
Beberapa waku Ardi dan Yudha tlah bertemu di cafe milik Yudha... mengajak Ardi ke ruang pribadi nya..
Yudha memulai ceritanya tentang pertemuan Manisa dan diri nya di butik milik Diana sampai pagi ini.
" kelewatan sekali kau... berciuman di depan istrimu, aku juga serasa ingin menghajar mu " Ardi pun mulai merasa kecewa..
" maafkan aku kau taukan siapa diana... dia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan apa yg dia mau "
" yaa... aku tahu mantan istrimu itu memang pintar dan cerdik. kau kan sulit untuk lepas dari nya... untuk lepas dari monster cantik itu aku tak punya ide. " jawab ardi
" ok lah.. sekarang aku ingin bisa bersatu kembali dengan manisa apa kau punya cara .? " tanya yunda serius
Ardi kemudian menatap tajam Yudha ia mulai meyakinkan yudha tentang perasaan nya.
" apa kau sungguh sungguh mencintai adik ku?"
" ya Tuhaann sudah berapa kali aku yakin kan pada mu... aku sangat mencintai nya "jawab yudha yakin
" aku akan mencoba membatu mu... tapi dengan syarat jangan pernah kau menyakiti adik perempuan ku itu. "
Yudha tersenyum dan berkata " kau bisa pegang kata kata ku."
Yudha dan ardi mulai berfikir keras tentang bagai mana mendapatkan hati gadis itu tanpa paksaan apapun untuk meluluhkan hatinya yg lembut itu
" Di " panggil Yudha pada sahabatnya yg sedang duduk sambil memutar otak itu
" emmhh" jawab nya santai
__ADS_1
" apa yg membuat istri mu manja dan bergantung pada mu ?" tanya yudha
"kalau dia sedang hamil " jawab nya cepat
tiba tiba Ardi tersenyum mendengar jawabannya sendiri
" apa... apa kau tlah mendapat ide? " tanya yudha.
" kau harus membuat manisa hamil " ucap ardi senang menemukan jawaban
wajah ardi langsung memerah mendengar ide itu
" kenapa kau ini... seperti belum menikah saja." ucap Ardi yg melihat ekspresi wajah sahabatnya itu
" sebenarnya aku dan adik mu belum pernah melakukan itu "
" apaa... kenapa.. apa adik ku kurang menarik? " tanya Ardi kanget
" Awalnya aku kasian pada nya... karena tanpa mengenal ku tiba tiba harus menikah.. lagi pula dia masih SMA tapi.."
" tapi apa " tanya ardi cepat
" akhir akhir ini hasrat ku juga di buat tak berdaya sejak kita tinggal se kamar saat di rumah orang tua ku."
" lalu " tanya Ardi yg makin penasaran
" Lalu ya.. aku bingung mulai dari mana.. kau tau kan adik mu itu manis sekali.. mustahil aku tak menginginkan nya "
__ADS_1
Ardi pun tersenyum mendengar keluhan sahabatnya.
" Bagai mana cara nya agar aku bisa melakukan nya..? tanya nya bingung
" emmhhh " Ardi mulai berfikir lagi
" Yaa " Ardi berteriak hingga membuatnya kaget
" apa.... apa apa kau dapat ide...?"
" menginap lah di rumah ku... aku akan atur semua agar semua berjalan lancar. "
Dengan senyuman jahat nya Yudha tersenyum lebar... " tapi apa alasannya tiba tiba harus menginap di rumah mu ?"
" aku bisa mengatakan jika... emhhh jika.. "
" jika apa " ucap Yudha yg sudah tak sabar lagi dengan ide kaka iparnya itu
" aku belum tau"
wajah yudha kembali murung mendengar ucapan ardi.
" jika aku sakit.." teriak Ardi
wajah Yudha pun kembali bersemangat mengingat ia bisa melakukan malam pertama yg tertunda itu.
" terimakasih... kau adalah kakak ipar terbaik di dunia "
__ADS_1