon dari siapa kak... kenapa tiba tiba resah githu..?" tanya manisa
" dari salah satu pegawai ku..." jawab nya.
__ADS_1
" uhhh lagi lagi ada masalah... aku harus segera kekantor..." yudha kemudian melangkah masuk ke kamar mandi
Manisa masih saja mematung " Diana.... berulah apa lagi wanita itu " fikir manisa menggerutu